fbpx
Deputi Team Leader Ekonomi Hijau Alex Rumaseb yang ditemui wartawan Selasa (27/10/2020) di Mansinam Beach Hotel Manokwari. PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun PAPUADALAMBERITA.COM.  MANOKWARI –... Deputi Ekonomi Hijau, Kualitas Rumput Laut Wondama Melebihi Rumput Laut Madura

Deputi Team Leader Ekonomi Hijau Alex Rumaseb yang ditemui wartawan Selasa (27/10/2020) di Mansinam Beach Hotel Manokwari. PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun

PAPUADALAMBERITA.COM.  MANOKWARI – Nama Provinsi Papua Barat terdongkar lagi dari biota yang satu ini asal Kabupaten Teluk Wondama. Karena kualitas pruduksi terbukti berkualitas membuat pengusaha asal Jawa Timur, UD Nadiva Surabaya mengucurkan dana dengan sistim bagi hasil untuk  berinvestasi bersama petani rumput laut Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Teluk Wondama.

Baca juga: Gubernur Lepas Pengapalan Perdana Rumput Laut Kering Olahan Orang Asli Papua ke Surabaya

Tidak tangung-tanggung, Selasa (27/10/2020) Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan secara resmi melakukan pengkapalan perdana 20 ton rumput laut kering asal Teluk wondama ke Surabaya Jawa Timur.

Deputi Team Leader Ekonomi Hijau Alex Rumaseb pun mengakui jika rumput laut kering yang dikelola petani Kabupaten Teluk Wondama lebik berkualitas dari rumput laut yang dikelolah petani Madura, Jawa Timur.

Rumput laut kering olahan Orang Asli Papua Kabupaten Teluk Wondama siap dikirim ke Surabaya Jawa Timur, Selasa (27/10/2020). PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun

‘’Berbeda rumput laut Wondama dan Surabaya di Madura, 100 kg basah di Wondama menjadi kering dapat 30 kg, tetapi kalau di Madura Surabaya dari 100 kilo dia menyusut 16%,  Wondama lautnya bagus jadi dia tumbuh bagus,’’ jelas Alex Rumaseb kepada wartawan, Selasa (27/10/2020) di Mansinam Beach Manokwari.

Alex mengatakan, kenapa rumput laut kering asal Teluk Wondama menjadi bagus? Karena memiliki kualitas air bagus,  jadi dia punya berat sampai kering baratnya masih banyak.

Selama ini program komoditi  ada, Papua punya , karena rantai itu putus,  selalu orang promosi bilang Papua punya ini, Papua punya ini, punya komoditi, Papua yang punya tetap miskin jadi sekarang disambung rantai .

Untuk pengiriman perdana pad Selasa masih sebatas ke Surabaya melalui UD Madiva, karena tertahan COVID-19, rumpat laut belum diekspor ke luar negeri.

‘’Tetapi kita sudah bicarakan dengan Pelindo Manokwari mereka bisa ekspor langsung  ke luar negeri tidak lagi melalui perantara. Kontainer nya didatangkan langsung ekspor ke luar negeri dan peluang itu ke depan ada, untuk pengiriman keluar belum karena masih melayani pasar dalam negeri .

Direktur UD Nadiva, H Siaruddin ditemui wartawan seusai pengiriman perdana rumput laut kering dari Manokwari ke Surabaya, Selasa (27/10/2020). PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun

Direktur UD Nadiva, H Siaruddin seusai pengiriman perdana kepada wartawan mengatakan, Ia ingin kolaborasikan apa yang ia dapatkan di Jawa Timur untuk diberikan kepada masyarakat Papua Barat dan ini (komoditi rumput laut kering, red) adalah harta besar yang belum dikembangkan dengan baik.

‘’Harapan saya,  saya datang ke sini kepada keluarga besar yang ada di Wondama, setelah saya melihat ini potensi kita kerjakan jadi Alhamdulillah kita sudah sama-sama (masyarakat, red) bekerja dan fakta berbicara masyarakat disini mampu bekerja seperti ini (menjadi petani rumput laut, red),’’ ujar Sairuddin kepada wartawan yang mengaku membuka usahanya di Wondama, Jawa Timur dan Makassar.

Pengusaha “arek-arek” Suroboyo ini menjelaskan bahwa karena masih pandemic COVID-19, perusahaannya tidak melakukan ekspor rumput laut kering ke luar negeri dan masih melayani kebutuhan dalam negeri yaitu pabrik-pabrik dan industri.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!