PAPUADLAMBERITA.COM.JAKARTA – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat mengajak jurnalis dan protokoler Pemda Papua Barat dan Papua Barat Daya mengunjungi Perusahan Umum (Perum) Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), Rabu (23/4/22024)
Perum Peruri diketahui terletak di Desa Parung Mulia Kecematan Ciampel Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.
Deputi KPw BI Papua Barat, Roni Cahyadi disela-sela kunjungan ke Karawang, Rabu (24/4/2024) berharap dengan kunjungan tersebut jurnalis yang selamamenulis berita ekonomi, perbankan, dan keuangan di KPw BI Papua Barat dan Papua Barat Daya lebih meningkat pemahamannya terkait pencetakan uang rupiah.
Dalam kunjungan itu peserta capasity building memperoleh pemaparan dan sosialisasi mengenai materi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah yang disampaikan Kepala Departemen Perencanaan Perum Peruri Uswatul Hasana.

Rombongan media dan protokoler dipimpin Deputi KPwBI Provinsi Papua Barat, dan Seksi publikrelalition KPw BI Papua Barat Christian Urbinas.
Pada kunjungan itu peserta capasity building berkesempatan berkeliling melihat tahapan proses pencetakan uang di Kawasan Produksi Perum Peruri.
Deputi KPw Bank Indonesia Papua Barat Roni Setiawan bersama wartawan dan staf protokoler Papua Barat dan Papua Barat Daya diterima Kepala Perencanaan Produksi Perum Peruri Uswatul Hasana.
Ia dan Deputi KPw Bank Indonesiq Papua Barar berharap dengan kedatangan wartawan dan protokoler ke Perum Peruri diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang Bangga Cinta Rupiah.
Dalam kunjungan peserta memperoleh penjelasan tentang mulai
dari proses desain, gambar dasar dari salah ataf bagian tehnik Perum Peruri.
Proses percetakan uang kertas oleh Peruri setelah diperoleh rekomendasi gambar dari Bank Indonesia.
Kemudian melalui printing dan mencetak dua sisi uang kertas yang diawali dengan warna dasar.
Setelah printing, dilanjutkan proses penyempurnaan dari printing termasuk warna dasar.
Kemudian proses pencetakan uang ke inspeksi atau lemeriksaann memisahkan yang layak diedarkan dan yang tidak layak edar, seperti rusak dll
“Setelah dicetak, semua yang layak edar dan tidak layak edar dikirim ke Bank Indonesia,” ujarnya.
Itu setelah proses pemberian nomor di uang yang telah dicetak dan dilakulan pewlmeriksaan, untuk melihat apakah ada uang yang salah cetak nomor seri atau tidak.

Ia menambahkan, uang setelah melalui proses tersebut berupa bilyet yaitu uang yang cetakan dalam kertas besar, satu bilyet ada 45 lembar uang kertas.
Uang dalam bentuk lembaran kertas besar nanti dipotong-potong melalui mesin potong oleh karyawan Perum Peruri.
Usai pemotong dilakulan packing sebelum dikirim ke Bank Indonesia.
Ia menambahkan, bahan baku atau kertas untuk proses cetak uang kertas
disediakan Bank Indonesia.(tam)













