Papua Barat

Geledah Kantor Dinas Nakertrans Papua Barat, Kejati Amankan Tiga Box Dokumen

154
×

Geledah Kantor Dinas Nakertrans Papua Barat, Kejati Amankan Tiga Box Dokumen

Sebarkan artikel ini
Kejaksaan Tinggi Papua Barat
Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Tinggi Papua Barat Geledah Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Papua Barat. Senin (19/2/2024). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Kejaksaan Tinggi Papua Barat, melakukan penggeledahan di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Papua Barat, yang berelamat di  Jalan Brigjen. Abraham O. Atururi, Arfai Kabupaten Manokwari    pada Senin (19/2/2024).

Penggeledahan ini dipimpin langsung Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Abun Hasbulloh Syambas, atas dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan dana tambahan penghasilan pegawai (TPP) di Dinas Nakertrans Papua Barat tahun anggaran 2023 yang sedang dalam penyidikan Kejati Papua Barat.

Demikian disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum, dalam siaran pers tertulisnya dengan nomor: PR- 02/R.2/Kph.3/2/2024,tertanggal 19 Februari 2024,  yang diterima papuadalamberita.com.

Menurut Harli Siregar, dalam penggeledahan di Dinas Nakertrans Papua Barat yang berkahir pada pukul 15.51 WIT, penyidik Kejati Papua Barat berhansil mengamankan 3 (tiga) buah box berisi dokumen terkait dengan perkara yang sedang dilakukan penyidikan tindak pidana korupsi dugaan penyelewengan dana tambahan penghansilan pegawai tahun anggaran 2023.

“3 box dokumen yang terkait dengan perkara tipikor dugaan penyelewengan dana tambahan penghasilan pegawai tahun anggaran 2023 berhasil diamankan dari Kantor Dinas Nakertrans Papua Barat,” tuturnya.

Ditambahkannya, dalam penggeledahan yang berlangsung di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Papua Barat yang beralamat di  Jalan Brigjen. Abraham O. Atururi, Arfai Kabupaten Manokwari , kegiatan ini berlangsun aman dan terkendali hingga berakhir pada pukul 15.51 WIT.

“Tindakan penyidikan selanjutnya dilakukan di Kantor BPKAD dan sementara masih berlangsung memantau perolehan hasil suara sementara di Kantor Kejaksaan Tinggi Papua Barat,”, ucap Harli dalam siaran persnya.(RL 07)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!