Alfonsina Marthina Tapotubun Welly Angela Riry Opini:  Alfonsina Marthina Tapotubun1), Welly Angela Riry2),  1)Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura, 1) Dosen Fakultas... Ledakan Teknologi Pendidikan: Peluang dan Tantangan Peningkatan Kualitas Pendidikan
Alfonsina Marthina Tapotubun

Welly Angela Riry

Opini:  Alfonsina Marthina Tapotubun1), Welly Angela Riry2),  1)Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura, 1) Dosen Fakultas Hukum, Universitas Pattimura, Email: am.tapotubun@gmail.com; angela.riry@gmail.com

PAPUADALAMBERITA.COM. AMBON – Pendidikan dalam arti luas sesuai amanat Undang-undang nomor 20 tahun 2003 pasal 12 ayat 1 adalah pendidikan formal, non formal dan informal.  Pendidikan formal merupakan jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yaitu pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

Pendidikan non formal merupakan aktivitas pendidikan yang terorganisir dan berlangsung sendiri atau sebagai bagian dari kegiatan yang lebih luas di luar sistem pendidikan formal.  Pendidikan informal adalah kegiatan belajar individu di dalam keluarga atau lingkungan tertentu yang dilaksanakan dengan bertanggung jawab.

Berdasarkan pengertian dan ruang lingkup pendidikan seperti yang disebutkan di atas maka semua elemen masyarakat sesungguhnya juga merupakan waadah pendidikan yang bertanggung jawab melakukan usaha sadar dan terencana agar peserta didik atau pembelajar dapat mengembangkan potensinya dan mempersiapkan dirinya bersaing di pasar kerja.  Saat ini teknologi pendidikan berkembang pesat seiiring dengan perkembangan teknologi digital yang sangat cepat sehingga literasi digital menjadi kebutuhan utama yang tidak dapat dihindari.

Perkembangan pendidikan berhubungan erat dengan perubahan tingkat peradaban manusia. Peradaban manusia mengalami selalu perubahan dan peningkatan mulai dari primitif, agraris, industri dan sampai digital.  Saat ini peradaban manusia telah memasuki era digital dan tergolong sebagai masyarakat digital atau masyarakat informasi dan peradaban ini telah mempengaruhi semua level dan dan jalur pendidikan.

Pemerintah sangat berkepentingan meningkatkan kualitas pendidikan nasional namun pada saat yang bersamaan masa pandemic covid-19 melanda semua sendi-sendi kehidupan dunia termasuk bangsa Indonesia. Pemutusan rantai penyebaran covid-19 membutuhkan komitmen bersama maka belajar dari rumah perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan kualitas proses belajar mengajar.

Kebijakan pemerintah untuk meliburkan sementara proses belajar mengajar tatap muka langsung di sekolah-sekolah dan kampus-kampus dan mengalihkannya dengan metode pendidikan jarak jauh (PJJ) merupakan upaya memutuskan rantai penyebaran covid-19.

Di pihak lain hal ini sekaligus menjadi sarana mempersiapkan pelaku pendidikan untuk memanfaatkan teknologi digital yang telah mengglobal ini untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan penguasaan teknologi pendidikan pada semua level baik pendidikan formal, nonformal dan informal.  Sekolah atau kuliah dari rumah membutuhkan kesadaran yang tinggi untuk melaksanakannya secara benar dan bertanggung jawab.

Pembelajar (setiap orang yang ingin meningkatkan kualitas hidupnya) yang tangguh akan selalu punya cara untuk meruntuhkan tembok keterbatasan dan  bergerak menerobos peradaban dunia tanpa meninggalkan karakteristik budaya dan rohaninya.  Kegigihan atau ketangguhan mengeksplorasi talenta dan juga ketrampilan yang diperoleh melalui keseriusan belajar akan mendapatkan hasil yang maksimal pada masa yang akan datang.

Salah satu tantangan penerapan teknologi pendidikan yang cukup serius yaitu masih terdapat masyarakat pada wilayah yang jangkauan internet tidak stabil bahkan belum terjangkau internet.  Hal ini merupakan  tantangan yang tidak ringan yang harus disikapi secara bijak baik oleh pemerintah tetapi juga oleh masyarakat itu sendiri sebagai bagian dari upayanya untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Pada sisi lain, tidak jarang pada masyarakat perkotaan (pendidik dan pembelajar) dengan jaringan internet yang stabil, masih ditemukan fenomena pemanfaatan internet yang tidak cerdas sehingga berdampak pada penurunan kualitas pendidikan.

Saat ini telah terjadi “ledakan teknologi digital” yang berdampak pada semua aspek kehidupan termasuk pada dunia pendidikan. Sebagai bagian dari masyarakat digital dunia yang hidup di abad 21 maka literasi digital menjadi kebutuhan primer yang wajib diupayakan baik oleh pemerintah, institusi keagamaan, dan institusi kemasyarakatan lainnya, tetapi juga harus menjadi perhatian serius setiap anggota masyarakat sebagai ekspresi kegigihan meningkatkan knowledge dan mengejar esensi kualitas pendidikannya.

Ledakan teknologi digital secara nyata telah memberi kontribusi yang cukup besar dalam bidang pendidikan, dan menjadi solusi tepat terhadap upaya pemutusan penyebaran covid-19.  Pemanfaatan internet untuk meningkatkan kualitas pendidikan merupakan pilihan yang cerdas bagi setiap pembelajar pada era ini.

Pendidikan merupakan kebutuhan semua manusia untuk bertahan hidup karena pada dasarnya melalui pendidikan seseorang dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasannya sehingga dapat mengelola hidupnya secara berkualitas.

Belajar seumur hidup (long live education) harusnya menjadi kata bijak yang mengispirasi setiap orang dan secara bertanggung jawab dapat meningkatkan pengetahuan dan kompetensinya sekalipun melalui proses daring yang tidak dipantau secara langsung.

Masih terdapat anggapan bahwa teknologi pendidikan dengan kelas virtual menjadi ancaman karakter (soft skills) kaum milenial generasi masa depan yang cukup serius.  Sesungguhnya penerapan metode-metode pembelajaran yang tepat oleh pelaku pendidikan dengan aplikasi teknologi yang tepat dan bertanggung jawab dapat membantu mencapai tujuan pembelajaran dan sekaligus mengasah soft skills baik pembelajar.  Pada kelas virtual, pendidik dapat memberi ruang kepada peserta didik atau pembelajar untuk bekerja sama dan berkolaborasi dalam penyelesaian tugas-tugas.

Integritas diri peserta didik dapat dinilai dan diketahui melalui hasil kerja kelompok dan tes akhir yang memungkinkan setiap orang mengetahui hasil kerjanya sebagai representasi kejujuran dan keseriusan pada saat proses pembelajaran berlangsung.  Kerja keras dan kedisiplinan dapat diihat dari ketepatan waktu mengikuti setiap proses pembelajaran termasuk mengumpulkan tugas.  Berpikir kritis dan kreativitas yang dapat diasah melalui kemampuan pembelajar menyuguhkan hasil tugas mandiri maupun kelompok yang kreatif dan inovatif.

Presentasi tugas dan diskusi pada ruang kelas virtual mengasah kemampuan komunikasi, berpikir kritis dan rasa percaya diri.  Pembelajar yang menyadari ledakan teknologi pendidikan dan perubahan kebutuhan pada pasar kerja harus dapat memiliki pengetahuan yang kompeten dan harus mempersiapkan diri dengan kemampuan dasar seperti berprikir kritis, kreatif dan inovatif, komunikasi, kerjasama dan kolaborasi, serta percaya diri.

Literasi digital pada transisi dari online ke  offline di masa ini menjadi pengetahuan dasar bagi teknologi pembelajaran yang lebih interaktif dan canggih pada masa yang akan datang.  Tak dapat dipungkiri bahwa kita merupakan bagian dari masyarakat digital dunia yang sedang didorong untuk bergerak cepat memanfaatkan semua jejaring digital pada semua bidang kehidupan tak terkecuali pada bidang pendidikan.

