PAPUADALAMBERITA.COMMANOKWARI – Pemandangan berbeda terlihat usai pelaksanaan salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026) di Lapangan Borasi, Manokwari.
Jika sebelumnya lapangan ini identik dengan tumpukan koran bekas, kini yang tersisa justru sampah plastik, kardus, dan bahan lainnya, menandai perubahan zaman di era digital.
Berdasarkan pantauan papuadalamberita.com di lapangan yang juga menjadi Ruang Terbuka Publik (RTP) Manoikwari tersebut, tidak lagi ditemukan koran bekas, penjual koran, maupun tumpukan koran yang biasanya berserakan setelah salat Id.
Sebaliknya, di sejumlah sudut lapangan tampak bekas karton, kardus bungkus air minum, karung plastik, hingga alas tipis berbahan spons yang ditinggalkan jamaah, itu ppun tidak banyak ketika masih ada koran bekas pada 4-5 tahun-tahun sebelumnya.
Fenomena ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi di dunia pers.
Peralihan dari media cetak ke media daring (online) membuat penggunaan kertas sebagai medium informasi semakin berkurang.

Di Manokwari, Papua Barat, media cetak bahkan nyaris tidak lagi beredar, kecuali satu media lokal, yakni Tabura Pos.
Pada tahun-tahun sebelumnya, pemandangan lapangan maupun ruas jalan yang dipenuhi sampah koran bekas usai salat Idulfitri menjadi fenomena tahunan.
Koran-koran tersebut dimanfaatkan jamaah sebagai alas salat, terutama karena keterbatasan tempat atau kondisi lapangan yang belum sepenuhnya bersih.
Akibatnya, sampah koran bekas kerap menumpuk di Lapangan Borasi hingga tercecer ke jalan raya dalam jumlah yang cukup banyak. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Manokwari, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia.
Karton bekas kemasan air minum terlihat bertebaran di Lapangan Borasi usai Salat Idulfitri di Manokwari, Sabtu (21/3/2026).FOTO RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.COM
Di sisi lain, kondisi tersebut dulunya juga menjadi peluang ekonomi bagi anak-anak.
Mereka menjual koran kepada jamaah sebelum salat, lalu mengumpulkan kembali koran bekas yang berserakan setelah salat selesai. Namun kini, aktivitas tersebut hampir tidak lagi terlihat seiring berkurangnya peredaran media cetak.
Panitia PHBI pelaksanaan salat Idulfitri di Manokwari sebelumnya juga terus mengimbau jamaah agar peduli terhadap kebersihan lingkungan, dengan tidak meninggalkan alas salat serta membawa perlengkapan sendiri guna mengurangi timbulan sampah di ruang publik.
Menarik kan ada fenomena ketika peralihan tehnologi.(rustam madubun)













