Papua Barat

Inspiratif, 25 Tahun Jadi Pejabat, Ternyata Orang Lama di Papua, Stepanus Selang: Berdosa Kalau Bersungut

168
×

Inspiratif, 25 Tahun Jadi Pejabat, Ternyata Orang Lama di Papua, Stepanus Selang: Berdosa Kalau Bersungut

Sebarkan artikel ini

Pejabat baru dan pejabat lama bersama Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Nico Untung Tike pada acara serah terima jabatan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Papua Barat, Kamis (6/4/2023). FOTO: RUSTAM MADUBUN/PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI –  Drs Stepanus Selang, MM manta Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Papua Barat pria asal Toraja Sulawesi Selatan ini punya pengalaman sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang inspiratif hingga Ia pensiun dengan jabata Kepala Dinas di Provinsi Papua Barat.

Kamis tanggal 6 April 2023 kemarin Ia menyerahkan jabatan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menegah Papua Barat kepada pegantinya Drs Enos Aronggear MM.

Baca juga: Serah Terima Jabatan Kepala Dinas Koperasi UKM Papua Barat

‘’Saya ingin menceritakan pengalaman saya, kenapa saya sampai di sini (Papua) jadi kalau diistilahkan, saya itu zero zero to zero di Papua,’’ ujarnya di Manokwari Kamis (6/4/2023).

Kenapa karena sampai 1 April 2023 Ia telah 36 tahun mendedikasikan diri sebagai aparatur negara di tanah Papua.

‘’Mulai dari 1 April 1987, penempatan pertama di Kandep Jayapura dulu masih istilah kantor departemen (Kandep, red) jabatan itu masih eselon III, yaitu tahun 1987,’’ cerita Setapnus Selang.

Kemudian, pada tahun 1989 Ia dipromosikan sebagai kepala seksi di Kabupaten Jayawijaya, Wamena sampai dengan 1996 di Wamena.

‘’Di situlah saya kenal dengan Bapak almarhum mantan kepala Bappeda Bapak Halatu, tujuh tahun bertugas di Wamena, kemudian pindah ke Kantor Wilayah (Kanwil) Koperasi Irian Jaya di Jayapura pada tahun 1996, awal menjadi kepala seksi itu,’’ kenangSelang.

‘’Kemudian bertugas selama satu tahun lebih sedikit saya dijenjangkan ikut SPAM kalau sekarang itu PIM tiga,’’ sambung Selang.

Ia mengatakan, jika dulu seorang ASN dijenjangkan sebelum masuk jabatan, bukan seperti sekarang masuk dulu baru dipromosikan, dan ketentuannya kalau sudah dijenjangkan maksimal enam bulan sudah ada tempatnya tidak boleh tidak.

‘’Jadi mempromosikan menjenjangkan pejabat pada saat itu terorganisir dengan baik, kalau di Kaneil itu sudah ada rangking, misalnya ikut penjenjangan ini sudah di administrasi sudah ada dalam daftar,’’ jelas Selang.

Dari situ kemudian pada tahun 1997 Ia dipromosikan sebagai Kakandep (kalau sekrang kepala dinas, red) Kabupaten Biak Numfor setelah satu tahun tsunami besar melanda di Biak pada tahun 1996.

‘’Pada tahun 1997 saya dipromosikan ke Biak sebagai Kakandep waktu itu usia saya baru 34 tahun, jadi kepala kantor departemen koperasi . Menjabat dua tahun, mau ke dua setengah tahun kemudian dimutasikan ke Kabupaten Manokwari yaitu Pak bupatinya Pak Mulyono itu juga masih Kakandep,’’ tutur Selang.

Setelah masuk 2001 sudah otonomi daerah, dengan sendirinya status kepegawaian kita dari depertamen diintegrasikan masuk ke pegawai daerah.  Pada tahun 2001 Kandep ditingkatkan menjadi dinas dari golongan 3A menjadi eselon 2B,’’ ungkapnya.

‘’Kemudian ada penggabungan dinas koperasi dan pendustrian perdagangan, setelah digabung saya yang dilantik  menjabat Kepala Dnias Perindakop Manokwari .

Ia mengatakan, setelah bekerja di Kabupaten Manokwari 10 tahun dan berdinas dinas Perindakop setelah Dominggus Mandacan selesai dua periode, Bupati dijabat Salabai Ia memperoleh jabatan sebagai ke staf ahli.

‘’Saya sempat staf ahli sembilan bulan, setelah itu almarhum Abraham Atururi memanggil saya untuk membantu beliau sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UMKM provinsi Papua Barat yang pada waktu itu sudah dipisah mulai Februari 2012,’’ kenangnya.

