Papua Barat

Kejari Manokwari Tetapkan Bendahara Dinkes Teluk Wondama Sebagai Tersangka

88
×

Kejari Manokwari Tetapkan Bendahara Dinkes Teluk Wondama Sebagai Tersangka

Sebarkan artikel ini
Kejaksaan Negeri Manokwari
Bendahara Dinas Kesehatan Manokwari Mengenakan Rompi Tahanan Ketika Ditetapkan Sebagai Tersangka. Jumat (8/3/2024). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Akhirnya bendahara Dinas Kesehatan Kabupaten Wondama berinisial RI mengenakan rompi oranye bertuliskan tahanan Kejaksaan Negeri Manokwari – Papua Barat.

Bendahara Dinkes Wondama ini dikenakan rompi tahanan karena diduga terseret kasus dugaan korupsi pengelolaan dana bantuan operasional kesehatan (BOK) Puskesmas pada Dinas Kesehatan Teluk Wondama Tahun Anggaran 2019.

RI ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan setelah menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Manokwari pada Jumat (8/3/2024). Kepala Kejaksaan Negeri Manokwari Teguh Suhendro, melalui Kasi Pidsus, Hasrul, SH., mengatakan, penyidik tindak pidana khusus Kejari Manokwari menetapkan bendahara Dinkes Teluk Wondama sebagai tersangka dan dilakukan penahanan dalam perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) Puskesmas pada Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama Tahun Anggaran 2019.

Kasi Pidsus Kejari Manokwari Hasrul, SH., Ketika Membawa Bendahara Dinas Kesehatan Teluk Wondama Untuk Ditahan  Lapas Kelas IIB Manokwari. Jumat (8/3/2024). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

Menurut Hasrul, diketahui bahwa pada Tahun 2019, dari dana BOK Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp. 7.243.702.000,00 yang dikelola oleh 6 (enam) Puskesmas yaitu sebesar Rp. 5.716.000.000,00 dan yang dikelola oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama adalah sebesar Rp. 1.527.702.000,00 yaitu berupa Dana Dukungan Manajemen, Dana BOK Sekunder, dan Dana Distribusi Obat dan E-Logistik. Terhadap Pengelolaan anggaran tersebut, terdapat Dana BOK yang tidak ada pertanggungjawabannya, pertanggungjawaban tidak didukung dengan bukti yang lengkap dan sah, serta kegiatan yang tidak dilaksanakan.

Dikatakan, atas perbuatan Tersangka, mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.037.822.000,00 (satu milyar tiga puluh tujuh juta delapan ratus dua puluh dua ribu rupiah) berdasarkan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara oleh BPKP Perwakilan Papua Barat dengan Nomor: PE.03.02/SR-304/PW27/5/2022 Tanggal 21 September 2022.

Atas penetapan tersebut kini tersangka RI ditahan di Lapas Kelas IIB Manokwari selama 20 (dua puluh) hari ke depan yang mana perbuatannya disangkakan melanggar sebagaimana Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, tutup Hasrul.(RL 07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!