fbpx
PAPUADALAMBERITA.COM. JAYAPURA – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi menyatakan senjata dan amunisi yang dimiliki oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB)... Kapendam Cenderawasih Sebut Senjata Kelompok Kriminal Separatis dari Banyak Sumber
Salah satu kelompok KKSB yang pamerkan amunisi dan senjata diduga di Ndugama, Papua. FOTO: DOKUMEN DARI FACEBOOK MARINUS YAUNG/ANTARA/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM. JAYAPURA – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi menyatakan senjata dan amunisi yang dimiliki oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua didapatkan dari banyak sumber.

“Beberapa bulan yang lalu berhasil ditangkap WNA asal Polandia di Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang sedang transaksi amunisi dengan kelompok OPM, barang bukti ratusan amunisi berhasil diamankan namun kemungkinan sudah lolos ribuan butir yang lain sebelum tertangkap,” katanya di Kota Jayapura, Papua, Sabtu.

Selain itu, kata dia, garis perbatasan negara yang sangat luas dan garis pantai Papua yang demikian panjang yang tidak mungkin bisa dijaga selama 24 jam, memungkinkan menjadi peluang pasokan amunisi dari luar.

Apalagi, setelah kerusuhan Ambon, Maluku dan Poso, Sulawesi Tengah tersebar senjata dan amunisi di tangan perusuh dan belum semuanya berhasil ditarik kembali ke negara, dan kemungkinan sebagian besar disusupkan masuk ke Papua.

“Terjadinya konflik di beberapa negara tetangga seperti Filipina juga menjadi peluang sumber pasokon amunisi dan senjata masuk ke Papua,” katanya.

Termasuk beberapa kali terjadi penyerangan Pos TNI dan Polri, gerombolan separatis, lanjut Aidi, berhasil merampas senjata dan amunisi dari tangan aparat keamanan.

“Juga disinyalir keterlibatan oknum tokoh-tokoh Papua tertentu yang mendukung perjuangan KKSB dengan indikator bahwa pada saat KKSB melaksanakan serangkaian tindakan kekerasan, pembantaian, penyerangan, pemerkosaan dan lain-lain, Pemda dan tokoh-tokoh Papua diam, bungkam seribu bahasa,” katanya.

Namun, ketika negara bertindak mengerahkan aparat keamanan TNI dan Polri, kata Aidi, para oknum tokoh-tokoh tersebut secara ramai-ramai melakukan aksi protes.

“Mereka mengkritik, memaki, memfitnah bahkan meminta TNI dan Polri ditarik dari Nduga. Jadi bukan tidak mungkin para oknum tokoh Papua tertentu berada di balik pergerakan KKSB di hutan,” katanya.

Belakangan ini di sejumlah media sosial, beredar foto-foto yang menunjukkan ratusan hingga seribuan amunisi yang dipamerkan oleh KKSB.

Salah satu akun Facebook bernama Marinus Yaung juga menampilkan foto tersebut. Marinus mengaku mendapat kiriman foto dari anggota kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Egianus Kogoya di Ndugama, sehingga membuatnya cukup terkejut.(ant)



No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!