Dengan demikian setiap anggota masyarakat haruslah menyadari  pentingnya memanfaatkan teknologi digital dan berjejaring secara produktif.  Hal ini juga menandakan adanya peningkatan kompetensi dan daya saing seseorang pada semua level sehingga peningkatan kualitas pendidikan tidak menjadi suatu konsep yang abstrak dan alergi terhadap persaingan terbuka dan dinamis.

Pada era masyarakat digital atau informasi saat ini, penggunaan teknologi virtual reality makin luas tanpa dibatasi ruang dan wilayah. Penggunaan kelas virtual dalam proses pembelajaran daring telah dikenal oleh pembelajar dan pendidik semua level pendidikan termasuk orang tua.

Bukan tidak mungkin, perkembangan teknologi pendidikan yang lebih maju pada masa yang akan datang dapat menyediakan layanan belajar yang lebih canggih seperti kelas interaktif  tiga dimensi (3D) dan hologram, bahkan dapat mendeteksi gerakan dan suara peserta kelas virtual serta inovasi teknologi pendidikan lainnya yang bermanfaat meningkatkan kualitas pendidikan.

Dalam hal peningkatan kualitas pendidikan, maka setiap pembelajar (siswa dan mahasiswa) hendaknya menyadari bahwa melalui jalur pendidikan yang ditekuni maka pengetahuan dan wawasan akan dapat diasah dan ditingkatkan.  Haruslah dipahami bahwa belajar merupakan kewajiban setiap orang untuk dapat bertahan hidup dan meningkatkan kualitas hidupnya.   Diperlukan komitmen dan kegigihan yang menjadi motivator untuk menggerakan seseorang agar dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan menemukan serta mengasah kemampuan diri untuk bersaing pada wilayah yang lebih luas.

Berangkat dari kesadaran bahwa pendidikan merupakan jembatan atau pintu masuk menuju masa depan yang sukses maka dalam situasi yang bagaimanapun kesadaran ini akan mendorong setiap orang untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasannya.

Jika kita berada pada posisi sebagai pembelajar dalam arti sebagai siswa atau mahasiswa maka fokus utama yang harus diperjuangkan adalah memiliki rasa ingin tahu yang besar sehingga tidak ada kata  “menyerah” untuk mendalami sesuatu yang sedang diajarkan oleh guru atau dosen.

Pembelajar yang baik akan selalu mengeksplorasi dan mengasah kemampuannya dengan hal-hal yang baru, mampu mengelola kekurangan secara bijak dengan bertanya pada guru/dosen atau orang yang dianggap lebih kompeten. Pembelajar yang berkualitas juga mampu mengelola rasa bosan yang dapat menggerogoti konsentrasinya dengan membagi apa yang telah dipelajari.

Ledakan teknologi pendidikan tidak terbatas hanya pada perubahan offline ke online dan perubahan konsep mengajar tetapi jauh lebih penting dan esensial  adalah adanya perubahan cara pandang terhadap konsep pendidikan dalam arti luas.

Hal ini berhubungan erat dengan perubahan pada dunia kerja yang menuntut berbagai keahlian baru yang berbasis cyber system.   Berangkat dari kesadaran ini maka pendidik pada semua area pendidikan formal (maupun non formal) harus dapat meningkatkan kapabilitas dalam hal teknologi pendidikan agar dapat menjadi fasilitator proses pembelajaran yang mumpuni yang dapat menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Fokus utama pendidik (guru, dosen, orang tua, pemimpin) yang harus diperhatikan dan diperjuangkan sebagai ekspresi mengasihi pembelajar (siswa, mahasiswa, anak dan bawahan) yaitu memiliki rasa ingin tahu kebutuhan pembelajar, meningkatkan kapasitas dan ketrampilan  mentransfer pengetahuan termasuk teknologi digital.  Pada era ini, pendidik dituntut meningkatkan penguasaan teknologi digital untuk membantu pembelajar mencapai tujuan pembelajaran.

Pendidik yang berkualitas selalu meng-update informasi dan membuat kelas (termasuk kelas virtual) menjadi kelas yang memberi ruang kepada peserta kelas untuk mengeksplorasi kemampuannya secara menyenangkan.

Dengan demikian adalah wajib bagi pendidik untuk mejelajahi dunia internet dan memperkaya materi pembelajaran dengan informasi ilmiah terbaru dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum berada di depan kelas.

Memiliki rasa ingin tahu yang kuat bukan hanya menjadi kewajiban pembelajar saja tetapi juga menjadi keharusan bagi pendidik sehingga penggunaan teknologi digital dapat diadopsi dan menggeser kebiasaan lama yang konvensional sebagai respon tanggung transfer pengetahuan kepada pembelajar pada era digital saat ini.

Keterbatasan akses internet bagi sebagian pelaku pendidikan dan keterbatasan kapabilitas pendidik dalam masa transisi dari era offline yang konvensional ke era digital dengan kelas virtual yang dinamis merupakan dua tantangan penting yang harus dihadapi bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dilepaspisahkan.

Ledakan teknologi digital pada sisi positif  haruslah dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara cepat dengan memanfaatkan semua peluang secara produktif.  Dalam hal ini diperlukan komitmen semua pihak baik pendidik (guru, dosen, orang tua, rohaniaan, pemimpin) maupun pembelajar atau peserta didik (siswa, mahasiswa, anak-anak, remaja, pemuda) untuk konsisten mencapai tujuan yaitu masa depan yang sukses.

Pemanfaatan teknologi digital secara cerdas merupakan peluang untuk menerobos keterbatasan era konvensional menuju masa depan yang cerah dengan menetapkan pilihan penggunaannya secara tepat.  Teknologi digital telah membuka ruang yang luas untuk mendapatkan informasi ilmu pengetahuan yang up to date, mengasah skill, memperluas jaringan dan lain-lain tanpa terhalang jarak dan waktu.

Semua ini dapat dilakukan secara cepat tanpa mengeluarkan biaya yang besar seperti pada era sebelumnya.  Hal ini benar-benar dapat menjadi peluang emas bagi mereka yang dengan gigih dan konsisten berjuang mengejar rasa ingin tahu dan memecahkan permasalahan-permasalahan dalam proses pelajar mengajar untuk mencapai tujuan kesuksesan dan hidup yang berkualitas.

Penggunaan teknologi digital merupakan keniscayaan dan menjadi kebutuhan dasar yang utama.  Bagi sebagian kalangan hal ini dianggap sebagai tantangan yang tidak dapat dijangkau karena keterbatasan kemampuan menyerap informasi yang serba cepat.

Ledakan teknologi digital pada dunia yang bergerak cepat mengharuskan setiap orang memanfaatkan setiap peluang dan jaringan secara tepat dan produktif.  Kemampuan  menyesuaikan diri dan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya secara cepat mewajibkan setiap orang keluar dari zona nyaman kebiasaan lama yang konvensional.  Masyarakat digital dituntut untuk dapat melakukan hal-hal baru yang kreatif dan inovatif.

Salah satu kearifan yang harus dikelola dengan bijak oleh masyarakat digital adalah manajemen waktu. Penggunaan waktu dan prioritas aktivitas yang tepat menunjukkan kecerdasan dan kedewasaan seseorang pada era sekarang ini.

Saat ini sesungguhnya masih banyak orang yang hanya menghabiskan waktunya untuk aktif di media-media sosial dan melupakan esensi utamanya untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan.  Hal ini lebih menyenangkan bagi beberapa kalangan baik pembelajar maupun pendidik sehingga dibutuhkan komitmen dan kesadaran untuk menggunakan waktu secara tepat.

Penggunaan teknologi digital yang tepat akan dapat memacu peningkatan kreativitas seseorang karena terbuka ruang dan kesempatan mempelajari berbagai hal secara mandiri.  Jaringan internet (wifi) yang tersedia pada berbagai tempat baik di sekolah, kampus, rumah ibadah, instansi pemerintah, warung makan/restoran dan lain-lain merupakan peluang yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menjelajahi perkembangan ilmu pengetahuan terkini.

