Program kebun asimilasi, Lapas Sorong. PAPUADALAMBERITA. FOTO: LAPAS SORONG PAPUADALAMBERITA. SORONG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sorong melakukan pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)... Kebun Asimilasi, Wujud Program Lapas Sorong untuk Warga Binaan Pemasyarakatan

Program kebun asimilasi, Lapas Sorong. PAPUADALAMBERITA. FOTO: LAPAS SORONG

PAPUADALAMBERITA. SORONG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sorong melakukan pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) seperti diamanatkan dalam Permenkumham Nomor 35 Tahun 2018 tentang revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan.

Program kemandirian diantaranya tempat gunting rambut (barbershop), bengkel motor dan mobil, cucian motor dan mobil, bercocok tanam menggunakan media hidroponik, kolam ikan dan kebun asimilasi yang melibatkan peran dari skill dari WBP itu sendiri.

Untuk program kebun asimilasi, Lapas Sorong telah melakukan pada 26 Oktober 2020 lalu dengan menyewa lahan seluas enam hektar di Bambu Kuning, Kilometer 12 Masuk, Kota Sorong dengan kontrak lima tahun untuk diolah menjadi lahan kebun asimilasi.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sorong, Gustav Rumaikewi mengatakan, bahwa semua aktivitas dalam area seperti membersihkan lahan, mencangkul tanah, menanam bibit sayuran dan buahan, memberi pupuk, menyiram sayuran dan buahan, merawat dan menjaga hingga masa panen semuanya dilakukan para WBP asimilasi yang dibimbing dan pengawasan petugas Lapas Sorong.

“Jadi memang Warga Binaan yang ditempatkan di Kebun Asimilasi ini memang mereka luarbiasa. Mereka punya keahlian yang luarbiasa. Jadi, mereka (WBP) ini berasal dari tempat asal yang berbeda-beda, dimana karakter pola pertanian mereka berbeda-beda. Cara mengolah tanah dan menanam itu berbeda, tapi disini mereka disatukan, mereka saling mengisi dan saling belajar,“ jelas Kalapas disela-sela kunjungannya ke Kebun Asimilasi.

Kalapas Sorong, Gustav Rumaikewi. PAPUADALAMBERITA. FOTO: LAPAS SORONG

Kebun asimilasi membawa angin segar bagi Lapas Sorong , WBP dan warga disekitar area kebun, dimana untuk hasilnya sendiri, Lapas Sorong telah berhasil memanen sayuran dan buahan seperti semangka, melon, terong, sawi, kangkung dan komoditas lainnya dalam jumlah banyak untuk dikonsumsi dan dijual ke warga sekitar dan pengepul.

Melihat masih ada lahan kosong yang belum digunakan, Kalapas berujar kedepannya Lapas Sorong akan mencoba untuk menghadirkan budidaya tambak ikan air tawar sehingga tidak ada lahan yang terbuang sia-sia.

Kalapas mengajak pimpinan tinggi di UPT Pemasyarakatan yang ada dibawah naungan Kanwil Kemenkumham Papua Barat untuk memahami pola sistem pembinaan yang tertuang didalam Permenkumham Nomor 35 Tahun 2018 tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan sehingga UPT Pemasyarakatan di Papua Barat dapat menorehkan tiinta emas dalam perjalanan Kementerian Hukum dan HAM.

“Saya berharap untuk teman-teman di UPT lain mari kita pelajari pemasyarakatan ini dengan baik. Karena setelah didengungkannya Permen 35 terkait revitalisasi pemasyarakatan itu jangan sampai teman-teman kaku pada pola sistem pembinaan yang lama,’’ ujarnya.

‘’Yang menjadi acuan adalah pentahapan dari masa pidana tetapi dengan adanya revitalisasi itu lebih melihat kepada perilaku daripada para warga binaan. Namun harus melalui assesment oleh PK dari Bapas.“, harapnya.(tam)

 

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *