PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Barat juga akan melakukan pertemuan dengan Pangdam XVIII/Kasuari guna membahas situasi keamanan di sejumlah wilayah, termasuk daerah konflik yang berdampak pada masyarakat sipil.
Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor, S.IP mengatakan, pertemuan tersebut akan menyoroti penanganan konflik, termasuk aktivitas kelompok bersenjata yang kerap menimbulkan korban di kalangan masyarakat.
“Kami akan berkomunikasi dengan Pangdam terkait pendekatan di wilayah konflik, agar masyarakat sipil tidak menjadi korban,” ujarnya.
Ia mencontohkan kondisi di wilayah Distrik Merdey, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat dan sekitarnya, di mana banyak warga terpaksa mengungsi ke daerah seperti Bintuni akibat situasi keamanan yang tidak kondusif.
Dampaknya, lanjut Wonggor, anak-anak menjadi tidak bisa bersekolah secara maksimal.
“Banyak masyarakat dari Merdey yang mengungsi ke Bintuni. Kasihan anak-anak, mereka tidak bisa sekolah dengan baik,” katanya.
DPR Papua Barat, kata dia, akan melibatkan komisi terkait untuk melakukan hearing dan mencari solusi bersama TNI, khususnya Kodam XVIII/Kasuari, guna memastikan pendekatan keamanan yang lebih humanis.
“Kami ingin ada penanganan yang tepat, sehingga masyarakat yang berada di wilayah tersebut tidak terus menjadi korban,” pungkasnya.(rustam madubun)













