Papua Barat

Lestarikan Kerang Raksasa, Nelayan Wondama Terima Penghargaan Kalpataru 2024

195
×

Lestarikan Kerang Raksasa, Nelayan Wondama Terima Penghargaan Kalpataru 2024

Sebarkan artikel ini
Adolof Olof Wonemseba (kanan) penerima penghargaan Kalpataru 2024 bersama tiga penerima penghargaan yang sama. FOTO: KLHK RI.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Adolof Olof Wonemseba nelayan asal Pulau Roon Distrik Wasior Utara, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat menerima penghargaan Kalpataru 2024.

Baca juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pj Sekda Papua Barat Jalan Santai dan Pungut Sampah

Penghargaan yang diterima Adolof Olof Wonemseba dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI bersama sembilan (9) penerima penghargaan Kalpataru 2024 lainnya.

‘’Penghargaana itu di terima Adolf di Jakarta, pada hari ini (Rabu), bersamaan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia,’’ ujar Kepala Dinas Lingkungan dan Pertanahan Papua Barat Raymond Yap yang ditemui wartawan di ruang kerjanya seusai peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Manokwari Rabu (5/6/2024).

Adolf yang asal Wondama ini menerima Kalpataru 2024 dalam kategori perintis lingkungan.

‘’Adolof merupakan nelayan asal Pulau Roon Wondama merintis pelestarian populasi Kima (Tridacna gigas) atau kerang raksasa (bia garu) sejak tahun 2011,’’ ujar Raymond Yap.

Ia mengatakan, Adolof secara mandiri hingga kini melakukan pemeliharaan dan pelestarian populasi kima dengan cara membuat suatu kawasan khusus untuk tumbuh kembang kima.

Kepala DLHP Papua Barat Raymond Yap yang ditemui wartawan di ruang kerjanya seusai peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, di Manokwari Rabu (5/6/2024).FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

Kata Kepala Dinas, usaha mandiri Adolof dapat mencegah kepunahan kima akibat perburuan masyarakat.

‘’Adolof Wonemseba seorang nelayan yang melakukan konservasi kerang kerang raksaksa secara mandiri tanpa bantuan siapa pun,’’ tabahnya.

Jadi dia hari ini di kementerian diserahkan penghargaan tertinggi dari lingkungan hidup mendapat kalpataru ini kategorinya adalah kategori perintis untuk seorang penggiat yang namanya adalah Adolof waninSeba

Dia ini adalah peggiat lingkungan yang kemudian melakukan tindakan lingkungan terkait dengan kegiatan konservasi kerang rakasas (Kima).

Lanjut Raymond Yap, Adolof selama ini Ia didampingi Balai Besar Taman Nasional.

‘’Yang dilakukan Adolof itu konservasi kerang raksasa di laut,  dia pelihara, kemudian dikembangkan dan dilakukan secara mandiri,’’ tutur Yap.

Dalam katagori perintis lingkungan selain Adolof Olof Wonemseba dari Wondama Papua Barat, penghargaan serupa juga di berikan kepada Infirmus Abi, Sururi, dan Komang Anik Sugiani.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *