Kasat Lantas Polres Manokwari, IPTU Subhan Ohoimas. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Jika sesorang dalam keadaan mabuk minum minuman keras (miras), dan... Mengemudi Kendaraan dengan Baik dan Benar Menyelamatkan Nyawa Kita dan Orang Lain

Kasat Lantas Polres Manokwari, IPTU Subhan Ohoimas. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Jika sesorang dalam keadaan mabuk minum minuman keras (miras), dan sambil bertelepon menggunakan handphone (telepon gengam, red) dilarang mengemudi kendaraan, karena  akan menganggu skli dan menurukan konsentrasi kemapuan pengemudi  yang berakibat  fatal juga jelas-jelas melanggar undang undang tentang lalu lintas dan angkutan resikonya dihukum.

‘’Ada beberapa hal penting demi keselamatan berkendaraan , yaitu menghindar hal di bawah iniHindari hal ini,’’ kata Kasat Lantas Polres Manokwari, IPTU Subhan Ohoimas, SE,  di Manokwari.

Menurut Kasat Lantas, bahwa pada saat berkendaaran seseorang di tuntut harus selalu mampu mengendarai kendaraanya dengan baik dan hal jni di tentukan seberapa konsentarasi seseorang dalam berkendaraan.

‘’Berkaitan hal tersebut ada beberapa hal yang dapat mengurangi konsentrasi saat berkendaraan yaitu, mengenggunakan handphine (HP) saat berkendaraan dan mengemudikan kendaraan dalam keadaan di pengaruhi minuma beralkohol,’’ kata Kasat Lantas.

IPTU Subhan Ohoimas merincikan, dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 106 menegaskan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan raya wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

‘’Jika melanggar ketentuan tersebut, sanksi pidana atau denda maksimal sudah ditentukan. Dalam Pasal 283 disebutkan, setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah),’’ beber Subhan.

Kata Dia, impaired driving adalah kondisi mengemudi di bawah pengaruh alkohol (miras) bahkan obat-obatan, akan punya ciri penglihatan kurang, sulit konsentrasi serta refleks sangat buruk.

‘’Demi menghindari terjadinya kecelakaan maka sebaiknya kita mampu mengemudikan kendaraan secara wajar dan berkonstrasi secara baik dan benar,’’ imbau Subhan Ohoimas.

Subhan yang dihubunggi terpisah menjelaskan, berkendara di bawah pengaruh alkohol atau mabuk menjadi mengakibatkan terjadinya kecelakaan di jalan raya. Berbahaya lagi, masih ditemukan ada masyarakat yang belum teredukasi baik tentang risiko dan bahaya yang mengintai ketika memaksakan untuk mmengemudi kendaraan saat dibawah pengaruh alkohol. Padahal kecelakaan berat hingga kematian menjadi salah satu efeknya.

‘’Hindari konsumsi obat atau minuman keras  dan penggunaan telepon genggam saat mengemudi,  itu disarankan untuk menghindari risiko kecelakaan dan berurusan dengan hukum. Kemudikan kendaraan dengan baik, benar dan bertanggung jawab bukan hanya menyelamatkan diri kita tetapi ikut menyelamatkan nyawa orang lain,’’ tutup Subhan.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *