Papua Barat

Kapolres Fakfak : Tingkat Kesadaran Masyarakat Untuk Mengikuti Vaksin Covid -19 Masih Rendah

68
×

Kapolres Fakfak : Tingkat Kesadaran Masyarakat Untuk Mengikuti Vaksin Covid -19 Masih Rendah

Sebarkan artikel ini

Kapolres Fakfak, AKBP. Ongky Isgunawan, SIK, Dalam Acara Tatap Muka Dengan Para Wartawan di Salah Satu Restoran di Fakfak. Senin 22 Juni 2021. FOTO : Humas Polres Fakfak./PAPUADALAMBERITA.COM.

Tatap Muka Humas Polres Fakfak Bersama Awak Media Yang Dihadiri, Kapolres Fakfak, AKBP. Ongky Isgunawan, SIK, Dengan Didampingi Kabag Ops. Polres Fakfak, AKP. Sofyan Efendi, SH, Kasat Reskrim Polres Fakfak,  IPTU. Handam Samudro, S.TK. S.IK Dan Kasubag. Humas Polres Fakfak, IPDA. Arantaun. Senin 22 Juni 2021. FOTO : Humas Polres Fakfak./PAPUADALAMBERITA.COM. 

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Kapolres Fakfak, AKBP. Ongky Isgunawan, SIK, mengatakan, tingkat kesadaran masyarakat untuk mengikuti Vaksin Covid -19 di Kabupaten Fakfak masih rendah.

Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi Covid -19, disebabkan masyarakat masih terpengaruh dengan informasi hoax yang beredara di media sosial seperti facebook, tukas Kapolres Fakfak dalam acara silahturahmi Humas Polres Fakfak bersama awak media di salah satu Restoran di Fakfak, Senin (22/6/2021).

Menurutnya, masih banyak masyarakat di Fakfak termasuk para ASN yang belum melaksanakan vaksinasi Covid -19, karena itu pihak Polres Fakfak akan mendorong vaksinasi Covid -19 dalam waktu dengan harapan seluruh masyarakat termasuk ASN dapat mengikuti dan menyukseskan program Pemerintah ini.

Untuk menyukseskan program Vaksinasi Covid -19 di Fakfak, orang nomor satu di Polres Fakfak yang akrab disapa Ongky ini, juga meminta para awak media untuk memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat.

“Awak media di Fakfak harus dapat memberikan edukasi tentang vaksinasi Covid -19, sehingga masyarakat dapat ikut serta mengikuti Vaksinasi karena salah satu faktor penyebab rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti Vaksinasi adalah masyarakat terpengaruh dengan berita yang tidak bisa di pertanggungjawabakan melalui media sosial seperti facebook”, terang Kapolres Fakfak dihadapan para awak media dalam acara silahturahmi Humas Polres Fakfak bersama awak media yang berlangsung di salah satu restoran di Fakfak.

Dia mengakui, pemberian vaksin Covid -19 bukan berarti seseorang penerima vaksin akan terbebas dari Covid -19 karena pemberian vaksin kepada warga masyarakat hanya untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap virus tersebut dan bagi masyarakat yang telah menerima vaksin juga diharapkan untuk tetap mengiktui protokol kesehatan Covid -19.

Tatap Muka Humas Polres Fakfak Bersama Awak Media Yang Dihadiri, Kapolres Fakfak, AKBP. Ongky Isgunawan, SIK, Dengan Didampingi Kabag Ops. Polres Fakfak, AKP. Sofyan Efendi, SH, Kasat Reskrim Polres Fakfak,  IPTU. Handam Samudro, S.TK. S.IK Dan Kasubag. Humas Polres Fakfak, IPDA. Arantaun. Senin 22 Juni 2021. FOTO : Humas Polres Fakfak./PAPUADALAMBERITA.COM.

Lanjut AKBP. Ongky Isgunawan, SIK, perkembangan kasus Covid -19 di Fakfak saat ini mengalami peningkatan dan peningkatan kasus positif  Covid -19 juga terjadi hampir di semua daerah baik di Papua Barat maupun di luar Papua Barat.

Sesuai dengan data Satgas Percepatan Penanganan Covid -19 Fakfak, jumlah kasus positif corona virus disease 2019 hingga saat ini sebanyak 60 kasus positif di mana dari jumlah sebanyak itu,  7 kasus positif dengan keluhan saat ini sedang dalam perawatan di ruang isolasi RSUD Fakfak.

Sedangkan untuk 22 orang dengan kondisi tanpa gejala sedang menjalani karantina di Balai Diklat Pemkab Fakfak dan sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah masing – masing, ungkap Kapolres Fakfak, AKBP. Ongky Isgunawan, tuturnya.

Dikatakannya, untuk menekan laju perkembangan angka Covid -19 di Fakfak, selain dibutuhkan masyarakat untuk tetap patuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid -19, seperti menggunakan masker saat berada di luar rumah, menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan tetapi juga untuk menengani persoalan Covid -19 dibutuhkan penanganan secara simultan (menyeluruh) tidak bisa ditangani secara parsial (sebagian).

Lebih lanjut menurutnya, penanganan Covid -19 secara simultan harus melibatkan seluruh isntansi terkait termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama dan awak media, tidak bisa untuk menekan pertumbuhan Covid -19 di Fakfak hanya dilakukan secara parsial.

“Penanganan Covid -19 tidak bisa dilakukan secara parcial hanya ditangani oleh Polres atau Kodim saja tetapi harus melibatkan semua instasi terkait, baik Polres , Kodim bahkan Pemerintah Daerah mapun tokoh masyarakat, tokoh agama dan para awak media sehingga penyebaran Covid -19 di Fakfak dapat ditekan”, pintanya.(RL 07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *