fbpx
Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan, didampinggi (dari kiri): Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua... Cegah COVID-19, Gubernur Papua Barat Tekankan Jagan Panik, Lockdown Perlu Pertimbangan

Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan, didampinggi (dari kiri): Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat, dr Arnold Tiniap dan Ketua Gugus Tugus Percepatan Penaganan COVID-19 Papua Barat Derek Apnir kepada wartawan seusai rapat koordinasi, Selasa (24/3/2020) di Kantor Gubernur Papua Barat, Manokwari. FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Luasnya wilayah Papua Barat dan keterbatsan perhubungan darat dan laut menjadi pertimbangan pemerintah daerah belum mengabil keputusan agar provinsi ini dilockdown (Situasi yang melarang warga untuk masuk dan keluar ke suatu tempat karena kondisi darurat) akibat COVID-19.

‘’Kita tidak ada lockdown, lockdown ini kan kita harus pertimbangkan baik. Pusat (Jakarta) saja tidak ada lockdown. Apa lagi kita di daerah,’’ tegas Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan kepada wartawan seusai rapat bersama Forkopimda, Selasa (24/3/2020) malam di Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai Manokwari.

Kepala daerah mengartikan bahwa pusat Jakarta yang semua kebutuhan sandang pangan itu terpenuhi tidak melakukan lockdown, sementara Papua Barat yang di daerah dan tergantung dengan pusat terutama di alat transportasi darat dan laut saat ini belum melakukan lockdown.

Gubernur menekankan daerah berpegang pada Standear Operasional Prosedur (SOP) dari pusat yang dijabrkan ke daerah hingga ke kabupaten dan kota.

‘’’SOPnya klan jelas, kita tindaklanjuti, itu laksanakan berdasarkan situasi dan kondisi di daerah masing-masing dalam arti semua fasilitas dan sarana baik itu tenaga medis, rumah sakit ataupun obat-obatan sebagaimana yang ada kita maksimalkan,’’ jelas gubernur.

Dominggus Mandacan kembali menekankan  langkah-langkah yang harus dimbil dan dilakukan untuk mengantisipasi itu sudah disepakati ada delapan poin dan mala mini segera ditandatngan dan akan diimbau kepada masyarakat.

‘’Poin-poin itu diantaranya kita himbau kepada masyarakat jangan panik,  jangan takut,  kita imbau menghindar kegiatan  keramaian,  juga kepada pengusaha tempat hiburna malam seperti karaoke, tempat hiburan yang melibatkan banyak orang bisa ditunda ditunda atau pun ditiadakan,’’ terang Dominggus Mandacan.

Gubenur Papua Barat Dominggus Mandacan, Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, Sekda Papua Barat, saat rapat koordinasi bersama Pangdam XVIII/Kasuari, Kapolda Papua Barat dan FORKOPIMDA, Selasa (24/3/2020). FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com.

Gubernur mengatakan warga menjaga jarak, jaga kesehatan, tempat-tempat umum juga untuk menyediakan tempat sabun cuci tangan, ataupun mengukur suhu panas.

Seharian tadi Selasa (24/3/2020)  Gubernur Papua Barat menggelar rapat secara marathon, mulai dari video conference dengan Presiden RI Joko Widodo, dilanjutkan dengan pertemuan tertutup bersama Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat, Derek Apnir  dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Otto Parorongan, kemudian dilanjutkan Rapat bersama wakil GUbernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, Pangdam XVIII/Kasuari, Kapolda Papua Barat, Forkopimda serta tokoh agama dan FKUB Papua Barat hingga pukul 19.00 WIT.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!