‘’Saya hitung-hitung 12 tahun jadi pejabat memang cukup lama,’’ tuturnya jujur.

‘’Makanya setelah kemarin tidak diperpanjang lagi, itu secara otomatis saya pensiun, saya ini sudah 59 lebih besok November saya sudah 60 tahun, tapi kan kelihatan masih muda toh,’’ ujarnya disambut tepuk tangan meriah oleh ASN.

Ia mengaku sangat bersyukur kepada Tuhan karena sejak awal menjadi ASN dengan jabatan kepala dinas hingga Ia pensiun, ini satu hal yang terjadi bagi seorang ASN.

Pejabat lama Stepanus Selang menandatangani berita acara serah terima jabatan Kepala Kantor Koperasi Usaha Kecil Menga Papua Barat pada acara serah terima jabatan, Kamis (6/4/2023). FOTO: RUSTAM MADUBUN/PAPUADALAMBERITA.

‘’Jadi berdosa saya kalau saya bersungut-sungut, karena Tuhan sudah memberikan saya 25 tahun 10 bulan dengan jabatan, coba bayangkan itu, 25 tahun 10 bulan menjadi pejabat di tanah Papua ini tidak ada orang seperti itu, coba dicari dalam sejarah tidak ada,’’ tutur Selang bersyukur.

Ia menjadi staf hanya dua tahun, tahun 1989 diangkat menjadi eselon tiga, Jadi kalau sungut-sungut itu Tuhan marah.

‘’Saya terima dan ikhlas dan memang apa yg dilakukan (roling jabatan, oleh penjabat gubernur red) itu normative, artinya sesuai dengan ketentuan ASN, sebelum 5 tahun atau  masuk tahun ke4 itu harus uji kompetensi,’’ tegasnya.

Seharus dengan jabatan sebagai Kepala Dinas Koperasi hingga Ia pensiun sudah dua kali diuji kompetensi, tetapi ini tidak pernah dilakukan oleh pemimin pemimpin sebelumnya, baru di lakukan ini ketika wWaterpauw sebagai penjabat gubernur.

‘’Jadi saya itu seharusnya dua kali uji kompetensi di provinsi, tetapi tidak dilakukan, tetapi jangan salahkan saya itu kan pimpinan punya keputusan,’’ tambah Selang.

Selang mengatakan, bersyukur karena padasejak tahun 2019 itu Ia tidak kenaikan gaji karena sudah habis kolomnya.

‘’Kolom gaji sudah habis, pangkat saya 2021 sudah tidak naik lagi, sudah 11 tahun golongan 4D kalau ada aturan pangkat 5A saya sudah 5A, tapi kan tidak ada pangkat 5A pangkat tertinggi ASN itu adalah 4E yang nanti setelah pensiun baru diterima,’’ Itu sedikit saya informasikan karir saya di tanah Papua ini.

‘’Kenapa saya bilang zero to zero di Papua, karena memang saya 0 mulai di Papua dan kemudian menyelesaikan di Papua dan tidak pindah-pindah hanya satu bidang di Koperasi dan UKM,’’ ujarnya.

Selang pun sedikit cerita ketika bertugas di wamena yang kini masuk Provinsi Papua Pegunungan.

‘’Di Wamena itu, yang sekarang sudah tidak dialami pejabat, mau mengunjungi satu koperasi itu yang sekarang itu Kabupaten Lanny Jaya itu dulu kecamatan, kalau jalan kaki ke sana satu hari dua malam, itu saya jalan,  jadi jalan dari Wamena sampai ke sana tuh tidur besok pagi baru naik ke Tiom ,’’ cerita Selang.

Ketika berdinas di Kabupaten wamena Ia lebih banyak berjalan jalan kakinya, nanti pada tahun 1993 baru terbuka isolasi, kendaraan bermotor mobil dan motor ada hingga kini.

‘’Itu sedikit tentang saya di tanah Papua ini, karena ada yang menganggap saya di Manokwari  ini, makan pada saja dilantik itu ada bisik-bisik tidak enak, tetapi dia tidak kenal saya siapa itu saya, itulah perjalanan saya,’’ sebutnya.

‘’Saya yakin, bahwa Tuhan selalu hadir. Oleh karena itu saya ingin sampaikan kepada teman-teman di dinas koperasi Papua Barat untuk tetap setia terhadap apa yang Tuhan sudah berikan.(rustam madubun)

Sambutan pejabat lama Stepanus Selang pada acara serah terima jabatan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Papua Barat, Kamis (6/4/2023). FOTO: RUSTAM MADUBUN/PAPUADALAMBERITA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *