Sekda Kabupaten Fakfak, Drs. Ali Baham Temongmere, MTP, Saat Konfrensi Pers Usai Rapat Evaluasi Gugus Tugas Covid -19 Kabupaten Fakfak di Gedung Winder Tuare.... Kasus Suspek Covid -19 Meningkat, Sekda Fakfak, Ali Baham Temongmere : Ini Langkah Yang Akan Diambil Pemkab Fakfak

Sekda Kabupaten Fakfak, Drs. Ali Baham Temongmere, MTP, Saat Konfrensi Pers Usai Rapat Evaluasi Gugus Tugas Covid -19 Kabupaten Fakfak di Gedung Winder Tuare. Jumat 13 April 2020. FOTO : RICO LET’s./papuadalamberita.com.

Sekda Fakfak, Drs. ALi Baham Temongmere, MTP, Didampingi Jubir Pemkab Fakfak Covid -19, Ketika Konfrensi Pers di Gedung Winder Tuare. Jumat 13 November 2020. FOTO : RICO LET’s./papuadalamberita.com.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Naiknya angka suspek Covid -19 di Fakfak termasuk dugaan adanya transmisi lokal yang mengakibatkan satu pasien suspek Covid -19 meninggal dunia pada Jumat (13/11/2020) membuat gugus tugas percepatan penanganan corona virus disease 2019 (Covid -19) Kabupaten Fakfak menggelar rapat terbatas.

Usai rapat terbatas tim yang dipimpin langsung, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Kabupaten Fakfak, Dr. Mohammad Uswanas, M.Si, ada beberapa kebijakan baru yang akan diambil.

Usai rapat terbatas yang berlangsung di gedung Winder Tuare Fakfak, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19, melalui Sekda Fakfak, Drs. Ali Baham Temongmere, MTP, yang juga ketua harian pelaksana gugus tugas percepatan penanganan Covid -19 Fakfak, didampingi jubir Pemkab Fakfak Covid -19, dr. Subhan Rumoning, Sp.PD, melaksanakan konfrensi pers dengan beberapa awak media.

Dalam konfresi pers yang berlangsung Jumat malam (13/11/2020) sekitar jam 23.00 WIT, Drs. Ali Baham Temongmere, MTP, mengatakan, dalam rapat evaluasi tim gugus tugas Covid -19 Kabupaten Fakfak ada beberapa langkah yang diambil untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Beberapa langkah yang akan diambil yakni Pertamana : konsolidasi di lingkup internal kesehatan guna penanganan dan pencegahan transmisi lokal virus tersebut hingga ke tingkat Puskesmas karena itu akan dilakukan rapat terpadu dengan tim kesehatan guna membahas langkah – langkah tekhnisnya.

Kedua : beberapa aktivitas yang dikuatirkan dapat berdampak pada transmisi lokal Covid -19 di Kabupaten Fakfak maka Pemerintah Kabupaten Fakfak akan mengeluarkan surat keputusan Bupati Fakfak terkait dengan WFH (Work From Home) atau bekerja dari rumah baik OPD di lingkup Pemda Fakfak termasuk dihimbau kepada instansi vertikal baik Kepolisian dan Kodim 1803 Fakfak untuk bekerja dari rumah selama 14 hari dan  diharapkan akan berlaku pada 17 November 2020 nanti.

Dalam masa WFH selama 14 hari, kantor – kantor dan fasilitas umum lainnya akan dilakukan penyemprotan disinfektan guna membunuh virus Corona yang diduga telah beredar di Fakfak dalam kondisi transmisi lokal ini, termasuk melengkapi fasiltas tempat cuci tangan di tempat – tempat umum, tandas Sekda Fakfak, Drs. Ali Baham Temongmere, MTP yang juga sebagai ketua harian pelaksana tugas Covid -19 Fakfak.

Ketiga : terkait dengan adanya salah satu pegawai Tata Usaha SMA Negeri I (satu) Fakfak yang dilaporkan suspek Covid -19, maka keputusan untuk belajar dari rumah bagi sekolah – sekolah selama 14 hari juga akan resmi di putuskan dalam surat keputusan Bupati yang nantinya di terbitkan pada 17 November 2020.

Keempat : terkait dengan penyebab lain penyebaran Covid -19 Kabupaten Fakfak adalah terkait dengan transportasi maka Pemerintah Kabupaten Fakfak akan membatasi lagi transportasi masuk Fakfak, dimana angkutan laut kapal – kapal pelni untuk penumpang dan yang boleh dijinkan masuk Fakfak dengan penumpang  hanya pesawat udara dan kapal cepat Express Belibis melalui Sorong, “Pemda hanya buka satu pintu masuk hanya lewat Sorong melalui pesawat dan kapal express belibis”.

Sedangkan untuk penumpang keluar dari Fakfak tidak dibatasi dan dapat bepergian dengan kapal – kapal putih milik PT. Pelni yang masuk Fakfak tanpa penumpang namun keluar Fakfak boleh dengan penumpang dan kbijakan ini juga berlaku untuk 14 hari kedepan sejak terbitnya keputusan Bupati pada 17 Agustus 2020 nanti dan setelah itu akan dievaluasi kembali.

Kelima : dalam massa ini Pemerintah Kabupaten Fakfak akan kembali membenahi seluruh tempat karantina terpusat yang ada di Balai Diklat Pemkab Fakfak maupun di BLK Fakfak bahkan Pemkab Fakfak berencana akan mencaru atau menggunakan tempat penginapan yang tepat bagi pasien terkonfirmasi positif Covid -19 maupun yang terkonfirmasi reaktif rapid testnya.

Keenam : terkait dengan peratran Bupati tentang  penegakan disipilin bagi pelanggaran Covid -19, dalam waktu dekat tim gugus tugas Covid -19 akan melakukan pengendalian ditempat – tempat umum agar masyarakat bisa patuh melaksanakan protokol kesehatan Covid -19 dan yang tidak patuh akan dikenakan sanksi yang diatur dalam pertauran Bupati tersebut.

“Dalam operasi nanti bila ada pelanggaran – pelanggaran terkait protokol Covid -19 maka akan dilakukan tindakan tegas bagi mereka yang melanggar dan tidak patuh melaksanakan protokol kesehatan Covid -19”, tutup Ali Baham Temongmere, saat konfrensi pers.(RL 07)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!