Kapolda Papua Barat, Irjen Pol DR Tornagogo Sihombing, SIK, MSI, Wakapolda Papua Barat, Brigjen Pol Mathias D Fakhiri, Anggota Sangkur Pora foto bersama ke... 22 Anggota Polda Papua Barat Nikah Serentak, Kapolda Pesan Jangan Ada Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol DR Tornagogo Sihombing, SIK, MSI, Wakapolda Papua Barat, Brigjen Pol Mathias D Fakhiri, Anggota Sangkur Pora foto bersama ke 22 mempelai dalam acara resepsi, Rabu (26/8/2020) di Arfak Convention Hall, Polda Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun

Mempelai Brigpol Sion Reba dari Dit Lantas Polda Papua Barat melewati sangkur pora dalam acara resepsi pernikahan, Rabu (28/8/2020) di Arfak Convention Hall, Polda Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun

Mempelai Alfred M R mewakili ke 22 mempelai saat pemotongan kue pernikahan pada resepsi pernikahan 22 anggota Polda Papua Barat, Rabu (26/8/2020) di Arfak Convention Hall, Polda Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Berjumlah 22 pasangan suami dan istri dari anggota Polri Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Asli Papua mengikuti prosesi pernikahan massal dan pencatatan sipil yang dilaksanakan Polda Papua Barat, Rabu (28/8/2020) di Gereja Oikumene Polda Papua Barat, dan Resepsi di Arfak Convention Hall Polda Papua Barat.

Wajah anggota Polda Papua Barat ini berbinar-binar, raut kebahagian itu tidak bisa disembunyikan mulai dari proses pemberkatan hingga acara resepsi bersama di Arfak Conventional Hall Polda Papua Barat, ada kebahagian disitu tidak hanya di rasakan kedua mempelai tetapi ikut dirasakan kedua orang tua dan keluarga yang ikut larut dan dalam bahagian dan haru.

‘’Puji syukur ditengah COVID-19  kita bisa mengikuti resepsi anggota Polri Polda Barat. Saya mengucapkan selamat kepada kedua mempelai yang bisa mengikuti rangkaiaan dari pagi hingga siang ini,’’ ujar Kapolda Papua Barat, Irjen Pol DR Tornagogo Sihombing, SIK, MSI mengawali pesan tunggal dalam resepsi pernikahan 22 anggota Polri Polda Papua Barat.

Kapolda mengatakan, pernikahan anggota Polri Ini bentuk dari kepedulian pimpinan pada anggotanya.

‘’Kepedulian ini berawal dari  kepolisian mengayomi dan melindunggi masyarakat, artinya mengayomi dan melindunggi masyarakat ini harus dimulai dari keluarga. Harus dari diri kita, kalau diri kita dan keluarga kita belum baik tentu kita belum bisa melayani dan melindunggi masyarakat,” tegas jenderal bintang dua ini.

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol DR Toranagogo Sihombing, SIK, MSI memberi wejangan tunggal pada resepsi anggota Polda Papua Barat, Rabu (26/8/2020) di Arfak Konvention Hall, Polda Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun

Irjen Pol Tornagogo Sihombing melanjutkan, bahwa berangkat dari kepedulian itu pimpin Polda Papua Barat melihat beberapa anggota Polda Papua Barat memang yang telah melakukan perkawinan di luar dinas, pada hal ini, pimpina tidak mau anggota Polri Polda Papua Barat berlarut-larut dalam masa seperti itu.

‘’Tahun depan, kita lakukan sesuai aturan, karena pada prinispnya, sebenarnya pernikahan ini untuk kebaikan, kita harus menghargai adat istiadat setempat, bagaimana proses perkawinan dapat dilindunggi secara adat, kemudian disahkan dalam lingkungan kepolisian dalam hal ini negara,’’ urai jenderal bintang dua di Polda Papua Barat.

Lanjut Irjen Tornagogo, bahwa pernikahan ini supaya kewajbina-kewajiban kepolisian dalam Sumber Daya Manusia (SDM), Polri harus memberikan santunan, memberikan kewajiban yang harus dilakukan kepada keluarga anggota Polri.

‘’Dalam hal ini yang sudah sah sebagai suami istri, kami bersukur ini bentuk dari yang kita awali,  anggota lebih baik lagi, tentunya kami ingin anggota bisa bekerja dengan baik dan bisa menjalankan tugas dengan keluarga yang tidak bermasalah,’’ tanda Kapolda.

Kapolda Papua Barat, Wakapolda Papua Barat, Pejabat Utama Polda Papua Barat, Rabu pada resepsi pernikahan 22 anggota Polda Papua Barat, (26/8/2020) di Arfak Convention Hall Polda Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun

Kepada mempelai pria anggota Polri, Kapolda berpesan, setelah disahkan pernikahan secara agama dan negara dan adat tidak ada masalah-masalah kekerasan dalam rumah tangga. Dan ini sangat tergantung pada kepala keluarga anggota semua. Jika anggota Polri dapat mengayomi masyarakat, anggota Polri juga harus dapat mengayomi istrinya.

‘’Berangkat dari ini, kalian bisa mengayomi istri sendiri, berarti kalian bisa mengayomi masyarakat, itu sudah satu korelasi positif, untuk itu saya berpesan pada anggota semua tidak ada masalah dengan keluarga, karena sudah diberkati di gereja dan masjid. Jadi negara sudah mensahkan, agama mensahkan, adat mensahkan kalian tidak ada lagi terjadi kekerasan dalam rumah tangga,’’ ungkap Kapolda tegas.

Tambah Kapolda bahwa tanggal 26 Agustus 2020 adalah hari yang bersejara ke-22 anggota untuk menyongsong masa depan yang lebih bahagia dan selalu dalam keberkahan.(tam)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *