Penulis, Suasana lenggang dan sunyi pascah PPKM di Bandar Udara Rendani Manokwari Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: DOKUMEN PAPUADALAMBERITA. MANOKWARI – Dokter Arnold Tiniap dari... OPINI: *Rustam Madubun: Ayo Warga Bantu Warga, Kita Hidup Sehat ditengah Pandemi COVID-19

Penulis, Suasana lenggang dan sunyi pascah PPKM di Bandar Udara Rendani Manokwari Papua Barat. PAPUADALAMBERITA. FOTO: DOKUMEN

PAPUADALAMBERITA. MANOKWARI – Dokter Arnold Tiniap dari Satuan Tugas COVID-19 Papua Barat merilis data terbaru Rabu 14 Juli 2021 sangat mengejutkan. Rabu kemarin orang positif COVID-19 di Papua Barat bertambah 602 orang, satu temanku mendegar kabar itu Ia spontan berkata Astagafirullah, menakutkan Om.

Teman yang lain berkata, 602  itu angka tertinggi dalam sehari di Papua Barat sejak COVID-19 melanda dunia, apa mau di kata, kita harus terima itu fakta medis, bukan ramalan atau sim-salabim.

Dari Jakarta hingga Papua data positif terus bergerak naik, pemerintah terus menggelorakan masyarakat untuk divaksinasi juga terus disemangati. Pemberlakukan Pembatasa Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro digelar di mana-mana.

Imbauan taati protokol kesehatan berulang-ulang disampikan mulai dari Presiden, Panglima TNI, Kapolri, Gubernur, Pangdam, Kapolda, Bupati, Walikota, Dandim, Kapolres hingga ke desa-desa terus disuarakan, semua ini hanya satu tujuan, supaya kita hidup sehat di tengah pandemi COVID-19 yang belum juga surut.

Dari ukur suhu tubuh, rapid tes, Swab anti gen sampai swab PCR sudah dilakukan, warung makan, pusat perbelanjaan, dimbau tutup lebih awal dari jam normalnya, jangan lagi kumpul-kumpul dalam berbagai acara yang melibatkan puluhan hingga ratusan orang, terus salahnya dimana? Vaksinasi jalan terus, kampanye protokol kesehatan seakan tidak henti-henti, tetapi angka positif naik tajam. Lantas siapa yang salah?

Jemuran kita yang dulu hanya pakaiaan kantoran dan pakian sehari-sehari, kini sudah ada gantungan-gantungan kain berukuran kecil juga banyak, itulah cara warga mendaur ulang masker kain yang bisa dicuci untuk dipakai lagi, karena mau beli ganti masker sekali pakai rasanya tak henti-henti menganti masker, mending dicuci ulang.

Ekonomi yang tadinya mulai membaik, tiba-tiba  terasa goyang, yang susah tambah susah, yang tadinya senang-senang mulai susah. Jangan kita tanya soal kematian, karena ajal hanya Allah SWT yang mengetahui, tapi kita lihat di beberapa provinsi antrian mobil ambulance di pemakaman khsusu COVID-19 cukup panjang dalam dua pekan belakangan ini.

Masikah kita percaya bahwa Corona itu bohong? Atau tipu-tipu? Boleh anda tidak percaya, tidak mau divaksin, tidak mau sweb. Mungkin corona tidak masalah bagi kamu, tetapi jari-jarimu jangan “gatal” untuk mengirim informasi  hoaxs ke grup-grup whatsapp atau media sosial, bahw seakan pemerintah salah semua, supaya mempengaruhi orang lain yang mau hidup sehat ikut-ikutan tidak percaya seperti kamu, kamu seakan hanya mencari teman untuk tidak percaya Corona.

Tapi perlu kamu ingat, tidak sedikit orang yang sudah diperiksa polisi karena menyebarkan informasi bohong, cukup kamu yang tidak percaya, cukup kamu yang mungkin paling merasa sehat dan super, tapi jangan ganggu orang yang mau sehat bersama keluarga, dan mungkin kamu kedepan yang akan dijemput polisi karena menyebar informasi tidak benar terkait COVID-19, insaflah kawanku.

