PAPUADALAMBERITA.COM,Manokwari –Staf ahli Gubernur Papua Barat, bidang kemasyarakatan dan sumberdaya manusia, Drs Muhamad A Tawakal mewakili Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandaca membuka Musyawarah... Musyawarah Suku Doreri 2019, Ini Pesan Gubernur Papua Barat
TUA-TUA keret suku Doreri  bersama undangan usai acara pembukaan musyawarah. FOTO: lasarus w/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM,Manokwari –Staf ahli Gubernur Papua Barat, bidang kemasyarakatan dan sumberdaya manusia, Drs Muhamad A Tawakal mewakili Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandaca membuka Musyawarah Dewan Adat Suku Doreri Ke-II 2019 di Manokwari Jumat (15/02/2019).

mengatakana bahwa Suku Doreri merupakan salah suku yang ada di Manokwari yang mendiami daerah pesisir di Manokwari

Gubernur mengatakan, peran aktif suku Doreri dengan pemerintah sangat baik terutama dalam pembangunan di Papua Barat.

‘’Kami sangat apresiasi kepad suku Doreri yang memberikan andil terbesar dalam pembangunan di tanah di papua barat,’’ sebut gubernur.

Gubernur mengapresiasi Musyawarah II suku besar Doreri, diharapkan dengan musyawara  dapat melahirkan putusan atau kebijakan yang baik terutama dalam keterlibatan suku Doreri bersama perintah dalam membangun Papua Barat.

Musyawarah adat suku Doreri dengan thema “Membangun kekuatan yang kokoh dalam menentukan tradisi yang menjadi harapan di masa depan yang gemilang di tanah leluhur Mnukwar  (Manokwari, red).

Mubes II masyarakat suku besar Doreri mengambil sub thema “Membangun masyarakat yang bermartabat berdasarkan hati dan kasih

Ketua  dewan adat suku Doreri,  Jairus Rumfabe dalam arahan mengatakan, suku doreri yang terdiri dari Sembilan keret suku (marga, red) yaitu keret Rumander, keret Rumadas, keret Rumfabe, keret Rumbruren, keret  Rumbekwan, keret Rumsayor, keret Rumbobiar, keret Rumaikew dan keret Burwos.

‘’Walaupun kita sedikit atau kecil tetapi kita masih ada, artinya bahwa walaupun kita sedikit namun suku doreri sangat berpengaruh besar dalam proses pembangunam di tanah papua terutama dalam proses pekabaran injil di tanah Papua dimana suku Doreri yang pertama menerima injil yang dibawahka Oleh dua misonaris asal Jerman Ottou dan Geisller,’’ ujarnya.

Rumfabe mengharapkan sembilan keret suku Doreri terus bersama dalam satu tali kasih jangan saling menjatuhkan satu keret dengn keret lain.

‘’Tetapi mari kita bergandeng tangan sehingga ekesistensi suku Doreri terus ada dan bersama dengan  pemerintah membangun Papua Barat,’’ pesannya.(kew)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *