fbpx
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat dr Arnoldus Tiniap saat melepas dua pasien positif COVID-19 Manokwari Ahmad dan Rohian yang sembuh... Jika Akses Publik Dibuka, Gugus Tugas Papua Barat Kuatir Warga Taati Protokol Kesehatan atau Tidak

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat dr Arnoldus Tiniap saat melepas dua pasien positif COVID-19 Manokwari Ahmad dan Rohian yang sembuh setelah memperoleh perawatan intensif di Rumah Sakit Provinsi, Sabtu (235/2020).

Baca juga: Pasien COVID-19 di Bintuni Sembuh 3 Orang, Gugus Tugas Provinsi Belum Terima Data 12 Pasien yang Sembuh di Raja Ampat

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Semangat kerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan VirusCorona Disease 2019 (COVID-19) Provinsi Papua Barat, mapun Gugus Tugas Percepatan Penanganan  COVID-19 kabupaten dan kota di Papua Barat di tengah pendemi Covid-19 dan hari libur Idul Fitri 1441 Hijriah tetap bekerja.

Kinerja Ini terlihat dari saat libur Idul Fitri hari pertama dan kedua, perkembangan penanganan COVID-19 Papua Barat terus dilaporkan ke public melalui juru bicara – juru bicara di kabupaten kota dan provinsi melalui zoom meting kepada wartawan.

 Dokter Arnoldus Tiniap juru bicara Gugus Tugas Provinsi terus mengupdate data kepada wartawan mengatakan sesuai anjuran pusat kemungkinan seusai Idul Fitri akan ada beberapa perubahan kebijakan pemerintah pusat yang recnanya membuka akses fasilitas umum, seperti,  pusat perbelanjaan, perkantoran dan pendidika.

‘’Sebagaimana kita ikut secara nasional dalam waktu dekat akan dibuka kembali fasilitas public, sekolah, pasar, pusat perbelanjaan dan perkantoran akan dibuka, tetapi dengan perubaha bahwa masyatakat tetap melasanakan protocol kesehatan,’’ ujarnya kepada wartawan Senin (25/5/2020 di Manokwari.

Pembukaan dengan perubahan menjadi tantangan tersebndiri  bagi warga karena  dari satu sisi masyarakat betul-betul mau menerapakn protocol kesehatan atau itu atau tidak.

‘’Dari sisi upaya pencegahan kita kuatir, tetapi kalau kebijkaan dari pusat dibuat seperti begitu berarti yang kita pastikan protocol kesahatan harus diterapkan,  kalau tidak, kita akan masuk dalam gelombang kedua, ‘’ jelas juru bicara COVID-19 Papua Baratada.

Juru bicara menjelaskan bahwa sesuai hasil sejumlah pengamat yang mengatakan kalau Indonesia tidak hati-hati akan masuk ke wabah atau pandemic dalam gelombang kedua.

‘’Apa lagi pada sat seperti kemarin menjelang lebaran aktifitas-aktifitas di tempat perbelanjaan sangat tinggi, dan bisa terjadi angka penularan, sehingga kuatirkan tidak laksanakan protocol kesahatan akan banyak yang positif,’’ tegas dr Arnoldus Tiniap.

Kekuatiran Gugus Tugas Provinsi Papua Barat merujuk jumlah Orang tanpa Gejala (OTG) di Papua Barat terus bergerak naik.

‘’OTG adalah kontak strasing dari positif, karena  per Sein (25/5) total OTG di papua Barat 1.194 orang. Ini menjadi perhatian serius, selesai lebaran kita akan rapat terbatas terkait dengan apa yang menjadi evaluasi dan langkah kongkrit ke depan,’’ tambah Arnold Tiniap.

Situasi epidemic di Papua Barat sampai Senin (25/5/2020) OTG tambahan hari ini 57 orang, dari Wondama 38 orang, Kota Sorong 17 orang, Kabupaten Sorong dua orang, masih dalam pemantauan 531 orang, selsai pemantaun 663 orang.

Orang Dalam Pemantaun (ODP)  tambahan hari ini tidak ada, total 954 orang, masih dalam pemantaun 128 orang, selesai pemantaun 826 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tambahan hari ini dua orang dari Teluk Wondama, total 72 orang masih dalam pengawasan 17 orang, selesai pengawasan 55 orang. Hasil pemeriksaan yang telah diterima 732 orang, negatif 605 orang, positif 130 orang.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!