Post Views: 18 PAPUADALAMBERITA.COM, MANOKWARI – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Papua Barat mengembangkan padi gogo di kalangan petani Manokwari. “Padi ini untuk... Padi Gogo Dikembangkan di Manokwari
TANAMAN padi gogo yang dipamerkan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di lapangan apel Kantor Gubernur Papua Barat, Jumat (5/4/2019). FOTO: Antaranews/Toyiban

PAPUADALAMBERITA.COM, MANOKWARI – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Papua Barat mengembangkan padi gogo di kalangan petani Manokwari.

“Padi ini untuk ditanam di lahan kering, cocok untuk daerah-daerah kurang air. Ada infago 8, infago 9 dan infago 11 yang sudah kita kembangkan untuk pertanian ladang,” kata Koordinator Penyuluh BPTP Papua Barat, Ulum Ariza di Manokwari, Jumat.

BPTP, sebutnya mendatangkan benih tersebut dari Kampung Sukamandi, Bandung. Benih itu sudah ditanam di Kampung Handuk, Prafi Manokwari.

“Kurang lebih ada 5 hektare yang sudah kita taman bersama petani di Kampung Handuk, SP-2 Prafi. Semua benih padi gogo dari Kampung Sukamandi,” tambahnya.

Selain tanaman pangan, lanjutnya BPTP juga mengembangkan tanaman holtikultura dan perkebunan. Untuk holtikultura pihaknya mengembangkan tanaman jeruk manis.

Ada pun tanaman perkebunan yang dikembangkan yakni, kopi Wamena, kakao, cengkeh dan sukun. Pihaknya berharap program BPTP dapat mendorong peningkatan sektor pertanian dan perkebunan di daerah tersebut.

“Untuk jeruk kita sudah tanam kurang lebih 1 hektare di kebun percobaan Anday, Manokwari. Tanaman ini cocok di lahan dataran rendah dengan ketinggian dibawah 650 meter deri permukaan laut,” sebutnya.

Jika uji coba tanaman jeruk tersebut berhasil,katanya kedepan akan dikembangkan bagi masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani. Manokwari dinilai memiliki potensi tinggi untuk pengembangan tanaman holtikultura.

Terkait padi gogo, ulum menambahkan varietas tersebut memiliki beberapa keunggulan. Nasi dari padi gogo cukup pulen dan cara tanamnya pun relatif mudah.

“Padi ini tidak membutuhkan banyak air seperti padi sawah. Untuk daerah dataran tinggi cocok,” lanjutnya.(antara/pdb)
 

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!