Papua Barat

Ditreskrimsus Polda Papua Barat Tahan MRFT, Tersangka Korupsi Dana Hibah

654
×

Ditreskrimsus Polda Papua Barat Tahan MRFT, Tersangka Korupsi Dana Hibah

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI FOTO: DISAIN: PAPUADALAMBERITA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat menahan MRFT dalam dugaan kasus korupsi anggaran hibah Pemerintah Provinsi Papua Barat tahun anggaran 2018/2019.

Dugaan penyelewangan dana hibah itu senilai Rp1.500.000.000 (satu miliar lima ratus juta rupiah), dan tersangka MRFT dilakukan penahanan di rumah tahanan Dit Tahti Polda Papua Barat selama 20 hari kedepan.

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Ongky Isgunawan, SIK mengatakan, Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Papua Barat telah melakukan proses penyidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana hibah cabang olahraga Volly Papua Barat yang bersumber dari APBD Provinsi Papua Barat tahun anggaran 2020.

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Ongky Isgunawan, SIK. FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

Menurut Kabid Humas, adapun hasil perkembangan penyidikan dari tim penyidik Tipidkor Ditreskrimsus Polda Papua Barat berdasarkan gelar perkara pada tanggal 29 Februari 2024 Penyidik telah menemukan 2 (dua) alat bukti yang sah.

‘’Diantaranya hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (APKKN) dari Auditor perwakilan BPKP ProvinsiPapua Barat senilai Rp. 1.479.704.400; (satu miliar empat ratus tujuh puluh sembilan juta tujuh ratus empat ribu empat ratus rupiah),’’ rinci Kabid Humas.

‘’Selanjutnya telah menetapkan Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia(PBVSI) Papua Barat MRFT sebagai tersangka,’’ sambung perwira tiga melati ini.

Lanjut Kabid Humas, bahwa pada Jumat tanggal 8 Maret 2024 penyidik telah melakukan Pemeriksaan terhadap MRFT sebagai tersangka.

Tersangka di dampingi penasehat hukum dari Kantor Jatir Yuda Marau dan Partners Kota Sorong, dan melakukan tindakan hukum berupa penahanan selama 20 hari kedepan di rumah tahanan Dit Tahti Polda Papua Barat.

‘’Penahanan itu berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : SP.Han/02/III/RES 3.3/2024/Ditreskrimsus, tanggal 8 Maret 2024,’’ jelas Kabid HUmas.

Menurut Kabid Humas, bahwa rencana tindak lanjut  kedepan Ditreskrimsus Polda Papua Barat akan  melakukan pemberkasan dan pengiriman berkas perkara tahap I Kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) kejaksaan Tinggi Papua Barat.

Kata Kabid Humas hal tersebut sejalan dengan komitmen Kapolda Papua Barat Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, SIK, MTCP dalam hal pemberantasan korupsi.

“Tanggung jawab pemberantasan korupsi tidak hanya bertumpu pada satu instansi atau lembaga, namun merupakan tanggung jawab seluruh elemen anak bangsa dan diperlukan konsistensi dalam hal penegakkan hukum untuk memberi efek jera dan mengembalikan kerugian Negara,’’ tegas Kabid Humas yang mantan Wadirkrimsus Podla Papua Barat ini.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!