Massa pendukung PMK2 saat menggelar aksi demo di depan Bawaslu Teluk Bintuni, Sabtu (12/12/2020). PAPUADALAMBERITA. FOTO: ISTIMEWA PAPUADALAMBERITA. BINTUNI – Kordinator pemenangan pasangan calon... Akwan: Saksi AYO Tidak Diusir di TPS, Rekomendasi Bawaslu Pemicu Konflik

Massa pendukung PMK2 saat menggelar aksi demo di depan Bawaslu Teluk Bintuni, Sabtu (12/12/2020). PAPUADALAMBERITA. FOTO: ISTIMEWA

PAPUADALAMBERITA. BINTUNI – Kordinator pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni nomor urut 2 Ir Petrus Kasihiw,M.T – Matret Kokop,S.H wilayah Bintuni Raya Yohanes Akwan,S.H membenarkan bahwa informasi saksi paslon AYO di usir di daerah Dataran Beimes tapi bukan di tempat pemungutan suara (TPS).

Sehingga tidak ada kaitannya dengan pelaksanaan pemungutan suara dan berdampak pada terjadi pemungutan suara ulang (PSU) seperti yang didesak pasangan calon Ali Ibrahim Bauw – Yohanes Manibuy (AYO) kepada Bawaslu Teluk Bintuni.

“Locus delictinya berbeda, kejadian pengusiran itu pada tanggal 8 Desember 2020 pukul 20.00 atau 8 malam, sedangkan pada saat pagi hari, Kamis 9 Desember 2020 kami pantau pelaksanaan pencoblosan berjalan aman dan kondusif, semua saksi dari AYO dan PMK2 semua hadir, mereka tandatangan berita acara sehingga tidak ada upaya mengusir saksi AYO” kata Yohanes Akwan kepada awak media di Bintuni, Sabtu (12/12/2020).

Lebih lanjut Akwan mengatakan, ketika Bawaslu Teluk Bintuni mengeluarkan rekomendasi untuk KPU melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) di wilayah Dataran Beimes merupakan pemicu konflik.

Karena itu Bawaslu jangan hanya terima sepihak dari aduan Paslon AYO tetapi harus melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang terlibat termasuk nama Ketua DPRD Teluk Bintuni Simon Dowansiba.

“Jangan dipolitisir karena tidak ada upaya usir didalam TPS kami PMK2 taat azas, kenapa sampai masyarakat mengusir saksi AYO karena pada H-1 ada orang dari luar dan bukan penduduk dataran beimes masuk pasti antisipasi masyarakat setempat, sama seperti di Kampung lama, Bintuni pada H-1 terjadi keributan di Kampung lama pada hari H pencoblosan pendukung AYO larang orang lain masuk, salah satunya konsultan politik PMK2 Kaka Sase ke Kampung lama dorang usir” jelas Akwan.

Bawaslu juga harus laksanakan tugas dengan baik, artinyanya bahwa ketika pengaduan dari pengadu harus dibuktikan unsur formil dan materilnya, para pihak harus diminta keterangan bukan main keluarkan surat rekomendasi untuk PSU.

Sementara Ketua DPRD Teluk Bintuni Simon Dowansiba yang disebut sebagai pelaku mengusir saksi AYO di TPS membantah pernyataan tersebut karena saksi tersebut tidak pernah bertemu Dia. Ironisnya, kejadiannya bukan pada hari H dan tidak di tempat pemungutan suara.

“Pada tanggal 8 Desember 2020 pukul 22.00 atau 10 malam itu saya bertanya kepada mereka anda ini dari mana, kemudian yang menjawab saya itu sopir bukan saksi bahwa dia adalah sopir dari Bintuni, saya Tanya lagi dalam rangka apa..? sopir itu katakanya tidak tau, sedangkan saksi yang mengaku saya usir dia itu tidak pernah ketemu saya” tegas Simon Dowansiba.

Lagi pula lanjut Simon bahwa ketika saksi AYO yang bukan penduduk Dataran Beimes dan bertugas disana selain membawa surat mandate tetapi juga DPTB dari Bintuni, itu aturan pemilu mengharuskan.

Sedangkan konsultan politik PMK2 Syamsudin Seknun,S.Sos.,S.H.,M.H menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah larang dilaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) tetapi pihak penyelenggara pemilu harus melihat dan sesuai fakta yang terjadi dilapangan.

“Kami tidak melarang PSU tetapi harus sesuai fakta yang terjadi dilapangan dong, jangan rekam orang di tempat lain datang lapor di Bawaslu bahwa kejadiannya di TPS, wah itu semua orang bisa,” ujarnya.(aba)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *