Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat, dr Arnold Tiniap. PAPUDALAMBERITA. FOTO: rustam madubujn. PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI –  Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19... Satgas COVID-19 Kaget, Papua Barat Ada Tambah 44 Orang Positif Corona

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat, dr Arnold Tiniap. PAPUDALAMBERITA. FOTO: rustam madubujn.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI –  Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat melaporkan jumlah kasus positif di Papua Barat telah mencapai 536 kasus, setelah ada penambahan 44 kasus baru dari dua wilayah.

‘’Hari ini ada tambahan 44 orang positif yang berasal dari Kota Sorong 33 orang dan Kabupaten Sorong 11 orang, sehingga total 536 orang atau 10, 69 persen,’’ ujar Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat, dokter Arnoild Tiniap yang dihubungi papuadalamberita.com. Jumat (7/8/2020) malam di Manokwari.

Seusai rekapan data COVID-19 Papua Barat, Kota Sorong urutan pertama di Papua Barat sebagai wilayah yang paling banyak orang positif, yaitu 266 orang, sembuh 153 orang atau 57, 52 persen.

Urutan kedua Kabupaten Sorong dengan jumlah kasus positif 94 orang, sembuh 60 orang atau 73, 40 persen, menyusul Ibu Kota Provinsi Papua Barat, Manokwari dengan 83 kasus dan 42 orang sembuh atau 50, 60 persen.

Menurut juru bicara, walaupun banyaknya penambahan orang positif di Kota Sorong, namun Kota Sorong maupun Kabupatgen Sorong beklum dapat dikatagorikan sebagai zona resiko tinggi.

‘’Kita harus pastikan dulu bahwa itu merupakan transmisi lokal atau tidak, tetapi kalau cuma berasal dari salah satu cluster, misalnya dan belum menyebar ke masyarakat lain, belum bisa disimpulkan ke arah itu (zona resiko tinggi, red),’’ jelas dr Arnold Tiniap.

Bertambahnya Kota Sorong dan Kabupaten Sorong secara signifikan pada hari ini sempat megagetkan Satuan Tugas COVID-19 Papua Barat.

‘’Tadi saya sempat kontak (teleon, red) teman di sana untuk tanya yang banyak hari ini berasal dari mana? Mereka belum jawab,’’ tutrur Arnold Tiniap.

Dokter Arnold mencontohkan di Manokwari ketika dari BKO (prajurit TNI yang dikirim ke Manokwari, red) langsung 36 orang waktu itu, tetapi mereka semua berasal dari luar dan semua masih terlokalisir.

‘’Tapi kalau penambahan banyak dan berasal dari penduduk lokal terus berpencar, maka itu tanda bahaya,’’ menurut  Tiniap.

Ia mengatakan, ada penambahan 44 orang padai hari ini (Jumat, red) merupakan penambahan terbanyak dalam sehari kedua, setelah penambahan di Manokwari oleh 36 Prajurit TNI AD yang di BKO ke Kodam XVIII/Kasuari beberapa waktu lalu.

‘’Ia penambahan hari 44 itu, terbanyak kedua setelah 36 prajurit TNI AD BKO lalu,’’ jelas Tiniap.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *