Papua Barat

Gubernur Ali Baham Resmikan Penerbangan Bersubsidi Susi Air – Pemprov Papua Barat, Ada 12 Rute

4785
×

Gubernur Ali Baham Resmikan Penerbangan Bersubsidi Susi Air – Pemprov Papua Barat, Ada 12 Rute

Sebarkan artikel ini
Gubernur Papua barat Ali Baham, Wakapolda, Pimpinan OPD terkait serta Otoritas Bandara Rendani Manokwari pada peresmian penerbangan perdana bersubsisidi di Bandar Udara Rendani Manokwari, Senin (15/1/2024). FOTO: PEMDA PAPUA BARAT

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Penjabat Gubernur Papua Barat DR Ali Baham Temongmere MTP meresmikan penerbangan bersubsidi perdana Susi Air, rute pedalaman Papua Barat dan Papua Barat Daya di Bandar Udara Rendani Senin, (15/1/2023).

Acara peresmian oleh Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham, dihadiri Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Alfred Papare, Dinas Terkait serta Otaritas Bandara.

Peresmian ini merupakan penerbangan perdana rute pertama dari program penerbangan subsidi Pemprov Papua Barat yang mengandeng Susi Air untuk melayani 12 rute penerbangan (PP) untuk 12 Bandara terpencil di Papua Barat dan Papua Barat di tahun 2024.

‘’Sebagai penjabat gubernur, tadi didampingi Wakapolda Papua Barat, pimpinan OPD terkait kita meresmikan penerbangan perdana perintis bersubsidi oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan di Bandara Rendani Manokwari,’’ ujar Gubernur Ali Baham kepada wartawan di Manokwari  Senin (15/1).

Peresmian ini untuk penerbangan daerah-daerah terpencil di Papua Barat ada juga rsatu rute Papua dan Papua Barat daya.

Penjabat Gubernur Papua Barat Ali Baham yang ditemui wartawan seusai peresmian penerbangan perdana bersubsidi Senin (15/1/2024). FOTO: RUSTAM MADUBUN. PAPUADALAMBERITA.

‘’Kita bersyukur diawal tahun  20224 ini ada 12 rute dengan 16 Bandara perintis, dari 11 Perintis di tahun 2023 hari tahun 2024 ini ada 12 bandara perintis, satu yang baru itu adalah Bandara Abreso Rabsiki Manokwari Selatan,’’ jelas Ali Baham Temongmere.

Ali Baham menilai ini satu langkah positi positif yang turut berbangga, dengan penerbangan perintis ini tentu mempercepat pelayanan berhubungan dengan kepastian arus barang dan jasa di wilayah-wilayah terpencil.

‘’Sehingga jika ada warga yang sakit sakit dan lain sebagainya ini bisa cepat untuk dilakukan pelayanan melalui penerbangan perintisi ini.’’ tambah mantan Sekda Papua Barat yang juga Sekda Devinitif Propinsi Papua Barat ini.

Menurut Gubernu Ali Baham Ia berharap berharap masyarakat dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya, tentunya diharapkan jangan ada yang salah gunakan untuk kepentingan-kepentingan lain di luar pelayanan kepada masyarakat.

‘’Diharapkan selain digunakan untuk jasa angkutan dan orang, ada juga jasa Cargo, tetapi cargo masih diusahakan, sekarang ini digunakan untuk orang dulu di daerah terpencil,’’ tegas Ali baham.

‘’Jadi sekali lagi ini tentunya, Kita berterima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan, Otorita Bandara Manokwari yang telah berusaha dan ini juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari visi misi pemerintah daerah Papua Barat, dan selama kepemimpinan bapak Presiden Ir Joko Widodo yang memperhatikan serius dalam pelayanan terhadap daerah-daerah terbelakang,’’ terang Ali Baham.

Kata Ali Bahan subsidi ini menggunakan anggaran dari pemerintah pusat, jadi harganya mudah-mudahan maksimal Rp400.000 dan ada harga minimlanya, sehingga untuk masyarakat terjangkau dan

jumlahnya penerbangan lebih banyak di Papua Barat, ada jug satu Papua Barat Daya dan Papua.

‘’Puji Tuhan kita di awal tahun hari ini tanggal 15 kita bisa melaksanakan peresmian penerbangan perdananya,’’ Susi airnya sendiri pesawatnya sudah dikenal, tetapi subsidinya itulah yang menjadi penting,’’ kata Ali Baham.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *