Papua Barat

Membekas di Tebing dan Parit, Ada Kunci Motor, Sirih Pinang dan Lilin

119
×

Membekas di Tebing dan Parit, Ada Kunci Motor, Sirih Pinang dan Lilin

Sebarkan artikel ini

Mobil naas di kilometer 10 Warmare – Arfak, Sabtu (16/4/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Kecelakaan lalu lintas tunggal di Indonesia yang menelaan korban jiwa, korban luka berat, korban luka ringan cukup banyak salah satunya di jalan poros Kilometer 10 Warmare Manokwari – Pegunungan Arfak Papua Barat, Rabu (13/4/2022).

Baca juga: TAA Olah Rekaman Truk Maut, Dirlantas: Forum LLAJ Akan Evaluasi, Jangan Lagi Ada Korban

Delapan belas warga asal Nusatara Tenggara Timur (NTT), ada ayah dan anaknya meninggal dunia di tempat, ibunya terbaring di RS AL Manokwari dengan selang tranfusi darah, oksigen masuk dalam tubuhnya.

Ada yang sekampung, bertetangga di kampung halaman, naas bagi mereka, menumpang mobil truk yang disopiri Paulus (bukan Andre, red) melaju tidak terkendali dari ketinggian menabrak tebing terseret sekitar enam meter dan terperosok masuk parit sempit selebar satu meter.

Dimalam gelap gulit puluhan warga sebagai muatan truk dengan Nomor Polisi PB 8374 MC terlempar keluar truk, ada yang ke atas tebing, ada yang masuk parit, ada yang terjepit mobil.

Ada air gelas rokok yang tersusun rapi saadi lokasi naas Kilometer 10 Warmare-Arfak, Sabtu (16/4/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Rabu itu dini hari di Kilometer 10 yang menghubungkan Distrik Warmare Manokwari dan Kabupaten Pegunungan Arfak gelap gulita, tak ada lampu penerang jalan, tak ada pemukiman warga.

Jika dari arah Kabupaten Arfak  jalan aspal selebar delapan meter itu diapit tebing dikiri jalan, di kanan curaam dengan kendalaman entah berapa ratus meter kebawah, depannya jalan menurun menukik, tidak ada rambu lalu lintas pertanda turunan tajam dan belokan dan tidak ada pagar pengaman jalan.

Subuh menjelang pagi ada suara merintihan kesakitan, ada tangisan, ada yang meminta seteguk air karena kehausan, cerita nan ilu itu terekam baik seorang sopir truk hilux yang melewati jalan tersebut pada malam kejadian, itulah menjadi informasi awal warga Warmare, Manokwari mengetahui ada kecelakaan maut di situ, sebelum ramai dibicarakan orang di plat form sosial media.

Yang kemudian pagi hari tim SAR Manokwari, aparat kepolisian dan TNI mengewakuasi jenazah ke Manokwari, satuan lalu lintas Polres Manokwari bolak balik mengolah tempat kejadian kecelakaan.

Tidak tangung-tangung Polda Papua Barat mendatangkan Tim KNKT, menghadirkan Tim TAA mengundang Tim Mitsubishi Bosowa melakukan investigasi mendalam. Tim KNKT membokar properti mobil seperti ban untuk mengukur keaslian properti kendaraan dan ada kerusakan apa dalam tromol.

Mengambil sampel  disekitar lubang ban untuk diteliti apa penyebab lubang berdiameter sekitar 20 centimer itu terjadi, sobek karena benturan di bebatuan, atau meledak setelah tidak mampu menahan panas dalam tromol ban, karena remnya yang dokocok berulang demi menahan lajunya kendaraan.

Mobil milik Toko Tengah Manokwari salah satu pedagang sembako dan kembang api musiman berwarna kuning gading itu rusak berat, penahan ban bagian belakang lepas dari casis kendaraan, bumper bagian depan ringesk, 13 orang meninggal dunia di tempat kejadian, lima orang meninggal setelah dilarikan ke rumah sakit, 11 orang menjalani perawatan intesnif, ada yang harus rawat jalan.

Pantauaan papuadalamberita.com Sabtu (14/4/2022) mengikuti tim invetstigasi KNKT, TAA Ditlantas Polda Papua Bara dipimpin Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat Kombes Pol Raidiayan Kokrosono SIK, MSI yang menyambangi lokasi kejadian melakukan investigasi ternyata properti korban berserekan di lokasi hingga menempel ke tebing, ada darah mengalari.

