Kasi Intel Kejaksaan Negeri Fakfak, Pirly  Maxon Momongan, SH. Senin 15 Maret 2021. FOTO : RICO LET’s./papuadalamberita.com.  PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Kasus pembunuhan yang terjadi... Jaksa Peneliti Nilai Berkas Kasus Pembunuhan di Kampung Sekru Fakfak Belum Terpenuhi Unsur

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Fakfak, Pirly  Maxon Momongan, SH. Senin 15 Maret 2021. FOTO : RICO LET’s./papuadalamberita.com. 

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Kasus pembunuhan yang terjadi pada 14 Desember 2020 di Kampung Sekru Distrik Pariwari Kabupaten Fakfak Papua Barat hingga saat ini belum bergulir ke Pengadilan Negeri Fakfak.

Kurang lebih tiga bulan (Januari – Maret) kasus dugaan pembunuhan yang menimpa korban AS (51) berkas perkaranya masih mondar mandir dari penyidik Polres Fakfak ke Kejaksaan Negeri Fakfak.

Terkait dengan belum pelimpahan berkas perkara kasus pembunuhan sadis tersebut ke Pengadilan Negeri Fakfak, Senin (15/3/2021), papuadalamberita.com. mendatangi Kejaksaan Negeri Fakfak guna mengkonfirmasi perkembangan penanganan kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan pelaku AS (28) kepada pamannya yang juga berinisial AS (51).

Melalui Kasi. Intel Kejaksaan Negeri Fakfak, Pirly Maxon Momongan, S.H yang didampingi, Jaksa peneliti, Ranti Butar – Butar, SH, mengatakan, berkas perkara kasus pembunuhan korban AS (51) yang terjadi di Kampung Sekru Pariwari Fakfak Papua Barat pada  pertengahan bulan Desember 2020 belum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Fakfak karena Jaksa peneliti berkas tersebut menilai ternyata fakta – fakta belum terpenuhi sesuai pasal 338 KUHP dan pasal 351 ayat (3).

“Setelah berkas perkaranya diteliti ternyata fakta – fakta belum terpenuhi dari unsur pasal 338 KUHP dan 351 ayat (3) KUHP”, tutur lelaki berdarah Minahasa Selatan (Minsel) Sulawesi Utara (Sulut), Pirly Maxon Momongan, SH, yang akrab disapa Pirly.

Menurut Kasi. Intel Kejari Fakfak, Pirly Momongan, atas kekurangan fakta – fakta yang belum terpenuhi tersebut, Jaksa Peneliti, Ranti Butar – Butar, telah mengembalikan berkas perkaranya untuk dilengkapi sesuai petunjuk namun penyidik Polres Fakfak belum melengkapi sesuai petunjuk Jaksa peneliti.

“Hasil ekspose perkara secara internal Kejaksaan Negeri Fakfak, bukti – bukti masih kurang sehingga harus dilengkapi penyidik Polres Fakfak, bila nantinya penyidik telah melengkapi sesuai petunjuk barulah kasus ini masuk dalam tahap P.21 (pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap)”, tutur Pirly Momongan, SH, kepada papuadalamberita.com. di ruang kerjanya.

Namun hingga saat ini berkas perkara kasus pembunuhan yang dilakukan ponakan (AS 28) terhadap pamannya AS (51) yang terjadi pada 14 Desember 2020 dan jenasah korban ditemukan pada 16 Desember 2020 masih dalam tahap P.19 (pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi).

Kasus pembunuhan yang diduga bermotif persoalan rumah dan kebun pala yang membuat pelaku AS (28) nekat menebas leher pamanya AS (51) hingga leher korban terpisah dari badan kini sedang dalam perbaikan penyidik Polres Fakfak sesuai dengan petunjuk Jaksa peneliti.(RL 07)

 

 

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *