PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Tinggal 47 hari lagi terhitung dari 2 Maret 2019, pemilihan umum memilih presiden/wakil presiden, memilih anggota DPR RI, DPD RI, DPRD... Hasil Simulasi KPU di Manokwari: Waktu Tercepat Pencoblosan 04,00 Menit
KAPOLDA Papua Barat saat membuka rapat koordinasi simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS Pemilu 2019, di Manokwari, Sabtu (2/3/2019). FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Tinggal 47 hari lagi terhitung dari 2 Maret 2019, pemilihan umum memilih presiden/wakil presiden, memilih anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Propinsi, DPRD Kabupaten/kota digelar.

Polda Papua Barat, KPU Papua Barat dan Bawaslu Papua Barat berkordinasi melakukan simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS dalam Pemilu 2019 yang di gelar KPU Kabupaten Manokwari.

Simulasi mencatat durasi waktu yang di butuhkan satu orang peserta pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tercatat sekita 04,00 menit.

Simulasi digagas Polda Papua Barat digelar setelah Rapat Koordinasi Sosialisasi dibuka Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs Rudolf Alberth Rodja, hadir Ketua KPU Papua Barat, Ketua Bawaslu Papua Barat, partai peserta Pemilu, tim sukses dua pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Simulasi digelar di Swiss BelHotel Manokwari Kamis (2/3/2019) menampilkan sekitar 12 adegan tahapan pencoblosan, berawal dari TPS dibuka mulai pukul 07.00, pendaftaran pemeriksaan kotak suara oleh petugas KPPS dan para saksi.

Kapolda Papua Barat, Wakapolda Papua Barat, Kabinda Papua Barat, MRP, Ketua KPU Papua Barat, Ketua Bawaslu Papua Barat, perwakilan mahasiswa, PJU Polda Papua Barat serta Kapolres se Papua Barat ikut memantau adegan per adegan jalannya simulasi.

Berawal dari petugas KPPS membuka TPS peserta pemilu melakukan tahapan pencoblosan yang dicatat tim waktu simulasi Polda Papua Barat melalui pencatat waktu pada tayangan layar lebar.

SIMULASI pencoblosan yang digelar KPU Kabupaten Manokwari, Sabtu (2/3/2019) di Manokwari. FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com

Simulasi juga menampilkan adegan peserta pemilih penyandang distabilitas, ada pemilih buta aksara, ada pemilih tidak memiliki identitas seperti KTP tapi berdomisili sebagai warga di TPS tersebut.

Bahkan simulasi menampilakn pemilih ganda yang sudah mencoblos di TPS lain namun mau mencoblos lagi.

Kapolda Papua Barat dalam arahnya pada pembukaan rapat koordinasi mengatakan, tujuan dari kegiatan ini supaya ketua-ketua partia, tim sukses, KPU, Bawaslu keamanan dapat melihat dengan baik apa yang harus dipersiapkan nanti pada saat pencoblosan.

‘’Kami mengundang bapak ibu sekalian untuk menyamakan prespsi dalam menghadapi Pemilu supaya Pemilu di Papua Barat berjalan lancar, aman dan damai,’’ jelas Kapolda.

Kapolda mengatakan pelaksanaan pemilu tinggal 47 hari lagi ini, persiapan KPU sampai dimana Bawaslu sampai dimana.’’Saya hadirkan para kapolres supaya mereka kembali melakukan koordinasi pengamanan dengan baik di daerah masing-masing,’’ ujar Kapolda.

Kapolda menjelaskan, untuk surat suara Pilpres 2019 berukuran 18 x 28 cm. desain surat suara Pilpres  dan DPD RI memakai foto calon sedangkan  surat suara Pemilu untuk anggota DPR RI, DPRD Propinsi, Kabupaten/kota ukuran 51 x 82 cm, surat suara pemilu berbentuk lembaran empat persegi panjang yang terdiri atas dua bagian yaitu bagian luar dan bagian dalam dan tidak terdapat foto calon anggota.

Walaupun Bawaslu RI masih menaruh Papua Barat sebagai propinsi yang pelaksanaannya pemilunya paling rawan, tetapi sampai hari ini Papua Barat  aman dan damai.

‘’Ternyata mereka mengambil data 2015 di Bintuni ada PSU, penggunaan noken dan letak lokasi TPS sangat jauh dan ditempuh dengan perhubungan udara,’’ urainya.

Yang membuat Papua Barat masuk dalam katagori rawan yaitu karena di Kabupaten Wondama ada enam TPS cukup rawan, di Kabupaten Kaimana ada Sembilan TPS rawan. ‘’Ini indicator-indikator yang dibuat Bawaslu RI kepada kita di Papua Barat, ‘’ jelas Rodja.

Tapi sampai hari ini Papua Barat man. ‘’Kita harus patahkan dari rawan menjadi aman,’’ paparnya.

Diakhir arahnya Kapolda mengimbau semua partai peserta Pemilu dan masyarakat agar laporkan ke polisi apabila ada anggota Polri tidak netral, laporan disertai dengan bukti foto dan rekaman video. Ketua KPU Papua Barat Amus Atkana mengatakan, simulasi yang digelar untuk Polda Papua Barat melihat dimana potensi kerawanan yang terjadi. ‘’Sehingga nanti peran polisi ada di situ, kami apresiasi Polda Papua Barat, harapan kami dengan kegiatan ini bisa meningkatkan angka partisipasi dari pemilih di Papua Barat, ‘’ ujar Ketua KPU kepada wartawan di ditempat yang sama.

KETUA KPU Papua Barat yang ditemui wartawan disela-sela pelaksanaan simulasi pencoblosan di Manokwari, Sabtu (2/3/2019). FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com


Kata Amus, KPU Kabupaten dan kota juga akan melaksanakan 10 kali simulasi pencoblosan dan penghitungan suara, menyingung logistik pemilu untuk Kabupaten Bintuni dengan kondisi jalan yang tergantu pada cura hujan, Amus menjelaskan, semua logistik telah tiba di Bintuni.

‘’Logistik tidak balik ke propinsi, yang balik hanya formuli dua sampai tiga rangkap dan KPU nanti akan mengambil C2 plano yang discaner dari Bintuni ke KPU RI. Jadi kita tidak perlu lagi memakai mobil banyak untuk mengangkut surat suara. Surat suara akan tertampung di gudang dan nanti aka ada petunjuk lebih lanjut dari tata kelola Badan Milik Negara (BMN).(tam)



No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *