fbpx
PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Kali ini saya akan membahas dan membagi sedikit pengetahuan tentang HIV/AIDS , salah satu penyakit yang  sampai saat ini belum di... Mengenal HIV Lebih Jauh Ini Penjelasan dr Xaviera
dr Xaviera. FOTO: ISTIMEWA/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Kali ini saya akan membahas dan membagi sedikit pengetahuan tentang HIV/AIDS , salah satu penyakit yang  sampai saat ini belum di temukan obat untuk penyembuhan nya

Pengertian HIV

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi dan penyakit dengan cara menghancurkan sel CD4. Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, kekebalan tubuh akan semakin lemah, maka seseorang dengan mudahnya akan terserang berbagai penyakit yang ada disekitar kita.

Kumpulan berbagai macam penyakit yang menyerang tubuh pada seseorang yang terkena infeksi HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah tidak ada lagi.

Jadi, perlu diketahui bahwa HIV adalah virusnya, sementara AIDS adalah kumpulan berbagai macam penyakit yang menyerang tubuh akibat daya tahan tubuh atau sistem kekebalan tubuh yang melemah akibat infeksi HIV.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, selama tahun 2016 terdapat lebih dari 40 ribu kasus infeksi HIV di Indonesia. Dari jumlah tersebut, HIV paling sering terjadi pada heteroseksual, diikuti lelaki seks lelaki (LSL), dan pengguna NAPZA suntik (penasun). Di tahun yang sama, lebih dari 7000 orang menderita AIDS, dengan jumlah kematian lebih dari 800 orang.

Data terakhir Kemenkes RI menunjukkan, pada rentang Januari hingga Maret 2017 saja sudah tercatat lebih dari 10.000 laporan infeksi HIV, dan tidak kurang dari 650 kasus AIDS di Indonesia.

HIV/AIDS dikenal untuk dihindari. FOTO: ISTIMEWA/papuadalamberita.com

Penularan HIV

Penularan HIV terjadi saat darah, sperma, atau cairan vagina dari seseorang yang terinfeksi HIV masuk ke dalam tubuh orang lain. Hal ini dapat terjadi melalui berbagai cara, antara lain:

  • Hubungan seks. Infeksi HIV dapat terjadi melalui hubungan seks baik melalui vagina maupun dubur (anal). Meskipun sangat jarang, HIV juga dapat menular melalui seks oral. Akan tetapi, penularan lewat seks oral hanya akan terjadi bila terdapat luka terbuka di mulut penderita, misalnya seperti gusi berdarah atau sariawan.
  • Berbagi jarum suntik. Berbagi penggunaan jarum suntik dengan penderita HIV, adalah salah satu cara yang dapat membuat seseorang tertular HIV. Misalnya menggunakan jarum suntik bersama saat membuat tato, atau saat menggunakan NAPZA suntik.
  • Transfusi darah. Penularan HIV dapat terjadi saat seseorang menerima donor darah dari penderita HIV.
  • Ibu hamil ke janin yang dikandungnya. Virus HIV juga dapat menular pada sasat kehamilan, proses persalinan, atau melalui air susu ibu saat proses menyusui.

Namun, HIV tidak menular melalui:

  • Bersentuhan
  • Berjabat tangan
  • Berpelukan
  • Berciuman
  • Batuk dan bersin
  • Mendonorkan darah ke orang yang terinfeksi
  • Menggunakan kolam renang bersama
  • Menggunakan  dudukan toilet yang sama
  • Berbagi sprei
  • Berbagi peralatan makan atau makanan yang sama
  • Gigitan nyamuk atau serangga lain
  • Tinggal serumah dengan penderita HIV
Gejala HIV/AIDS/FOTO: dokumen/papuadalamberita.com

Gejala HIV

Gejala infeksi HIV bervariasi, penderita mengalami sejumlah gejala, seperti:

  • Batuk
  • Diare
  • Berat badan turun
  • Berkeringat di malam hari
  • Demam
  • Mual dan muntah.
  • Cacar ular
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Sakit kepala
  • Tubuh terasa lemah

Infeksi yang lambat ditangani, membuat virus HIV semakin berkembang. Kondisi ini membuat infeksi HIV memasuki tahap AIDS. Ketika penderita memasuki tahap ini, sistem kekebalan tubuh sudah tidak ada, sehingga membuat penderita lebih mudah terserang infeksi lain.

Gejala AIDS meliputi:

  • Bercak putih di mulut dan lidah, kelamin dan anus
  • Demam lama
  • Diare berbulan-bulan
  • Gangguan saraf, seperti sulit berkonsentrasi
  • Infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau vagina
  • Mudah memar atau berdarah tanpa sebab
  • Mudah marah dan depresi
  • Sesak napas
  • Tubuh selalu terasa lemah

Pengobatan HIV

Pengobatan HIV diharapkan mampu menolong penderita HIV. Sayangnya, hingga kini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan mematikan virus HIV. Namun, dengan pengobatan HIV yang ada sekarang, maka dapat menekan dan memperlambat penyebaran serta perkembangan virus HIV dalam tubuh dengan obat antiretroviral (ARV).

Tanpa pengobatan, hampir semua orang dengan HIV akan jatuh ke dalam kondisi AIDS. Ketika seseorang menemukan bahwa dirinya mengidap penyakit HIV, kemungkinan orang tersebut tidak mulai memutuskan untuk mengonsumsi obat segera padahal pengobatan HIV harus dimulai sesegera mungkin. Diperlukan komitmen untuk mematuhi prosedur meminum obat untuk menekan perkembangan virus penyebab HIV dalam tubuhnya.

Kepatuhan pasien sangatlah penting mengingat pengobatan HIV dengan ARV ini diminum seumur hidup dan sekalinya tidak patuh, maka ditakutkan akan timbul suatu reaksi resistensi atau kebalnya virus terhadap obat ARV.

Pencegahan HIV

Untuk menurunkan angka kasus HIV/AIDS di Indonesia, ada rumus ABCDE yang selama ini disosialisasikan sebagai cara pencegahan HIV/AIDS

  • A (abstinance) adalah tidak berhubungan seks di luar nikah. Edukasi mengenai HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi dilakukan mulai dari siswa siswi SMP
    • B (be faithful) adalah saling setia pada pasangan. Banyak pria yang suka “jajan” di luar dan tidak menggunakan kondom sehingga dapat membawa virus saat pulang ke rumah. HIV kemudian bisa menular ke istri di rumah saat berhubungan seksual. Untuk itu, setia pada pasangan atau tidak bergonta-ganti pasangan berhubungan seks juga menjadi kunci pencegahan HIV
    • C (condom), yaitu penggunaan kondom saat berhubungan seksual. Penggunaan kondom ini dinilai sangat efektif mencegah penularan HIV. Thailand sukses menurunkan angka HIV karena melakukan kampanye membagikan kondom gratis. Kondom itu satu-satunya yang efektif mencegah penularan dalam hubungan seks. Namun, di Indonesia kampanye menggunakan kondom bisa menimbulkan kontroversial, seperti yang pernah dialami mantan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi
    • D (don’t use drugs) atau tidak memakai narkoba. Kasus penularan HIV juga banyak terjadi pada pengguna napza suntik secara bergantian
    • E (equipment) yang artinya menggunakan peralatan steril. Gunakan jarum baru dan steril saat memutuskan untuk merajah atau tato tubuh.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!