Papua Barat

BI Sebut UMKM Pengguna QRIS di Papua Barat, Papua Barat Daya Capai 79.548

397
×

BI Sebut UMKM Pengguna QRIS di Papua Barat, Papua Barat Daya Capai 79.548

Sebarkan artikel ini
Penjabat Sekda Papua Barat Yacob S Fonataba didamping Kepal KPw BI, Setian dan Deputi Kepala BI Roni Cahyadi saat transkasi menggunakan QRIS dengan UMKM pada pasar murah, di Manokwari Maret 2024 lalu. FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Papua Barat menyebutkan ada 79.548 merchant di Provinsi Papua Barat, Papua Barat Daya  menggunakan fitur Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) hingga periode Desember 2023.

Kepala KPw Bank Indonesia Papua Barat Setian melalui Deputi Kepala Perwakilan Roni Cahyadi yang dihubungi papuaadalamberita.com secara tertulis menjelaskan, segmen UMKM mempunyai komposisi terbesar dalam akseptasi QRIS di sisi merchant, yakni sebesar 78.247 merchant atau 98,36%.

‘’Strategi Perluasan QRIS pada tahun 2024 menyentuh seluruh elemen masyarakat, baik itu dari sisi merchant dan user (masyarakat yang menggunakan QRIS),’’ jelas Rony Cahyadi.

Pimpinan Bank Indonesia Papua Barat menyebutkan, UMKM menjadi kelompok yang mempunyai pangsa terbesar dari segi merchant, volume dan nominal transaksi.

‘’Tercatat 95% jumlah volume dan nominal transaksi QRIS terkonsentrasi di sektor UMKM. Adopsi penggunaan QRIS pada merchant UMKM telah diimplementasi di seluruh wilayah dalam lingkup Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya,’’ sebut Rony.

‘’UMKM beperan besar dalam upaya Bank Indonesia mendorong akselerasi pembayaran digital yang pada tahun 2024 ini memiliki target nasional 55.000 pengguna baru dan 2,5 miliar transaksi,’’ sambung Rony.

Ia menjelaskan, walaupun di tengah keterbatasan infrastruktur, merchant QRIS di Papua Barat dan Papua Barat terus tumbuh seiring dengan strategi Bank Indonesia dalam menciptakan ekosistem pembayaran digital yang Cepat, Murah, Mudah, Aman, dan Handal (CEMUMUAH).

‘’Konsentrasi merchant QRIS yang bergerak pada bidang UMKM berada pada 2 (dua) wilayah pusat ekonomi di dua provinsi, yakni Kota Sorong dan Kabupaten Manokwari,’’ jelas Rony.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat terus mendorong akseptasi QRIS dengan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi, edukasi serta pelaksanaan agenda dalam meningkatkan awareness masyarakat menggunakan QRIS sebagai kanal pembayaran seperti kegiatan QASUARI MERAH (QRIS Safari Ramadhan Penuh Berkah).

Deputi Kepala Bank Indonesia Roni Cahyadi Mei 2024 lalu. FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

‘’Hal itu yang telah dilaksanakan Bank Indonesia Papua Barat pada bulan April 2024 di Kabupaten Fakfak dan Kota Sorong dalam mendukung flagship event Bank Indonesia yakni Road to FEKDI (Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia),’’ terangnya.

‘’Adapun, terdapat beberapa wilayah tergolong cukup rendah utilisasi QRIS Merchant segmen UMKM yang diukur melalui indikator jumlah merchant, volume dan nominal,’’ tambah Rony.

Kata Dia, yaiti transaksi QRIS di Kabupaten Maybrat yang mempunyai pangsa 0,05% dari total volume QRIS sampai dengan April 2024, Kabupaten Manokwari Selatan yang baru menyumbang 0,14% terhadap jumlah volume, dan Kabupaten Pegunungan Arfak dengan share 0,19% kepada jumlah volume QRIS di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

‘’Rendahnya akseptasi penggunaan QRIS di daerah tersebut disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur serta jaringan internet yang kurang memadai,’’ jelasnya.

Bank Indonesia pada tahun lalu telah meluncurkan QRIS antarnegara.

‘’Diharapkan dengan telah dimulainya transaksi QRIS crossborder tersebut, dapat mendorong utilisasi volume dan nominal transaksi QRIS di wilayah pariwisata, mengingat terdapat Daerah Pariwisata Prioritas (DPP) Raja Ampat serta daerah-daerah pariwisata lainnya di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya,’’ harapnya.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *