Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak, Anton Arifullah, SH, MH. Kamis 18 Maret 2021. FOTO : RICO LET’s./papuadalamberita.com. PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Dugaan penyelewengan dana pengawasan Pilkada... Minggu Depan Dugaan Korupsi di  Bawaslu Masuk Tahap Penyidikan, Kajari Fakfak : Sudah Ada Bayangan Calon Tersangka

Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak, Anton Arifullah, SH, MH. Kamis 18 Maret 2021. FOTO : RICO LET’s./papuadalamberita.com.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Dugaan penyelewengan dana pengawasan Pilkada Fakfak 2020 sebesar Rp.15 Miliar lebih yang dianggaran Pemkab Fakfak melalui Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang kini ditangani Kejaksaan Negeri Fakfak  menjadi pusat perhatian.

Tentunya masyarakat berharap agar Kejaksaan Negeri Fakfak dalam penanganan kasus dugaan penyewengan dana ini lebih profesional sehingga kasus dugaan dapat terbuka terang benderang.

Terkait dengan perkembangan kasus dugaan penyelewengan dana pengawasan Pilkada Fakfak 2020 yang dikelola Bawaslu Kabupaten Fakfak sebesar Rp.15 Miliar lebih yang saat ini masih dalam tahap penyelidikan di Kejaksaan Negeri Fakfak, Kajari Fakfak Anton Arifullah, SH, M.H, kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis (18/3/2021) mengatakan, sudah mengetahui perkembangan kasus tersebut sebelum masuk menjabat sebagai Kajari Fakfak.

“Saya sudah ikuti perkembangan dugaan penyelewengan dana Bawaslu Fakfak sebelum masuk menjabat Kajari Fakfak”, tukas Anton Arifullah, SH, MH yang baru beberapa minggu duduk di kursi nomor 1 Kejaksaan Negeri Fakfak.

Menurutnya, dari proses penyelidikan yang sedang ditangani Kejaksaan Negeri Fakfak beberapa orang telah dipanggil untuk dimintai keterangan sehingga dalam perkembangan penanganan kasus ini kedepan, dalam waktu dekat Kejaksaan Negeri Fakfak akan tingkatkan kasus ini dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.

“Minggu depan dugaan penyelewengan dana pengawasan Pilkada Fakfak 2020 sebesar Rp.15 Milair lebih akan diingkatkan dari proses penyeldikan ke tahap penyidikan”, tegas Kajari Fakfak Anto Arifullah di ruang kerjanya kepada para awak media.

Ketika ditanya papuadalamberita.com. apakah ketika dugaan penyelewengan dana pengawasan Pilkada Fakfak yang dikelola Bawaslu Fakfak ditingkatkan ke tahap penyidikan itu berarti penyidik Kejaksaan Negeri Fakfak sudah ada bayangan siapa calon tersangka dalam kasus ini ?

Kajari Arifullah, mengatakan, kalau untuk bayangan siapa calon tersangkanya pasti sudah ada namun untuk memantapkan lagi siapa tersangkanya akan terlihat dalam tahap penyidikan nanti yang akan berlangsung dalam minggu depan ini.

“Kalau untuk bayangan calon tersangnya pasti sudah ada namun nanti dimantapkan lagi dalam tahap penyidikan yang akan berlangsung dalam minggu depan ini”, tutur Kajari Fakfak.

Dan kata dia lagi, bila sudah ada tersangkanya, pihak Kejaksaan Negeri Fakfak akan meminta BPK atau BPKP untuk menghitung kerugian negara yang diakibatkan dugaan penyelewengan dana pengawasan Pilkada Fakfak 2020 dari tolal dana Rp.15 Miliar lebih.

Orang nomor satu di Kejaksaan Negeri Fakfak itu, sangat berharap agar masyarakat dapat mendukung Kejaksaan Negeri Fakfak dalam upaya mengungkapkan dugaan penyelwenganan dana pengawasan Pilkada Fakfak 2020 yang dikelola Bawaslu Fakfak.

“Kami Kejaksaan Negeri Fakfak meminta dukungan masyarakat untuk membantu Kejaksaan mengungkap kasus dugaan penyelewengan dana pengawasan Pilkada Fakfak 2020 yang ditangani Bawaslu Fakfak”, harapnya.(RL 07)

 

 

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *