fbpx
Wagub Papua Barat saat buka kodefikasi marga dan bahasa Orang Asli Papua, Jumat (7/9/2019). FOTO: papuadalamberita.com/lasarus wambrau PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Sensus penduduk tahun 2010... Wagub Papua Barat Buka Kodefikasi Marga dan Bahasa Orang Asli Papua
Wagub Papua Barat saat buka kodefikasi marga dan bahasa Orang Asli Papua, Jumat (7/9/2019). FOTO: papuadalamberita.com/lasarus wambrau

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Sensus penduduk tahun 2010 yang dilakukan Badan Pusat Statistil (BPS) Provinsi Papua Barat jumlah Orang Asli Papua (OAP) hasil suplemen menunjukan, bahwa OAP di daerah kepala burung berjumlah 51,67 per sen (%) dari total 760.000 jumlah penduduk Papua Barat.

Demikian Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani, SH. M.Si saat membacakan sambutan Gubernur Papua Barat sekaligus membuka kegiatan kodefikasi marga dan bahasa suku (OAP) secara resmi dibuka oleh wakil gubernur Jumat (6/9) di Oriestom  Hotel Manokwari.

Dikatakan bahwa Undang -Undang Otonomi kusus Bab 1  pasal 1 mengatakan, bahwa orang asli papua adalah orang yang berasal dari rumpun ras melanesia yang terdiri dari suku-suku asli dan setiap suku-suku yang ada di kabupaten kota menggunakan kode bahasa dan marga yang berbeda-beda sehingga perlu adanya pendataan berdasarkan marga dan bahasa masing-masing.

‘’Di tanah Papua khususnya di Papua Barat terkenal dengan wilayah adat domberay dan bomberay dimana terdpat banyak suku dan sub suku dengan kode bahasa dan marga yang berbeda pula,  ini merupakan warisan dan kekayaan kita,’’ terang Wagub dalam sambutanya.

Dengan suku yang banyak, bahasa yang banyak maka untuk  menyatukan suku yang satu dengan yang lain bisa berkomunikasi, maka bahasa Indonesia menyatuhkam perbedaan diantara suku yang satu dengan yang lain.  ‘’Karena tanpa bahasa Indonesia suku yang satu dengan yang lain tidak bisa berkomunikasi,’’ tegas Lakotani.

‘’Walaupun bahasa dan marga kita berbeda-beda tapi itu merupakan suatu harta terindah yang mempererat hubungan kita untuk saling mengenal satu dengan yang lain,’’ kata Wakil Gubernur Papua Barat.

Wakil Gubernur Papua Barat, dalam arahannya  menjelaskan bahwa pembangunan di daerah ini dapat berjalan dengan baik bila daerah ini dalam kondisi yang aman dan nyaman artinya bahwa apapun semua program pembangunan kalau tidak di tunjang dengan keamanan tidak akan berjalan.

‘’Untuk itu sangat di harapkan agar kita bersama-sama menjaga daerah ini aman dan nyaman untuk sehingga semua aktifitas dapat berjalan dengan baik,’’ pesannya.(kew)

 

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!