Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Dr Tornagogo Sihombing saat press release akhir tahun Polda Papua Barat, Selasa (29/12/2020) di Arfak Conventions Hall Polda Papua... Kapolda Papua Barat Sebut Ini Saat Press Release Akhir Tahun

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Dr Tornagogo Sihombing saat press release akhir tahun Polda Papua Barat, Selasa (29/12/2020) di Arfak Conventions Hall Polda Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAMMADUBUN

Kapolda Papua Barat (tegah) didampinggi Wakapolda, Irwasda, Karops dan Kabid Humas Polda Papua Barat saat press release akhir tahun Polda Papua Barat, Selasa (29/12/2020) di Arfak Convention Hall Papolda Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Dr Tornagogo Sihombing, SIK, MSI memimpin press release akhir tahun 2020, Selasa (29/12/2020) di Arfak Convention Hall Polda Papua Barat.

Press release kinerja Polda Papua Barat disampaikan Kapolda didampingi Wakapolda, Brigjen Pol Petrus Patrige Renwarin, SH, MSI, Irwasda, Kombes Pol Agus Budi Karyanto, Karo SDM, Kombes Pol Tri Atmojo, Kabid Humas, AKBP Adam Erwindi, SIK, MH, pejabat utama Polda Papua Barat, Kapolres Manokwari, AKBP Dadang Kurniawan, pimpinan media, serta wartawan pos Polda Papua Barat.

Kapolda Papua Barat mengatakan, press release kinerja Polda Papua Barat selama 2020 sebagai bentuk transparansi Polri kepada masyarakat dari hasil kinerja kepolisian dalam setahun.

‘’Press release setiap tahun dilaksanakan secara transparan menyampaikan berbagi laporan terkait operasional Polri, wartawan dapat meliput  kinerja Polda Papua Barat tahun 2020 dalam melakukan kegiatan pembinaan dan operasional,’’ sebut Kapolda Papua Barat.

Kapolda mengatakan , tahun 2020 berbeda dari tahun sebelumnya,  karena tahun 2020 tidak ada yang menyangka akan wabah COVID – 19.  Ini mempengaruhi kegiatan Polri, bukan hanya di Papua Barat tetapi seluruh Polda mengalami hal yang sama.

‘’Kita (Polri, red) konsentrasi percepatan penanganan COVID 19, COVID-19 adalah ancaman kesehatan manusia.  Kita tidak terlepas dari dampak COVID-19,  kegiatan kepolisian berpengaruh terhadap setiap kegiatan operasional, ’’ sebut Irejn Pol Tornagogo.

Ia mengatakan, akbita COVID -19 berpengaruh dengan pengungkapan kasus,  proses penyidikan, tindak pidana dan proses pembinaan,  proses pengawasan terhadap kegiatan penyelidikan dan penyidikan.

Kapolda Papua Barat, Wakapolda, Irwasda, serta pejabat utama Polda Papua Barat seusai press release akhir tahun, Selasa (29/12/2020) di Arfak Convention Hall Polda Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Sehingga tahun 2020,  kata Kapolda, Polri mewaspadai terjangkitnya COVID-19 dalam proses anggota melakukan penyelidikan maupun penyidikan saat pemeriksaan saksi maupun tersangka.

‘’Jumlah anggota Polda dan Polres sesuai Daftar Susunan Personil (DSP) Polda Papua Barat seharusnya 7.419, namun rilnya hanya 3.505, ini masih kurang 3.914 personil,’’ ujar Kapolda dalam rilisnya kepada wartawan.

Terkait ganguan Kamtibas di Polda Papua Barat dan Polres-polresnya, pada tahun 2019 total 3.939, tahun 2020 4.621, trend meningkat delapan persen. Gangguan Kamtibmas itu terdiri dari kejahatan pada tahun 2019, 3.819, tahun 2020 4.156 ternd kenaikan sembuilan persen. Pelanggaran tahun 2019 78, tahun 2020  71 trend penurunan sembilan persen. Gangguan pada tahun 2019 41, pada tahun 2020 34 tren menurun 17 persen. Bencana pada tahun 2019 dua, tahun 2020 tidak ada trend menurun 100 persen.

Crime total kejatahan pada Polda Papua Barat 2019 dan 2020, kejahatan konvensional tahun 2019, 3.677 kasus, tahun 2020 3. 890 kasus, trend kenaikan enam persen, kejahatan transnasional tahun 2019, 117 kasus, tahun 2020, 209 kasus, trend kenaikan79 persen, kejahatan terhadap kekayaan negara pada tahun 2019, 20 kasus, pada tahun 2020, 55 kasus, trend kenaika, 79 persen, kontijensi pada tahun 2019, empat kasus, tahun 2020 dua kasus, trend kenaikan50 persn, sehingga total kejahatan pada tahun 2019 3.818 kasus, pada tahun 2020, 4.156 kasus trend kenaikan sembilan persen.

Sedangkan analisa dan evaluasi Crime Clearance (CC) tahun 2019 dan 2020 mengalami penurunan 18 persen daro total kasus yang terjadi pada tahun 2019, 1.535 kasus dan 20201.260.

Berkaitan dengan lalu lintas pada tahun 2020 di wilayah hukum Polda Papua Barat, bahwa terjadi kecelakaan lalu lintas pad atahun 2019 348 kasus, tahun 2020 427 naik 23 persen, meninggal dunia 127 orang pada tahun 2019, tahun 2020 yang meninggal dunia 102 orang mengalami penurunan 20 persen.

Luka berat akibat kecelakaan lalu lintas tahun 2019, 250 orang, tahun 2020 144 orang, turun 42 persen. Luka ringan di tahun 2019, 550 orang, tahun 2020, luka berat 343 orang, kerugian matrial pada tahun 2019  akibat laka lantas, Rp3.9886.900.000, tahun 2020 1.904.573.00, kerugian matrial mengalami penurunan 52 persen.

Untuk pelanggaran lalu lintas yang ditilang pada tahun 2019, 7.510 orang, tahun 2020, 257 orang, mengalami penurunan 87 persen, teguran di tahun 2019, 10.168 orang, tahun 2020, 861 orang, mengalami penurunan 92 persen.

Kapolda Papua Barat, Wakapolda, pejabat utama Polda Papua Barat bersama wartawan seusai press release akhir tahumn, Selasa (29/12/2020) di Arfak Convention HAll, Polda Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Menurut Kapolda Papua Barat, untuk tindak pidana  yang ditangani Direktorat (Dit) Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Papau Barat pada selama tahun 2019 Crime Total (CT) 40 kasus, Crime Clerence (CC) 17 kasus turun 42 persen, pada tahun CT 47 kasus, CC 27 kasus turun 70 persen. Trend penambahan CT 17 persen, CT 59 persen.

Sedangkan tindak pidana korupsi yang ditangani Polda Papua Barat dan Polres serta jajarannya pada tahun 2020, 28 kasus, dengan kerugian negara, Rp22.738.245.170,82, yang berhasil diselamatkan Rp1.159.197.461,00.

Penangan kasus narkoba ditangani Ditresnarkoba  Polda Papua Barat dan Polres jajarannya tahun 2020 adalah: Sabu-sabu 878,62 gram, ganja 7. 836, 21 gram, Minuman keras (miras) pabrik 2.016 botol vodka,  24 botol whisky dan 120 kaleng bir bintang. 123 Miras  lokal,  488 liter miras lokal, 800 liter bahan baku.

Lanjutnya, untuk Direktorat kriminla umum (Ditkrimum) Polda papua Barat serta jajarannya dalam penaganan kasus pada tahun 2019 untuk Crime Total (CT) 3.133 kasus, Crime Clearance (CC) 1.507. Pada tahun 2020 CT 3.763, CC 2.087, sehingga  trend CT bertamba  20% dan trand CC bertambah 38%.

Dalam Pelanggaran dan ketertiban anggota Polda papua Barat serta Polres jajaran pada tahun 2020 adalah sebagai berikut:  disiplin pada tahun 2019 41 kasus, tahun 2020 55 kasus kenaikan 30 persen, pelanggaran kode etik profesi pada tahun 2019 30 kasus, tahun 2020 74 kasus naik 146 persen, sehingga total 2019 71 kasus, tahun 2020, 131 kasus, mengalami kenaikan 84,50 persen.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *