Papua Barat

Cerita Perjalanan Warinussy Ditegah Pendemi COVID-19, Manokwari Perlu Contohi Bintuni

93
×

Cerita Perjalanan Warinussy Ditegah Pendemi COVID-19, Manokwari Perlu Contohi Bintuni

Sebarkan artikel ini

Yan Christian Warinussy. PAPUADALAMBERITA. FOTO: album warinussy.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Advokat dan Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) Ia memaparkan cerita pengalaman dalam rentang waktu seminggu di masa pandemi COVID-19 yang makin massif di Papua Barat.

‘’Khususnya terkait penangan upaya pencegahan Covid-19 di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat dan Biak, Papua, waktu itu Jum’at, (31/7/2020) sekitar pukul 17:30 wit sore saya dan tim LP3BH Manokwari tiba di pos pemeriksaan COVID-19 di dekat lokasi Kantor Bupati Teluk Bintuni,’’ cerita Yan Christian Warinussy kepada papuadalamberita.com, Rabu (5//8/2020).

‘’Kami disuruh masuk melewati ruang berlindung platik dan ada penyemprotan disinfektan otomatis. Lalu dimintai surat keterangan sehat dari rumah sakit di Manokwari,’’ ujar Warinussy.

Kemudian lanjutnya, kedua suster yang melayani terus bertanya apakah dalam dua (2) pekan terakhir ada bertemu pasien COVID-19 ? Ia juga dimintai menuliskan identitas lengkap serta foto copy KTP dan menandatangani formulir yang sudah disiapkan. Sesudah itu boleh pulang.

‘’Keesokan harinya setelah kami hendak kembali ke Manokwari, kami sama sekali tidak diperiksa lagi. Hari ini Rabu, 5/8, saya mengalami pemeriksaan dimulai dengan saya memeriksa SWAB di RSUD Papua Barat dengan hasil non reaktif,’’ jelas Warinussy.

‘’Saya diberi surat keteranganm sesampainya saya di Biak tadi pagi (Rabu, 5/8) di atas kapal sudah diberi kartu kewaspadaan kesehatan Kementerian RI berwarna kuning,’’ tambah Yan.

Ia mengatakan semua penumpang kapal wajib mengisinya dan diserahkan kepada petugas kesehatan berpakaian hansip (pertahanan sipil) saat tiba di Pelabuhan Kapal Ferry di Kampung Mokmer-Biak Numfor, petugas melakukan penyemprotan disinfektan secara otomatis dan memeriksa suhu tubuh.

‘’Pertanyaan saya, apakah hal-hal semacam ini juga dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Manokwari dan Provinsi Papua Barat. Khusus melalui gugas tugas yang sudah dibentuk di Kabupaten Manokwari dan Provinsi Papua Barat,’’ ujar Yan bertanya.

Warinussy memandang ini penting, karena indikator faktual adalah ketika Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni bisa menerapkannya dengan baik dan bertanggung-jawab, maka Kabupaten Teluk Bintuni kini berstatus Zona Hijau dari pandemi COVID-19 kan? Ini perlu dicontoh di Manokwari dan Papua Barat.

‘’Bahkan harus didukung penuh oleh otoritas sipil dan militer setempat. Jadi bagi personil-personil TNI dan Polri yang non-organik ke Papua Barat juga semestinya melalui segenap prosedur pemeriksaan kesehatan seperti ini,’’ terangnya.

Yaitu menurutnya, pemeriksaan kepada para prajurit non organik yang kini sedang berada di Papua Barat sejak pertama kali mereka hadir. Ini penting sebagai bagian dari upaya pencegahan pandemi Covid-19 tersebut di Manokwari dan Provinsi Papua Barat.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!