Kalau sudah tidak percaya, kalau tidak mau vaksin, kalau tidak mau bantu masyarakat dan pemerintah untuk peranggi COVID-19, jangan lagi kamu menghasut orang. Cukup kau lah, duduk manis, makan manis-manis, asal jangan sampai kencing manis, karena kalau kencing manis bisa sama ganasnya dengan Corona juga berujung kematian.

Bagaimana supaya saya sehat, kamu sehat, kita semua sehat di tengah pandemi COVID-19? Apakah perlu bantuan langsung tunai? Perlu tali kasih? Perlu bagi-bagi sembako lagi? Perlu kita datangi bank-bank pemerintah lihat-lihat daftar nama di papan pengumuman adakah nama kita dan keluarga atau tidak?

Kemudian cukup bawa KTP, pulang sudah bawa buku tabungan dan ATM,  tinggal gesek cek saldo oh ada Rp2.600.000 tinggal dikali sekian orang dalam rumah sudah berapa rupiah yang kita terima.

Alhamdulillah, Puji Tuhan, aduh pemerintah baik sekali, Io bilang baik karena baru cek saldo, giliran uang habis bilang pemerintah tipu-tipu, rumah sakit cari-cari pasien COVID-19 supaya proyek, yah begitulah manusia, kalau kenyang bicara lain, lapar bicara lain.

Bantuan dan uluran dari pemrintah, pengusaha, organisasi sosial memang sangat membantu perekonomian masyarakat menegah ke bawah, tetapi mungkin uang bantuan itu belum habis kita sudah lupa lagi protokol kesehatan, lupa lagi pakai masker, mulai kumpul-kumpul, tidak cuci tangan, apalagi mau jaga jarak.

Di rumah jaga jarak dengan keluarga, tetapi kalau sudah keluar rumah, duduk di Caffee, tempat hiburan siang, tempat hiburan sore, tempat hiburan malam, manyanyi sampe lupa anak-istri di rumah dan lupa jaga jarak yang begini  cuman sedikit saja,  masih banyak yang berada di jalan yang benar dan lurus kok…hehe.

Saya ajak kita semua, ayo mari kita saling membantu sesama warga, mari kita terus saling menyemangati dengan berpikiran positi. Bukankah para medis dan kesehatan sudah mengingatkan kita bahwa, orang yang berpikiran negatif dapat menurunkan imunitas, ayo berpikirlah positif supaya kita negatif dari corona virus disase 19.

Ayo kita saling mengingatkan untuk taati protokol kesehatan, saling mengingatkan pakai masker, saling menjaga jarak. Jika kita makan di restoran atau warung, pelayannya menyajikan tanpa memakai masker, ayo ingatkan dia untuk pakai masker, atau sebaliknya, jika pelayan melihat ada warga yang masuk tidak memakai masker ingatkan dia juga pakai masker (kecuali saat makan, red), ini cara mudah untuk warga bantu warga mencegah tertularnya virus corona, karena kita tidak mengetahui orang yang kita temui sehat atau tidak.

Mungkin itu teras berat dilakukan, tetapi kondisi sekarang tidak normal, warga harus bantu warga supaya kita hidup sehat di tengah pandemi COVID-19.

Jika ada yang mengajak kumpul-kumpul yang kurang penting mari saling mengingatkan, kawan ini masih Corona, kalaupun kumpul-kumpul jangan lupa pakai masker, tetap jaga jarak, dan cuci tangan, dengan begitu kembali lagi kita pada kalimat yang saya sebutkan: “Warga bantu warga untuk hidup sehat ditengah pandemi COVID-19”.

Kepada politisi, pemuka agama, pemuka adat, pemuka pemuda dan perempuan, ayo jangan berhenti sampaikan bahwa Corona itu ada. Lebih baik kita tidak berkumpul untuk sementara, daripada kita tidak berkumpul untuk selamanya dengan orang-orang terkasih kita.

Kepada pengusaha besar yang sudah banyak mendonasikan sebagain rejekinya selama ini kepada sesama, jangan lelah membantu yang lemah. Yang menerima donasi juga bersyukurlah, sekecil apapun itu adalah rejeki, jangan mengeluh karena cuman segini, ayo  “Warga bantu warga untuk hidup sehat ditengah pandemi COVID-19”.(*pemred papudalamberita.com)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *