fbpx
PAPUAADALAMBERITA.COM – Rumah Pintar Kokas di Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat yang gawangi British Petroleum (BP) Tangguh, SKK Migas Universitas Cenderawasih dan Lembaga Pendidikan Papua,... Rumah Pintar Kokas Siap Ciptakan Generasi Papua Kreatif
Peresmian Rumah Pintar Kokas yang ditandai dengan pembukaan selubung papan nama oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Fakfak, Senin pekan lalu. (Foto/ANTARA)

PAPUAADALAMBERITA.COM Rumah Pintar Kokas di Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat yang gawangi British Petroleum (BP) Tangguh, SKK Migas Universitas Cenderawasih dan Lembaga Pendidikan Papua, Kitong Bisa siap mencetak generasi Papua yang kreatif dan mandiri pada bidang wirausaha.

Berlokasi di Distrik Kokas, sebuah kampung indah yang terletak di sebelah barat Kota Fakfak, Rumah Pintar yang merupakan lembaga informal resmi di dirikan pada Senin (20/5).

Institusi yang lahir melalui kemitraan bersama masyarakat ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Fakfak, Hermanto Hobrouw. Kepala Distrik Kokas, Lurah Kokas, perangkat kampung, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh wanita pun hadir pada peresmian tersebut.

Institusi ini didirikan dengan metode swakelola oleh masyarakat kampung, dalam sebuah kepengurusan bersama, dengan pelatih guru lokal yang di rekrut dari masyarakat setempat. Tujuan strategi pelibatan penuh masyarakat ini adalah untuk mendorong rasa memiliki akan pusat belajar tersebut dalam jangka panjang, sehingga menjamin keberlanjutannya.

Ada yang menarik dari Pendidikan informal kali ini dan tentunya berbeda dengan rumah-rumah pintar sejenisnya. Rumah Pintar di Kokas menekankan pendidikan berbasis karakter dan kreatifitas, yang dapat mendorong anak-anak Papua untuk menjadi wirausahawan dan wirausahawati masa depan.

Semangat ini didorong dari masalah pelik pengangguran yang cukup tinggi di Provinsi Papua dan Papua Barat serta minimnya pengusaha technopreneur. Kehadiranya menjadi pendidikan alternatif yang dapat mendorong lebih banyak anak-anak asli Papua untuk menjadi pengusaha, atau juga pekerja dalam berbagai profesi namun memiliki kreatifitas dan daya inovasi yang tinggi.

“Dari pengalaman mengajar dan pengamatan saya selama bertahun-tahun, adalah bahwa sebagian besar anak muda Papua hanya berharap menjadi Pegawai Negeri Sipil, dan belum banyak yang berpikir untuk berkreasi dan menjadi pengusaha, akibatnya, sektor usaha didominasi oleh pendatang” sebut Deisya Al-hamid, Chief Operating Officer (COO) dari Pusat Belajar Kitong Bisa di Fakfak, yang ditunjuk untuk menjadi pendamping pengelolaan kurikulum ajar Rumah Pintar ini.

Kitong Bisa akan membantu mendampingi guru lokal untuk mengimplementasikan kurikulum khusus yang telah diterapkan Kitong Bisa di sembilan pusat belajarnya di Papua dan Papua Barat selama 10 tahun belakangan ini. 

Jumlah anak Papua yang telah dididik di pusat belajar Kitong Bisa sejak 2009 sudah lebih dari 1,100 orang. Sebagian dari lulusan tersebut telah menjalankan dan memiliki bisnisnya sendiri, sementara sebagian lagi memilih pekerjaan atau profesi sesuai dengan bakatnya. Replikasi metode ajar ini akan diterapkan juga di Rumah Pintar Kokas ini.

Kitong Bisa menjalankan kurikulum Berbahasa Inggris, yang kemudian menanamkan tujuh karakter utama untuk menciptakan individu kreatif dan inovatif. 

“Bukan berarti semua anak kami paksa menjadi pebisnis, akan tetapi mereka dapat menjalankan profesi apapun yang mereka mau berdasarkan bakatnya, akan tetapi mereka mengerjakannya dengan kreatif dan inovatif. Kami menargetkan, akan ada setidaknya satu anak dan satu tim dari Kokas dari Rumah Pintar ini, yang akan membuat sebuah produk kreasi unggulan, dan di kompetisikan ke tingkat nasional dan internasional”, kata Deisya menambahkan.

Lessy Warikar dan Nancy Marau, Koordinator program-program Pendidikan BP Tangguh LNG menyampaikan harapan yang besar pada kerjasama tersebut. 

“Dengan menggandeng Kitong Bisa dan bermitra dengan UNCEN serta dikelola oleh masyarakat setempat, semangat dari kerjasama tiga sektor, yaitu pemerintah, perusahaan Swasta, dan LSM lokal dapat terwujud. Kami juga berharap Kitong Bisa dapat memperkenalkan metodologi baru dalam kurikulumnya dalam program-program pengajaran di Rumah Pintar ini yang dapat mengangkat karya-karya anak Kokas ke level nasional dan internasional” sebutnya.

Rumah Pintar Kokas akan beroperasi penuh selepas bulan Ramadhan, untuk menghormati umat Islam yang bertempat tinggal di kampung dengan toleransi dan hubungan antar umat beragama yang tinggi ini.(antara/pdb}

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!