Kasubag Humas Polres Fakfak, IPDA. Arantaun. FOTO : Istimewa./PAPUADALAMBERITA.COM.  Penyidik Sat. Reskrim Polres Fakfak Saat Melimpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kepada Jaksa Penuntut Umum... Dua Kasus Kriminal di Fakfak Akhirnya di Limpahkan Polres, Satunya Kasus “Bawah Pusar” Korbannya Anak Bawah Umur

Kasubag Humas Polres Fakfak, IPDA. Arantaun. FOTO : Istimewa./PAPUADALAMBERITA.COM. 

Penyidik Sat. Reskrim Polres Fakfak Saat Melimpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Fakfak. FOTO : Istimewa./PAPUADALAMBERITA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Dua kasus kriminal yang terjadi di wilayah hukum Polres Fakfak akhirnya dilimpahkan Satuan Reserse (Reskrim) Polres Fakfak ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Fakfak.

Demikian dikatakan, Kapolres Fakfak melalui Kasat. Reskrim , IPTU. Handam Samudro, STK. SIK, dalam press rilis yang dibagikan Kasubag. Humas, IPDA. Arantaun, kepada sejumlah media baik onlien, eletronik maupun televisi.

Dalam press rilis Kasubag. Humas, IPDA. Arantaun, kepadas sejumlah media, menyebutkan dua kasus kriminal yang telah dilimpahkan Sat. Reskrim Polres Fakfak kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Fakfak yakni kasus penganiayaan dengan tersangka AB,

Perbuatan penganiaan yang dilakukan AB membuat korbannya berinial RW mengalami memar di mata kiri dan kini AB dijerat dengan pasalPasal 351 ayat (1) KUHPidana, dengan ancaman pidana penjara maksimal dua tahun delapan bulan.

Penyidik Sat. Reskrim Polres Fakfak Dalam Proses Pelimpahan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Pelanggaran Undang – Undang Perlindungan Anak  Kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Fakfak. FOTO : Istimewa./PAPUADALAMBERITA.COM.

Selain kasus penganiayaan yang menjerat AB, penyidik Sat. Reskrim Polres Fakfak juga pada Jumat kemarin (30/5/2021) juga telah melimpahkan tersangka dan barang bukti (BB) dalam kasus tindak pidana kriminal yakni kasus “bawah pusar” (kasus persetubuhan) dengan korban seorang anak perempuan (sebut saja Bunga berusia 17, bukan nama sebenarnya)  yang masih di bawah umur.

Tersangka GW dalam kasus pelanggaran undang – undang perlindungan anak ini dijerat dengan pasal  76D Jo Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah), demikian tertuang dalam press rilis Polres Fakfak yang disampaikan Kasubag. Humas, IPDA. Arantaun.

Dengan adanya penyerahan kedua kasus kriminal tersebut (Kasus penganiayaan dengan tersangka AB dan kasus pelanggaran undang – undang perlindungan anak dengan tersanga GW) maka kini kedua kasus tersebut tinggal menunggu JPU Kejaksaan Negeri Fakfak untuk melimpahkan kedua perkara kriminal itu ke Pengadilan Negeri Fakfak sehingga segera dapat disidangkan kedia pelaku kriminal itu.

Dan atas penyerahan tersangka dan barang bukti kedua kasus kriminal tersebut, kini tersangka AB maupun GW sedang menginap di balik jeruji Rumah Tahanan (Rutan) Kejaksaan Negeri Fakfak untuk menunggu proses persidangan nanti.(RL 07)

 

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *