Kepala Bank Indonesia Papua Barat, Rut W  Eka Trisilowati, Jumat (9/4/2021). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Perekonomian Papua Barat pada 2020 terkontraksi... Bincang Bareng Media, BI – OJK, Perekonomian Papua Barat Diperkirakan Membaik di Tahun 2021

Kepala Bank Indonesia Papua Barat, Rut W  Eka Trisilowati, Jumat (9/4/2021). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Perekonomian Papua Barat pada 2020 terkontraksi sebesar-0,77% (yoy),di atas pertumbuhan perekonomian nasional (2,07%) namun menurun bila di bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang mencatat pertumbuhan positif.

‘’Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Papua Barat tahun 2021 diperkirakan membaik dan mencapai level 1, 5% s.d 2,5 % (yoy). Sehingga Perekonomian Provinsi Papua Barat diperkirakan membaik pada tahun 202,’’ ujar Kepala Bank Indonesia Papua Barat, Rut W Eka Trisilowati, dalam acara “Bincang Bareng Media”,  bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Papua Barat bersama wartawan, Jumat (9/3/2021) di Inggandi Beach Resto Manokwari, Papua Barat.

Kepala Bank Indonesia Papua Barat menyebutkan, dari Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) menujukan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha sejak triwulan I 2016 hingga triwulan I 2021 sebagian besar menunjukkan pergerakan yang searah dengan realisasi PDRB. Secara historis, pertumbuhan PDRB (qtq) dan SBT kegiatan usaha menunjukkan angka realisasi rendah pada triwulan IV 2021 dan triwulan I tahun berjalan.  PDRB triwulan II 2021 diprakirakan positif seiring berangsur normalnya aktivitas masyarakat serta membaiknya perekonomian.

Kepala BI Papua Barat, Rut W  Eka Trisilowati bersama Deputi Bank Indonesia Papua Barat, Eko Listiyono, Jumat (9/4/2021). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Inflasi Papua Barat 2020:

Rut W Eka Trisilowati menyinggung terkait Inflasi Provinsi Papua Barat sepanjang tahun 2020 terjaga padatingkat 0,71% (yoy), lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun 2019 yang mengalami Inflasi sepanjang tahun sebesar 2,68%. Tahun 2021, Inflasi Provinsi Papua Barat diperkirakan berada pada sasaran inflasi Nasional yaitu 3±1%

‘’Proyeksi inflasi Papua Barat 2021 inflasi Papua Barat tahun 2021 diproyeksikan lebih tinggi dibandingkan inflasi tahun 2020,  yaitu dalam range 3% s.d4%  (yoy) dan tetap berada dalam sasaran inflasi Nasional yaitu3±𝟏% (yoy),’’ jelas Rut W Eka Trisilowati.

Rut mengatakan, inflasi Papua Barat tahun 2021 diperkirakan lebih tinggi dibanding 2020. Inflasi ini diperkirakan meningkat seiring membaiknya daya beli masyarakat. Pemulihan ekonomi kedepan diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, menurunkan tingkat pengangguran, dan meningkatkan konskonsumsi masyarakat. Sehingga menjadi pendorong inflasi inti kedepan. Berbagai stimulus juga tetap diberikan pemerintah melalui dana PEN yang diharapkan dapat terus mendorong dan menjaga daya beli.

‘’Inflasi administer edprice diperkirakan meningkat yang disebabkan oleh komoditas antaralain tariff angkutan udara dan harga rokok.Tarif angkutan udara yang berada dalam level rendahnya pada 2020 seiring minimnya permintaan diperkirakan akan meningkat pada 2021 yang sejalan dengan optimism peningkatan mobilitas,’’ kata Rut.

Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Rut W  Eka Trisilowati, Kepala Kantor OJK Papua-Papua Barat, Deputi Kepala Perwakilan BI, Peneliti BI Papua Barat, Kepala Unit Pengawasan Sistem Pembayaran BI Papua Barat, Datje Candra S dan Kepala BNI Cabang Manokwari Maruli Ricardo, Jumat (9/4/2021). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

‘’Disamping itu, pemerintah mengumumkan peningkatan cukai rokok sebesar 12, 5% yang berlaku mulai 1 Februari 2021. Kenaikan cukai rokok ini secara bertahap akan meningkatkan tekanan inflasi kelompok ini,’’ sambung Rut.

Inflasi volatile food diperkirakan meningkat namun tetap berada dalam level yang rendah. Tingkat permintaan yang meningkat disertai dengan tingkat pasokan yang relatif lebih baik menyebabkan inflasi volatile food meningkat namun masih terjaga.Fenomena LaNina serta kondisi cuaca pada 2021 men menyebabkan u pside risk inflasi volatile food.

 Hadir dalam bincang bareng Media BI-OJK, Jumat 9 April 2021, Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Rut W  Eka Trisilowati, Kepala Kantor OJK Papua-Papua Barat, Adolf Fictor T Simanjuntak, Deputi Kepala Perwakilan BI, Eko Listiyono, Peneliti BI Papua Barat  I Wayan Yogasvara, Kepala Unit Pengawasan Sistem Pembayaran BI Papua Barat, Datje Candra S, Kepala BNI Cabang Manokwari Maruli Ricardo, Pemimpin Unit IT Channel Bank Papua Cab Manokwari Ignatius Dwi Haryanto, Asisten Manajer pemasaran dana BRI Cab Manokwari  Meny J Pandej.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *