Bupati Kabupaten Sorong Johny Kamuru menyerahkan surat keterangansembuh dan melepas pasien COVID-19 Kabupaten Sorong Klaster Gowa yang telah sembuh setelah dua kali swabnnya dinyatakan... Sembuh 20 Orang, Kabupaten Sorong Belum Pikirkan New Normal, Berkomitmen Cari Kontak Erat Pasien

Bupati Kabupaten Sorong Johny Kamuru menyerahkan surat keterangansembuh dan melepas pasien COVID-19 Kabupaten Sorong Klaster Gowa yang telah sembuh setelah dua kali swabnnya dinyatakan negatif melalui pemeriksaan laborotorium, Senin (9/6/2020) di Kabupaten Sorong: FOTO: GUGUS TUGAS KABUPATEN SORONG/papuadalamberita.com.

PAPUADALAMBERITA. COM. MANOKWARI- Gugus Tugas Percepatan Penanganan CoronaVirus Disease 2019 (COVID-19) Papua Barat merilis data terbaru per Senin (9/6/2020)  penambahan seorang  pasien wanita COVID-19 sembuh dari Kabupaten Sorong.

Sehingga pasien sembuh di Kabupaten Sorong total 20 orang dari 44 orang terpapar COVID-19, penambahan pasien sembuh menaikan grafis Papua Barat menjadi 75 orang sembuh.

Baca Juga: Ide Cerdas Pemuda Kampung Atasi Warga untuk Tak Kucilkan Pasien Corona Kabupaten Sorong

Bupati Sorong Johny Kamuru saat menyerahkan surat keterangan sembuh dan melepas pasien kembali ke keluarganya mengucap syukur kepada Tuhan atas kesembuhan pasien klaster Gowa ini, bupati juga mengajak warganya mengucapkan syukur Kepada Tuhan.

‘’Bupati Sangat bersukuru kepada Tuhan mengajak kita semua mengucap sukur kepada Tuhan, walaupun Kabupaten Sorong kasus banyak, tetapi kita bisa merawat sehingga 20 dari 44 orang pasien sembuh,’’ ujar Juru Bicara Gugsu Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sorong Agustinus Wabia kepada wartawan secara virtual atau zoom meting, Senin (9/6/2020) dari Kabupaten Sorong.

Menurut Agus Wabia, sebagai kepala daerah, bupati mengapresiasi kinerja Ketua Gugus Tugas,  tim medis yang sudah bekerja ekstra menagani COVID-19 hingga sembuh.

‘’Soal jumlah Kabupaten Sorong yang banyak terpapar COVID-19, beliau tidak mempersoalkan, beliau menghargai,  bahwa itu merupakan jerih paya kerja keras kita untuk mencari, berusaha,  membebaskan Kabupaten Sorong dari COVID-19,’’ jelas Agus Wabia mengulang mengutip pesan bupati.

Selain memberi apresiasi kinerja kepada tim yang telah bekerja, bupati juga mengajak tim COVID-19 Kabupaten Sorong untuk tetap semangat dalam bekerja,  mencari kasus, memutus mata rantai penularan COVID-19, sehingga Kabupaten bisa aman.

Agus Wabia menambahkan, dalam penaganan pasien COVID-19, Kabupaten Sorong merujuk pada petunjuk teknis perawatan, seperti pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) yang poisitif dirawat di karantina, pasien yang punya riwayat penyakit penyerta, pasien usia lanjut, pasien balita dirujuk ke Rumah Sakit Umum Kabupaten Sorong, untuk perawatan ditangani tim dokter selainCOVIDnya juga untuk penanganan penyakit penyertanya.

‘’Kabupaten Sorong kini tersisa 24 pasien yang positif, lima kita rawat di Rumah Sakit, karena ada penyakit penyerta, 19 kita rawat di karantina. Dari total 20 pasien sembuh yang sudah dipulang ada satu pasien yang saat itu di rawat di rumah sakit, perawatan di karantina 19 orangyang sudah kita pulangkan,’’ rinci Wabia, adik kandung pemain Persipura Jayapura era 1993-2000 Robert Nikson Roni Wabia.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penaganan COVID-19 Papua Barat, Agus Wabia. FOTO: DOKUMEN PRIBADI AGUS WABIA/papuadalamberita.com.

Terkait persiapan penerapan New Normal yang kini digadang-gadang pusat hingga ke tingkat distrik, Kabupaten Sorong belum memikirkan, karena Gugus Tugas Kabupaten Sorong, Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong berkomitmen mencari kasus kontak erat yang terjadi dari pasien-pasien, sehingg dapat meminimalkan penularan COVID-19 di Kabupaten Sorong.

Hingga kini di Kabupaten Sorong tidak melakukan pembatasan wilayah antar kabupaten Kota, karena kabupaten Tambrauw, kabupaten Maybrat, Kabupaten Sorsel , Kota Sorong aksesnya melalui jalan masuk Kabupaten Sorong.

‘’Kabupaten Sorong merupakan wilayah terbuka, jadi kita belum menutup akses, masih jalan seperti biasa,’’ tambah Wabia.

Sedangkan ASN, Tim Satgas Gugus Tugas  Kabupaten Sorong banyak bermukim di Kota Sorong.

”Sampai saaat ini ASN Kabupaten Sorong bekerja dari rumah jadi kita masih diliburkan mengikuti aturan yang dikeluarkan pemerintah Provinsi Papua Barat,’’ tutup Wabia.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *