
PAPUADALAMBERITA.COM.
JAYAPURA – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam)
XVII/Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi menyatakan senjata dan amunisi yang
dimiliki oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua didapatkan
dari banyak sumber.
“Beberapa bulan yang lalu berhasil ditangkap WNA asal Polandia di Wamena,
Kabupaten Jayawijaya yang sedang transaksi amunisi dengan kelompok OPM,
barang bukti ratusan amunisi berhasil diamankan namun kemungkinan sudah lolos
ribuan butir yang lain sebelum tertangkap,” katanya di Kota Jayapura,
Papua, Sabtu.
Selain itu, kata dia, garis perbatasan negara yang sangat luas dan garis pantai
Papua yang demikian panjang yang tidak mungkin bisa dijaga selama 24 jam,
memungkinkan menjadi peluang pasokan amunisi dari luar.
Apalagi, setelah kerusuhan Ambon, Maluku dan Poso, Sulawesi Tengah tersebar
senjata dan amunisi di tangan perusuh dan belum semuanya berhasil ditarik
kembali ke negara, dan kemungkinan sebagian besar disusupkan masuk ke Papua.
“Terjadinya konflik di beberapa negara tetangga seperti Filipina juga
menjadi peluang sumber pasokon amunisi dan senjata masuk ke Papua,”
katanya.
Termasuk beberapa kali terjadi penyerangan Pos TNI dan Polri, gerombolan
separatis, lanjut Aidi, berhasil merampas senjata dan amunisi dari tangan
aparat keamanan.
“Juga disinyalir keterlibatan oknum tokoh-tokoh Papua tertentu yang
mendukung perjuangan KKSB dengan indikator bahwa pada saat KKSB melaksanakan
serangkaian tindakan kekerasan, pembantaian, penyerangan, pemerkosaan dan
lain-lain, Pemda dan tokoh-tokoh Papua diam, bungkam seribu bahasa,”
katanya.
Namun, ketika negara bertindak mengerahkan aparat keamanan TNI dan Polri, kata
Aidi, para oknum tokoh-tokoh tersebut secara ramai-ramai melakukan
aksi protes.
“Mereka mengkritik, memaki, memfitnah bahkan meminta TNI dan Polri ditarik
dari Nduga. Jadi bukan tidak mungkin para oknum tokoh Papua tertentu berada di
balik pergerakan KKSB di hutan,” katanya.
Belakangan ini di sejumlah media sosial, beredar foto-foto yang menunjukkan
ratusan hingga seribuan amunisi yang dipamerkan oleh KKSB.
Salah satu akun Facebook bernama Marinus Yaung juga menampilkan foto tersebut.
Marinus mengaku mendapat kiriman foto dari anggota kelompok Tentara Pembebasan
Nasional Papua Barat (TPNPB) Egianus Kogoya di Ndugama, sehingga membuatnya
cukup terkejut.(ant)