Semua tugas dari guru dan dosen dapat diselesaikan secara cepat dan kreatif melalui kolaborasi informasi dari berbagai sumber yang dapat dijangkau secara digital.  Para pendidik  juga dapat memanfaatkan jaringan internet tersebut untuk mempelajari hal-hal baru yang dapat memperkaya proses pembelajaran di kelas.

Ledakan teknologi digital telah menciptakan era baru dengan selektivitas alami yang menghasilkan disrupsi pada semua aspek kehidupan termasuk pendidikan.  Era masyarakat digital sekaligus era disrupsi merupakan suatu keniscayaan yang tidak dapat dibendung dan dihindari.

Adalah bijaksana bagi semua elemen dan lapisan masyarakat dan terutama  pelaku dan pemerhati pendidikan untuk melakukan pembenahan dan percepatan adapatasi pendidikan agar tidak tergilas oleh disrupsi yang tak dapat dibendung.

Terhadap hal ini maka diperlukan kerjasama dan kolaborasi berbagai pihak yang memungkinkan berlangsungnya pendidikan yang efektif untuk menghasilkan generasi masa depan yang berkualitas.  Dan kesadaran semua pihak untuk mengatasi penggunaan teknologi digital yang masif dan menggangggu.

Salah satu dari lima (5) kualifikasi dan kompetensi pendidik yang dibutuhkan di era ini, adalah kompetensi mendidik/pembelajaran berbasis internet of thing sebagai basic skill.  Hal ini disebabkan karena pembelajar pada era ini adalah generasi milenial, generasi Z atau generasi net dan generasi alpha yang memiliki potensi dan kecakapan menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan.

Beberapa metode yang cukup diminati pada era digital ini antara lain pembelajaran berbasis masalah (PBL) dengan menyodorkan isu-isu terkini, menyelesaikan project, menggunakan teknologi visual, melakukan observasi nyata, orientasi enterpreneurship dan kreativitas.  Setidaknya penerapan proses pembelajaran berlangsung dengan sumber literasi yang beragam dan menerapkan hybrid learning dengan memanfaatkan teknologi digital serta media belajar dari sumber daya yang ada di lingkungan sekitar.

Salah satu contoh pemanfaatan teknologi digital pada aktivitas pendidikan yaitu pada Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan Kementerian pendidikan dan kebudayaan ristek dikti melalui direktorat jenderal pendidikan tinggi.

Program MBKM merupakan program belajar yang fleksibel dengan memberi ruang yang luas bagi warga kampus terutama mahasiswa untuk mengasah dan meningkatkan kompetensi sesuai dengan potensi dirinya termasuk soft skills dan hard skills.

Prinsip belajar MBKM memungkinkan mahasiswa dapat belajar mengasah kemampuannya pada perguruan tinggi yang lain, pada berbagai industri, instansi/lembaga/organisasi atau tempat kerja lainnya, pada pendidikan dasar (SD dan SMP) bahkan di masyarakat.

Berbagai kegiatan program MBKM memberi ruang kebebasan bagi dosen dan mahasiswa untuk bereksplorasi meningkatkan kemampuan melalui  inovasi dan kreativitas sesuai bakat dan potensinya. Pelaksanaan program MBKM memanfaatkan teknologi digital secara maksimal untuk menghasilkan inovasi dan kreativitas yang bertujuan untuk menyiapkan sarjana yang unggul dan berintegritas sebagai pemimpin masa depan.

Program dan kegiatan-kegiatan MBKM telah membawa pendidikan di Indonesia memasuki babak percepatan pertumbuhan dan peningkatan kualitasnya dengan output pembelajar yang bermutu dan berdaya saing.(tam)

Kata bijak: Teknologi digital merupakan jembatan belajar yang melintasi ruang dan waktu  (Alfonsina Marthina Tapotubun), Melalui belajar, tantangan dapat diubah menjadi peluang  (Welly Angela Riry)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!