fbpx
PAPUADALAMBERITA.COM. JAYAPURA – Ada telaga biru di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Barat. Telaga atau kali biru kini memperpanjang lokasi wisata yang dimiliki Wamena... Ada Telaga Biru di Wamena
Telaga Biru Wamena, Papua. FOTO: Elege PHOTOgraphy

PAPUADALAMBERITA.COM. JAYAPURA – Ada telaga biru di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Barat.

Telaga atau kali biru kini memperpanjang lokasi wisata yang dimiliki Wamena yaitu festifal lembah Baliem.

Hari Suroto, di Jayapura, peneliti dari Balai Arkeologi Papua menyatakan selama ini destinasi wisata menarik yang dikenal turis ketika berkunjung ke Lembah Baliem adalah mumi serta Festival Budaya Lembah Baliem.

Menurutnya ada destinasi wisata lainnya di Lembah Baliem, yaitu wisata alam Telaga Biru atau Kali Biru.

Telaga Biru merupakan destinasi yang masih sangat alami dan jauh dari keramaian, terletak di Distrik Maima, Kabupaten Jayawijaya.

“Telaga biru ini berjarak sekitar 12 km dari Kota Wamena, sangat populer dan masih dijaga kelestariannya karena bernilai sejarah bagi Suku Dani,” katanya lagi.

Dia menyatakan, sebuah mitos yang dipercaya yaitu seorang manusia yang merupakan nenek moyang Suku Dani, keluar dari dalam telaga, dan manusia ini tidak bertelinga.

“Cerita ini bermula dari suatu hari ada sekelompok Suku Dani sedang beristirahat di tepi telaga, tiba-tiba mereka merasakan kehadiran manusia lain yang bukan berasal dari kelompoknya,” katanya.

Manusia lain ini berkulit bersih, terang dan muncul berhiaskan manik-manik di seluruh tubuhnya, selain itu juga paham mengenai cara bercocok tanam, paham akan aturan hidup sosial dan memiliki pedoman hidup yang baik.

Namun, karena merasa terancam, maka sekelompok Suku Dani ini membunuh manusia berkulit terang tersebut. Keanehan pun terjadi ketika dari tubuh sang manusia tersebut mengeluarkan bahan makanan berupa keladi, umbi jalar, pohon pisang, sayuran dan ternak babi.

Karena itu, ujar dia, oleh Suku Dani hingga saat ini, kawasan Telaga Biru disakralkan sebagai bentuk penghormatan pada manusia itu.(ant/pdb)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!