Papua Barat

Beri Perlindungan, Ratusan Nakes di Fakfak Jalani Imunisasi Hepatitis B Secara Gratis

110
×

Beri Perlindungan, Ratusan Nakes di Fakfak Jalani Imunisasi Hepatitis B Secara Gratis

Sebarkan artikel ini
Dinas Kesehatan Fakfak
Ratusan Tenaga Kesehatan dan Medis di Fakfak Mulai Jalani Imunisasi Hepatitis B. Jumat (12/1/2023). FOTO : RICO LET's. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Ratusan tenaga kesehatan dan medis di Kabupaten Fakfak – Provinsi Papua Barat mulai menerima imunisasi hebatitis B secara gratis dari Pemerintah.

Pemberian imunisasi hebatitis B secara gratis ini berlangsung di RSUD Fakfak dan sebelum menjalani vaksinasi para tenaga kesehatan dan medis menjalani pemeriksaan darah di laboratorium RSUD Fakfak untuk mengetahui HbsAg dan HbsAb.

Kepala Dinas Kesehatan Fakfak melalui Kepala Seksi surveillance dan imunisasi Henggi B Jati, mengatakan, program imunisasi hebatitis B untuk tenaga kesehatan dan medis merupakan program Kementerian Kesehatan untuk memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan dan medis.

“Ini program Kemenkes untuk memberikan perlindungan bagi dokter, perawat, bidan dan tenaga analis kesehatan,” ungkap Henggi B Jati kepada kepada papuadalamberita.com. di RSUD Fakfak, (Jumat, 12/1/2023).

Dinas Kesehatan FakfakPetugas Laboratorium RSUD Fakfak Melakukan Pemeriksaan Sampe Darah Tenaga Kesehatan dan Medis Sebelum Menjalani Imunisasi Hebatitis B. Jumat (12/1/2024). FOTO : RICO LET’s. PAPUADALAMBERITA.COM.

Menurutnya, untuk tahap pertama ini dengan stok vaksin yang terbatas sehingga akan dilakukan vaksin bagi 200 tenaga kesehatan dan medis dari total jumlah tenaga kesehatan dan medis di Fakfak sebanyak 1.400 orang.

“Dari 1.400 tenaga kesehatan dan medis di Fakfak, yang baru dapat mengikuti vaksinal hebatitis B hanya sebanyak 200 orang, sisanya nanti setelah vaksinnya masuk lagi,” ujar Henggi.

Dikatakan, pemberian imunisasi hebatitis B kepada tenaga kesehatan dan medis di Fakfak dikarenakan mereka merupakan kelompok yang paling berisiko terpapar virus Hepatitis B. Sesuai data Kementerian Kesehatan menunjukkan, prevalensi Hepatitis B pada named dan nakes di Indonesia saat ini sebesar 4,7%. Sedangkan proporsi nakes yang memiliki antibodi anti-HBs+ sebesar 36,7%.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan dari penularan hepatitis B, juga sebagai upaya percepatan eliminasi hepatitis B pada tahun 2030, pemberian Imunisasi Hepatitis B untuk named dan nakes diberikan secara resmi sejak November 2023, dan diberikan secara gratis, tutupnya.

Kepala Laboratorium RSUD Fakfak, Desmi Farian Aneke Boro, Amd AK., S.Si, diruang kerjanya membenarkan, adanya pemeriksaan darah untuk para tenaga kesehatan dan medis yang akan menerima imunisasi hebatitis B.

Menurut ibu berparas cantik yang akrab disapa Desmi, menyebut, sebelum ratusan tenaga kesehatan dan medis di vaksin di lakukan pemeriksaan HBsAg dan HbsAb, kalau HBsAg Negatif lanjut pemeriksaan HbsAb dan kalau HBsAb nya Negatif lanjut vaksin.

Tetapi kalau HBsAb positif tidak perlu di vaksin lagi dan bila pemeriksaan HBsAg postif tidak perlu periksa HBsAb lagi dan tidak bisa mengikuti imunisasi hepatitis B, tutupnya.(RL 07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!