fbpx
Dapur umum di komplek Kantor Polsek Biak Kota menyiapkan makanan untuk meringankan beban masyarakat terdampak pandemi COVID-19. ANTARA/HO-Subag Humas Polres Biak Numfor   PAPUADALAMBERITA.COM.... Polisi-TNI Dirikan Dapur Umum Warga Terdampak COVID-19 di Biak

Dapur umum di komplek Kantor Polsek Biak Kota menyiapkan makanan untuk meringankan beban masyarakat terdampak pandemi COVID-19. ANTARA/HO-Subag Humas Polres Biak Numfor

 

PAPUADALAMBERITA.COM. JAYAPURA- Polres Biak Numfor yang bekerja sama dengan TNI dan pemerintah daerah setempat mendirikan dapur umum untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak dari wabah virus Corona (Covid-19), Rabu (14/4).

Kegiatan dapur umum yang dipusatkan di Mako Polsek Biak Kota itu dihadiri pimpinan polisi setempat, pimpinan dan personel Kodim 1708/Biak, Koramil Biak Kota, BPBD, Biak, personel Pangkalan Udara TNI AU Manuhua  di Biak, dan Pangkalan TNI AL Biak.

Kepala Polres Biak Numfor, AKBP Mada Indra Laksanta, saat dikonfirmasi mengatakan, pendirian dapur umum sebagai langkah konkret yang dilaksanakan jajaran TNI dan Polri untuk meringankan beban warga yang terdampak Covid-19.

“Dapur umum ini kami dirikan untuk membantu masyarakat yang kesehariannya susah mendapatkan rejeki akibat dampak virus Corona ini,” kata Laksanta dalam keterangan tertulis diterima ANTARA.

Mata pencaharian warga khususnya yang berpenghasilan rendah ini memang terdampak akibat penerapan social distancing dan physical distancing, sebab yang biasanya bisa bekerja di luar rumah, mulai dibatasi dengan imbauan tetap di rumah.

“Dapur umum ini akan aktif sampai Sabtu nanti, dan setiap hari kami akan turun langsung membagikan makanan ini agar tepat sasaran, semoga bisa sedikit membantu meringankan beban mereka,” kata dia.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga dapur umum itu bisa didirikan.

Untuk pembagian nasi bungkus dari dapur umum, hari pertama difokuskan dibeberapa titik khususnya di seputaran Biak kota, sebanyak 200 bungkus nasi langsung dibagikan kepada para pedagang kecil seperti mama-mama penjual pinang sirih, tukang ojek, tukang parkir, tunanetra, dan panti asuhan.(ant)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!