Danrindam XVIII Kasuari melakukan pembaretan pada penutupan pendidikan kejuruan tamtama di Manokwari Selatan, Sabtu (4/12/2021). PAPUADALAMBERITA. FOTO: PAPUADALAMBERITA. MANOKWARI SELATAN – Rindam XVIII Kasuari  ... Dan Rindam Kasuari Tutup Pendidikan Kejuruan Tamta

Danrindam XVIII Kasuari melakukan pembaretan pada penutupan pendidikan kejuruan tamtama di Manokwari Selatan, Sabtu (4/12/2021). PAPUADALAMBERITA. FOTO:

PAPUADALAMBERITA. MANOKWARI SELATAN – Rindam XVIII Kasuari   berhasil melaksanakan Latihan Yuddha Wastu Pramukha Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri (Dikjurta If)  Abit Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gel I TA. 2021 melalui acara penutupan di Pantai Dembek, Distrik Momi Waren, Manokwari Selatan (Mansel), Sabtu (4/12/2021).

Penutupan disertai dengan kegiatan tradisi pembaretan yang dipimpin oleh omandan Rindam XVIII Kasuari, Kolonel Inf Surya Wibawa Suparman.

Dikjurta Infanteri merupakan pendidikan spesialisasi pendidikan keahlian di bidang Infanteri. selain pembaretan juga dilakukan penyematan brevet Infanteri sebagai spesialisasi Yudha Wastu Pramukha.

dalam sambutannya, Danrindam mengingatkan kembali pesan Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa yang menekankan bahwa prajurit Kodam XVIII/Kasuari adalah prajurit yang professional.

“Prajurit Kodam Kasuari harus memiliki kemampuan yang tanggap, tanggon dan trengginas, fisik harus prima, akademik pengetahuan juga harus cerdas”ujarnya.

Ia mengatakan, latihan ini merupakan bagian yang sangat penting dan tidak terpisahkan dari perjalanan hidup seorang Prajurit Infanteri.

Selain itu tujuannya untuk memupuk jiwa korsa dan menumbuhan kebersamaan diantara sesama warga Korps Infanteri.

“Selain itu juga merupakan salah satu upaya membangkitkan nilai-nilai kejuangan para Prajurit dalam rangka mengimplementasikan segala kemampuan yang dimiliki untuk menjadi Prajurit Infanteri yang handal dan selalu berhasil dalam setiap penugasan,” ucapnya.

Ia menambahkan, ditengah pandemi Covid-19  adanya pembatasan kegiatan masyarakat serta protokol kesehatan di lingkungan TNI AD, diharapkan hal tersebut tidak mengurangi esensi latihan dan nilai-nilai tradisi.

Danrindam juga menjelaskan semboyan “Yuddha Wastu Pramukha” mengandung arti Sebagai Pelaksana Pertempuran Terdepan dan Menjadi Penentu Kemenangan dalam Pertempuran Darat.

“Setiap prajurit Infanteri harus mampu menjaga dan memelihara kemampuan profesionalisme prajurit Infanteri yang handal sebagai kemampuan perorangan yang harus dipertanggungjawabkan”tuturnya..

Ia berpesan kepada prajurit untuk menjaga dan memelihara kebugaran fisik agar prima dan siap melaksanakan tugas setiap saat, tangkas dihadapkan kepada aspek medan di lapangan.

“Tingkatkan kemampuan bernavigasi dan bermanuver bertempur perorangan, kelompok dan satuan, tingkatkan kemampuan menembak dengan benar dan handal serta pertajam kemampuan pertempuran perorangan sebagai prajurit petarung,” katanya.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wadan Rindam XVIII Kasuari, para Perwira Staf Rindam XVIII/Kasuari dan Forkopimda Manokwari Selatan.(rls/tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *