DARI KIR: Kapolda Papua Barat, Kabaintelkam Mabes Polri, Panglima TNI, Pangdam XVIII/Kasuari, Sabtu (3/3/2021) di Gedung PKK Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN PAPUADALAMBERITA.COM.... Cerita Inspiratif Paulus Waterpauw, yang Mengaku Orang Papua, Tunjukan Kita Bisa

DARI KIR: Kapolda Papua Barat, Kabaintelkam Mabes Polri, Panglima TNI, Pangdam XVIII/Kasuari, Sabtu (3/3/2021) di Gedung PKK Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Kabaintelkam Mabes Polri) Komisaris Jenderal (Komnjen)  Pol Paulus Waterpauw, menjadi perhatian banyak orang, karena ada tiga bintang di pundak perwira tinggi Polri orang asli Papua yang mengkilap.

Baca juga: Hebatnya  Gubernur Papua Barat, Depan Panglima TNI Minta Tambah Kuota Bintara TNI AU-TNI AL Untuk OAP

Baca juga: Paulus Waterpauw: Anak-anak Papua itu Luar Biasa, Pemda Punya Tanggungjawab Dampingi Mereka

Baca juga: Luar Biasa, Gubernur Minta Kuota Bintara TNI AU, TNI AL untuk Orang Asli Papua Ditambah, Panglima TNI Jawab Ya Ditambah

Baca juga: Temui Tokoh Agama, Panglima TNI Minta Umat di Papua Barat Hindari Perpecahan dan Permusuhan

Bukan saja perkara tiga bintang keemasan itu, tetapi jabatan strategis, penting yang disandang, karena jabatan untuk melihat dan mendegar setiap sejengkal langkah dan menit ke menit prilaku anggota Polri, yaitu intelejen, satu pekerjaan rahasia dan sangat tertutup bagi siapa saja apalagi institusinya.

Orang Asli Papua asal satu kampung di Provinsi Papua Barat ini mengatakan, tugas baru sebagai orang nomor satu di intelijen Polri adalah kerja menjadi mata dan telingan bagi pimpinan.

‘’Saya sebagai kepala Intelkam sesuai dengan amanat dan kepercayaan pimpinan maka sebagai tugas menjadi mata dan telinga pimpinan,’’ ujar Kabaintelkam Mabes Polri saat mendapingi Panglima TNI kunjungan kerja di Manokwari dalam pengamanan pelaksanaan Hari Paskah, (3/4/2021) di Manokwari.

Dalam pesan pada tokoh agama,  pejabat utama Polda Papua Barat, pejabat utama TNI Kodam XVIII/Kasuari dan TNI AL kedatangannya di Manokwari sebagai upaya melihat situasi keamanan kondisi Papua ibu kota Papua Barat serta perayaan natal.

‘’Kami hadir di sini sekaligus untuk melihat,  mencermati,  perkembangan yang terjadi di wilayah-wilayah termasuk juga mengikuti berbagai kebijakan yang sudah dibuat pimpinan di pusat turun sampai ke daerah-daerah,’’ kata PW sapaan akrab Paulus Waterpauw.

‘’Bapak ibu dan saudara skalian, bapak gubernur ,  saya menyampaikan,  sekarang saya sebagai pribadi,  tetapi uga mewakili Tanah Papua sudah diberikan amanat kepercayaan dari pimpinan sebagai putra Papua yang diberikan kedudukan menjadi tingkat lebih tinggi,  jadi Kabag Intelkam dengan pangkat komisaris jenderal polisi,’’ ujar PW dalam dalam sambutan pembuka yang  disambut tepuk tangan meriah.

Kata Waterpauw, dalam penugasanya beberapa kali Ia ditujnuk ibarat sebagai orang yang membuka jalan satu daerah baru.

‘’Tentu saya tugasnya untuk membabat rumput , orang Jawa bilang babat alas,  ketika Polda Polda Papua Barat pertama dihadirkan di Manokwari, saya pertama kali juga hadir menjadi bagian dari babat alas ini,  kemudian juga menjadi Kapolda Papua Papua,  setelah itu juga dipercaya ke Sumatera Utara menjadi Kapolda, kembali lagi menjadi Kapolda Papua yang kedua kali,  dan akhirnya saat ini sudah diberikan amanat untuk diberikan menjadi kepala badan intelijen keamanan, ini tidak gampang, ‘’ jejelas PW.

Kata Paulus, bahwa semuanya itu perlu prosesnya panjang, berliku dan bertumpuk.

‘’Oleh karenanya pada kesempatan baik ini,  saya menyampaikan harapan-harapan kepada adik-adik terutama yang mengaku diri sebagai orang asli Papua. Tunjukkan bahwa kita (Papua, red) juga bias,  setuju? Jelas PW lagi-lagi disambut tepuk tangan meriah.

Empat kali menjabat Kapolda dua diantaranya jabat pada Polda yang sama (Polda Papua, red) itu luar biasa.

Kabaintelkam Mabes Polri, Panglima TNI, Sabtu (3/3/2021) di Gedung PKK Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

‘’Saya senang, bersyukur,  karena empat kali dipercaya menjadi Kapolda,  dan sekarang sudah pada puncak,  konon katanya pangkat tertinggi itu adalah bintang tiga,  kalau bapak Panglima,  Bapak Kapolri itu khusus anugerah Tuhan saja,’’ papar Waterpauw dengan senyum sambil melirik ke Panglima TNI yang berdampingan dengan gubernur Papua Barat.

Dalam perjalanan karir di kepolisian, ia memiliki banyak kisah suka, duka, dengan seabrek pengalaman Ia ingin mengingatkan leting dibawahnya dalam menjalankan karir di kepolisian madan  TNI.

‘’Harapan saya,  mulai dari Bintara bahkan Tamtama baik di TNI dan Polri juga sampai pada perwira perwira pertama,  maupun sampai ke perwira tinggi,  di sini ada Kapolda Papua Barat di Papua ada Kapolda Papua, para pejabat Irwasda, karo-karo,  direktur  bidang-bidang, teruslah bekerja dengan sungguh-sungguh, dan  dibantu dukung penuh oleh senior-senior di lingkungan TNI Polri,  terutama juga pemerintah daerah untuk memberikan sporting,  semangat,  motivasi tinggi,  agar selalu bekerja dalam koridor pendekatan yang hanya karena bekerja,’’ pesannya.

Waterpaue memberi contoh cara kerja Presiden Ir Joko Widodo, Panglima TNI, Kapolri yang terus bekerja untuk raytanya.

‘’Kita lihat contoh bapak presiden,  bapak Panglima TNI,  bapak Kapolri, mereka  terus bekerja,  bapak bapak kita ini bekerja terus dan  bekerja, ucapnya.

Melihat kinerja para pimpinan-pimpinan  negara Indonesia, harus menjadi panutan bagi warga Indonesia.

‘’Kta harusnya bekerja dua kali lipat daripada pimpinan kita,  tiga kali lipat itulah tantangannya,  oleh karenanya,  mungkin harapan saya seperti itu,  kepada adik-adik putra daerah  kita selalu beralasan bahwa perlu diperhatikan,  perlu ada afirmatif,  setuju,  negara sudah memberikan itu sungguh-sungguh afirmatif itu,’’ sebutnya.

Kabaintelkam Mabes Polri, Sabtu (3/3/2021) di Gedung PKK Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Waterpau mengatakan, tetapi adanya kerja keras yang sungguh sebagai feedback dari afirmatif,  kepercayaan, sekaligus peluang yang diberikan pimpinan kepada semua.

‘’Terkait dengan keadaan kita sekarang,  saya mau Ingatkan, bahwa kita bisa seperti ini karena perjuangan para pendahulu kita. Ssekali lagi kita bisa seperti ini karena perjuangan pendahulu kita,  jadi jangan ada yang ingkar janji,  mengatakan bahwa ini itu dan sebagainya, tutr Watarpau mengenang pada upaannya ini ini suasana gedung  PKK terasa hening menggambarkan begitu serius udangan menyimak petuah sang jenderal bintang itu.

Waterpauw melanjutkan, bahwa, karena ada orang-orang tua ada tete (kakek, red) nenek moyang kita,  ada keturunan-keturunan kita yang membuka ruang-ruang,  katup-katup kehidupan bangsa ini,  demikian juga di tanah Papua ini,  peradaban itu sudah dibuka, syukuri semuanya,  jadi tidak usah banyak nuntut,  kita manfaatkan apa yang sudah kita laksanakan,’’ sambung Waterpauw.

‘’Tadi bapak gubernur sudah menyinggung tanah ini bagai surga kecil yang jatuh ke bumi,  segalanya ada,  dari kita saja bagaimana melihatnya dan memanfaatkannya,  oleh karena,  yang saya mau Ingatkan kita semua,’’ papar Waterpauw.

‘’Keberadaan kita disini, bukan karena kita,  tetapi ada yang mendahului orang Papua mengatakan ada yang pameri  jalan,  ada yang sudah menyiapkan itu semua dalam keterbatasan – keterbatasan, sekarang dengan teknologi tinggi dan transformasi yang begitu tinggi juga dukungan dukungan dari globalisasi transportasi dan sarana prasarana yang begitu luar biasa, dibangun oleh pemerintah sekarang,  kita syukuri,  Alhamdulillah,  Puji Tuhan,’’ pesan Wataerpauw.

Ketua Penggerak PKK Ibu Mandacan meberikan bingkan kepada Kabaintelkam Mabes Polri, Panglima TNI, Sabtu (3/3/2021) di Gedung PKK Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Menurut Wapterpuw, karena semuanya itu bagian dari upaya-upaya yang mau tanamkan,  bahwa ke depan seperti yang dikatakan gubernur, bahwa kita tidak meninggalkan air,  mata tetapi tinggalkan mata air, ungapn ini sangat disetujuianya.

‘’Oleh karena itu mungkin harapan saya,  rekan-rekan yang menjadi pimpinan saat ini,  baik di pemerintahan, TNI,  Polri maupun kelembagaan, termasuk tokoh agama,  tokoh masyarakat,  tokoh pemuda,  tokoh adat,  tokoh perempuan,  dan lain sebagainya,  bekerjalah sesuai tugas pokok, fungsi dan perannya masing-masing,’’tekan Waterpauw dengan suaranya yang lantang.

Kat Dia, bekerjalah dengan sungguh,  bekerjalah dengan hati,  tidak dengan kepentingan sesaat, memang semuanya itu adalah ada kepentingan-kepentingan,  tetapi kerjalah dengan sungguh-sungguh memaknai apa yang Tuhan sudah anugrahi melalui pendahulu pendahulu .(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *