Ratusan amunisi yang ditemukan warga Jayapura di perbatasan RI-PNG kini telah dikembalikan ke aparat kepolisian di Jayapura, Senin (25/10/2021). PAPUADALAMBERITA. FOTO: ISTIMEWA PAPUADALAMBERITA.COM. JAYAPURA... Warga Jayapura Temukan Amunisi Aktif di Perbatasan RI-PNG, Diserahkan ke Polisi

Ratusan amunisi yang ditemukan warga Jayapura di perbatasan RI-PNG kini telah dikembalikan ke aparat kepolisian di Jayapura, Senin (25/10/2021). PAPUADALAMBERITA. FOTO: ISTIMEWA

PAPUADALAMBERITA.COM. JAYAPURA –  Warga Kota Jayapura, Provinsi Papua, Ahad (24/10) sore menyerahkan 190 butir amunisi aktif kepada aparat kepolisian.

Ratusan amunisi yang belum diketahui jenisnya itu diserahkan kepada Kasubdit IV Kamneg Direktorat Intelkam Polda Papua Kompol Tofan.

Warga yang berinisial IR itu, mengaku bahwa ratusan amunisi yang diserahkan itu ditemukan saat hendak memancing di suatu lokasi di Skouw tidak jauh dari  perbatasan RI-PNG pada pertengahan September 2021.

“Amunisi ini saya temukan saat berburu,” katanya di Jayapura, Papua, sebagaimana rilis yang diterima papuadalamberita.com, Senin (25/10/2021).

Menurut dia, penemuan amunisi itu tidak sengaja dilakukan, karena pada saat akan mencari umpan ikan berupa cacing disekitar lokasi mancing, kemudian menemukan kantong plastik warna hitam.

“Saat akan menggali tanah pakai parang, tak sengaja menyentuh plastik hitam. Karena berbunyi seperti besi, akhirnya saya coba melihat lebih dekat dan ternyata isinya peluru,” katanya.

IR mengaku tidak tahu amunisi yang ditemukan itu jenis apa, tetapi yang awalnya hendak cari umpan ikan untuk mancing langsung berubah dan melaporkan dan menyerahkan kepada pihak berwajib.

“Jadi, amunisi itu saya serahkan kepada polisi agar tidak disalah-gunakan,” kata IR.

Terkait hal ini, Kompol Tofan mengapresiasi tindakan yang terpuji dari warga Kota Jayapura yang menemukan amunisi di perbatasan RI-PNG.

“Kami apresiasi atas tindakan menyerahkan amunisi ini. Harapannya hal ini bisa diikuti oleh warga lainnya jika menemukan hal yang sama,” katanya.(tam/rls)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *