fbpx
Dari kiri: Kapolda Papua Barat, Kabinda Papua Barat, Gubernur Papua Barat, Kajati Papua Barat dan Kadokes Kodam XVIII/kasuari pada jumpa pers kenaikan status Papua... Dua Positif, Satu Meninggal Gubernur Nyatakan Papua Barat Darurat COVID-19

Dari kiri: Kapolda Papua Barat, Kabinda Papua Barat, Gubernur Papua Barat, Kajati Papua Barat dan Kadokes Kodam XVIII/kasuari pada jumpa pers kenaikan status Papua Barat sebagai Tanggap Darurat COVID-19, Jumat (27/3/2020) malam di Sekretariat Gugus Tugas COVID-19 Papua Barat, Swiss Belhotel Manokwari. FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan resmi menyatakan Provinsi Papua Barat  sebagai daerah tanggap darurat COVID-19 setelah mengikuti  perkembangan terakhir dan telah adanya dua warga positif COVID-19 dan satu orang meninggal dunia pada Jumat (27/3/2020).

Baca Juga: Di Sorong Ibu dan Anak Positif COVID-19, Anak Meninggal

Selaku Gubernur Papua Barat membuat pernyataan tanggap darurat bencana non alam pandemic COVID-19 Papua Barat, menindaklanjuti pernyataan Gubernur Papua Barat 16 Maret 2020 tentang siaga darurat bencana non alam, dan memperhatikan telah adanya kasus positif  COVID-19 di Papua Barat (27/3 2020) serta informasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan tindak lanjut instruksi Gubernur Papua Barat nomor 03 tahun 2020 tentang pencegahan dan pengendalian risiko penularan infeksi COVID-19.

‘’Maka pada hari ini (Jumat 27/3/2020) saya nyatakan status siaga darurat ditingkatkan menjadi status tanggap darurat di wilayah Provinsi Papua Barat,’’ jelas Gubernur yang didampingi Kapolda Papua Barat, Kajati Papua Barat Kabinda Papua Barat dan Dokes Kodam XVIII/kasuari Jumat (27/3/2020) Sekretariat Gugus Tugas Pencegahan dan Percepatan Penanggulangan COVID-19 malam di Swiss Belhotel Manokwari.

Berkaitan dengan itu maka Gubernur Papua Barat mengambil langkah-langkah wajib yang dilaksanakan adalah sebagai berikut

1 Gugus tugas percepatan dan pengendalian resiko penularan infeksi COVID-19 Provinsi Papua Barat dan gugus tugas kabupaten kota se Provinsi Papua Barat untuk segera melakukan pencegahan dan penanggulangan bencana konflik 19 semaksimal mungkin.

2 pencegahan dan penanggulangan bencana sebagaimana dimaksud di atas adalah sebagai berikut :

  1. Penduduk yang bukan berKTP Papua Barat dilarang masuk di wilayah Provinsi Papua Barat dan penduduk yang berkat KTP Papua Barat juga dilarang ke provinsi lain kecuali urusan yang sangat penting dan urgen.
  2. Penduduk kabupaten kota di wilayah Provinsi Papua Barat dilarang melakukan kunjungan antara kabupaten kota kecuali urusan yang sangat penting dan urgen.
  3. membatasi aktivitas masyarakat di luar rumah kecuali urusan yang sangat penting dan urgen, menjaga jarak fisik saat berinteraksi berinteraksi dengan orang lain secara tegas dan benar
  4. Melaksanakan pencegahan dan penanggulangan bencana COVID-19 atau gugus tugas atau satuan tugas segera mengambil langkah-langkah hukum di wilayah hukum masing-masing sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

‘’Pernyataan ini berlaku mulai tanggal 27 Maret 2020 sampai dengan tanggal 9 April 2020, 14 hari kedepan dan akan ditinjau kembali sesuai perkembangan,’’  demikian pernyataan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya dibuat di Manokwari pada tanggal 27 Maret 2027 Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan,’’ ujarnya.

Dari Kiri: Jubir Satgas COVID-19 Papua Barat, Tim Satgas, Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Ketua Satgas COVID-19 Papua Barat ikut hadir dalam acara jumpa pers bersama gubernur Papua Barat, Jumat (27/3/2020). FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com.

Gubernur juga melaporkan situasi data terbaru COVID-19 Papua Barat sampaikan bahwa sampel yang diambil dan dikirim ke laboratorium di Kementerian Kesehatan adalah 18 orang sampel yang sudah diperiksa 5 orang hasil negatif 3 orang hasil positif 2 orang dalam proses pemeriksaan 13 orang.

Orang dalam pemantauan (ODP) 153 orang dengan rincian sementara dalam pemantauan 108 orang selesai pemantauan 45 orang,  pasien dalam pengawasan (PDP) tuju orang dengan rincian masih dalam pengawasan empat orang, selesai pengawasan dua orang,  meninggal satu orang.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!