fbpx
 Rapat Komite I DPD  RI pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Papua yang diusulkan anggota Komite 1 DPD RI asal Papua Barat, Dr Filep Wamafma, SH.,... Filep Wamafma: Usulan Pembentukan Pansus Papua Diterima Komite 1 DPD RI


 Rapat Komite I DPD  RI pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Papua yang diusulkan anggota Komite 1 DPD RI asal Papua Barat, Dr Filep Wamafma, SH., M.Hum. FOTO: istimewa/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI –  Rapat Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia tentang program kerja dibentuk Panitia khusus (Pansus) tentang persoalan Papua saat ini.

Hal ini disuarakan oleh anggota Senator Komite 1 DPD RI asal Papua Barat, Dr Filep Wamafma, SH., M.Hum. Untuk masalah Papua khususnya peristiwa yang terjadi di tanah Papua belakangan ini seperti di Wamena, Nduga, dan Jayapura, Papua.

Kemudian peristiwa yang sudah terjadi di kabupaten Manokwari, Sorong dan Fakfak, Papua Barat. Usulan Senator Papua Barat ini akhirnya diterima oleh ketua komite 1 dan pendapat anggota Senator lainnya agar segera membentuk Pansus menyikapi masalah Papua.

Pansus Papua ini pun diputuskan melalui rapat pelno tersebut pada 14 Oktober 2019. “sebagai senator dari Papua Barat menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Komite I dan seluruh anggota Senator yang mendukung terbentuknya PANSUS Papua” kata Filep Wamafma, Senin malam.

Mengingat persoalan Papua merupakan persoalan yang urgen, maka selain prosedur pembentukan Pansus melalui Paripurna DPD RI. Walaupun demikian beberapa anggota Senator memandang bahwa Kondisi Papua saat ini membutuhkan langkah-langkah yang cepat untuk mengatasi persoalan di tanah Papua.

“Harapan saya selaku senator agar ketika Pansus terbentuk semua kelompok masyarakat di Papua untuk dapat memberikan informasi dan data yang akurat, sehingga keputusan yang akan dilakukan oleh PANSUS Papua yang diprakasai oleh DPD RI dapat menjawab persoalan di tanah Papua” pesan Wamafma.

Kata dia, dalam rapat Komite pembentukan Pansus Papua tentu akan mengidentifikasi sejumlah tokoh yang representatif. Demikian usulan dari salah satu Senator dari Aceh mengatakan, tidak menutup kemungkinan PANSUS Papua dapat menemui semua pihak termasuk pihak yang beda Idiologi.

Filep menjelaskan, senator-senator yang tergabung dalam Komite satu mendahului kerja dan penetapan Pansus akan melakukan Rapat dengar pendapat, terutama dengan KOMNAS HAM RI, POLRI, TNI dan instansi terkait untuk mendapatkan informasi yang akurat serta menjadi dasar bagi senator dalam mengambil keputusan-keputusan.

“Jadi sebagai Senator dari Tanah Papua (Papua Barat) mengapresiasi dukungan Para senator yang tergabung dalam Komite I yang mendukung aspirasi dari saya” ujar dia.

Selain Pansus tentang Papua, ada juga Pansus untuk mendorong adanya Pansus Pemilukada dan Pemekaran wilayah untuk tanah Papua. Namun fokus pada Pansus Pasca rusuh dan juga masalah Wamena dan Ndungga.

“maka semoga pembentukan Pansus ini dapat memberikan kontribusi dalam rangka penyelesaian persoalan di tanah Papua” tambah Wamafma.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!