Sirih pinang kapur di lokasi naas Kilometer 10 Warmare-Arfak, Sabtu (16/4/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Kejadian Rabu, bukan kejadian pertama kecelakaan lalu lintas di lokasi itu, beberapa hari menjelang kejadian Rabu Abu, kecelakaan serupa menimpah satu angkutan yang nyaris sama dengan kejadian Rabu, sejumlah warga mengalami pata tulang karena melompat selamatkan diri dari mobil yang ditumpanggi.

‘’Tidak ada korban jiwa, mereka hanya di rawat,’’ ujar salah sopir hilux yang sempat memberi pertolongan pada warga, saaat kejadian karena ia berada dibelakang mobil naas waktu itu.

Selain dua cerita itu, beberapa meter dari lokasi kejadian truk maut, juga pernah ada kejadian beberapa bulan lalu seorang sopir truk milik salah satu perusahaan harus lompat keluar dari mobil menyelamtkan dirinya setelah mobilnya tidak terkendali dan masuk kejurang, yang sampai saat ini entah dimana mobil itu.

Keekstrima jalan yang menjulang tinggi dan curam sangat diakui KNKT saat melakukan investigasi pada Sabtu, dimana semua properti penumpang berceceran di sekitar lokasi kejadian.

Ada kunci moter dengan gantungan boneka kecil, sepatu boat, beberapa carge handphone, ada sabun saset, ada properti wanita yang belum terpakai, ada pakaiaan, selimut, bahkan sepasang kaos kaki merah tertempel di didinding tebing, ada senter yang sudah pecah, sampai makanan ringan, kecap sambal saset.

Semua barang – barang itu milik yang telah pergi meninggalkan keluarga tercinta selamanya, sedangkan di dinding tebing ada bercak dara yang masih terlihat jelas, dan di parit ada aliran darah kering kecolkatan mengalir sekitar 20 meter ke bawah, bisa dibayangkan begitu tragis kecelakaan maut itu.

Darah dalam parit yang telah blur masih terlihat Sabtu (16/4/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Sementara di bahu jalan ada uang koin, uang kertasan tercecer, ada sirih, pinang kapur yang di letakan rapi, batangan rokok berdampingan dengan beberapa gelas air kemasan yang belum terpakai, disampingnya ada bongkahan lilin yang sudah mencair diperkirakan di letakan warga seakan memperingati kejadian itu saat melintas.

Jalan yang letaknya dibawah tebing dan di kelilingi hutan pohon memang sejuk, di ketinggian pada pukul 12.00 WIT kemarin walaupun matahari panas terik namun kesejukan dengan angin sepoi-sepoi begitu terasa.

‘’Ini namanya panas tapi dingin,’’ ujar kontributor Kompas.com Manokwari Adlu Raharusun. ‘’ Itu bisa judul cerita lain dari lokasi ini,’’ sambung kontributor Kompas TV Rasid Fatahuddin yang bersama papuadalamberita.com, TV One saat di lokasi mengamati investigasi KNKT dan TAA, Sabtu siang.

Rasid Fatahuddin yang sering melintas jalan ini saat liputan kegiatan Ketua DPR Papua Barat mengatakan, jika pada waktu tertentu sekitar pukul 03.00 WIT jalannya sudah tertup kabut, suhu udara pun sangat dingin.

Jalan curam di lokasi kejadian tanpa lampu penerangan, tanpa pagar pengaman, tanpa rambu lalu lintas penujuk arah ada turunan curam dan jalan banyakan belokan yang sangat dekat, Sabtu (16/4/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

‘‘Beberapa kali saya lewat di sini sore hari sudah kabut, tetapi cuaca hari ini cerah, kalau malam memang sangat gelap,’’ ujar pemilik media online papuakita.com ini.

Diceritakannya, biasanya sopir jika melintas di lokasi ini saling memberikan informas lewat radio untuk mereka mengetahui jika ada kendaraan yang mau naik dan yang mau turun, sehingga ada yang menepi ke ke kiri atau kanan memberikan kesempatan kendaraan lain melewati.

‘’Jalan waktu masih sempit dan belum aspal, mereka baku kontak lewat radio panggil, baku kasi tau (saling memberi tahu, red), makanya abang liat di mobil hilux ada antena radio, itu maksud supaya dong baku kontak (saling memberi informasi,red) kalau lewat di sini,’’ kenang jurnalis yang pernah berkarir di sejumlah media di Manokwari ini.(rustam madubun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!