Papua Barat

Pangdam XVIII/Kasuari: Prajurit TNI Harus Jadi Contoh Pendisiplinan Protokol Kesehatan

111
×

Pangdam XVIII/Kasuari: Prajurit TNI Harus Jadi Contoh Pendisiplinan Protokol Kesehatan

Sebarkan artikel ini

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI, I Nyoman Cantiasa, SE, MTr (Han) saat ditemui wartawan di kesatriat Kodim 1801 Manokwari, Rabu (7/10/2020). PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun

 PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, SE, MTr (Han) memberikan perhatian serius pada warga Kodim 1801/BS Manokwari untuk tetap waspada terhadap ancaman penyebaran COVID-19.

Baca juga: Kunjungan Pangdam Bernuansa Kearifan Lokal di Kesatria Kodim 1801 Manokwari

Baca juga: Pangdam Tegaskan Netralisasi Prajurit TNI di Pilkada Papua Barat 2020

Baca juga : Pangdam XVIII/Kasuari Disambut Tarian Khas Papua Prajurit Kodim 1801

“Hal ini jangan dianggap main-main. Kita harus mengerti apa itu wabah Covid-19, karena virus ini tidak mengenal pangkat, jabatan, usia maupun jenis kelamin. Siapa saja bisa kena,” ujar Mayjen I Nyoman Cantiasa.

Pangdam yang ditemui wartawan saat kunjungan ke Kesatria Kodim 1801 Manokwari mengatakan Kodam XVIII/Kasuari sudah membuat perintah operasi dimana tugasnya adalah pendisiplinan protokol kesehatan. Karena itu lah salah satu cara untuk menyelamatkan kita, dengan disiplin belajar untuk hidup sehat, harus menjalani hidup bersih, Mencuci tangan, Menjaga jarak, dan Menggunakan masker (3M).

“Mari kita selamatkan diri kita, keluarga, dan masyarakat Papua Barat ini. Keluargamu harus betul-betul sehat. Disiplin protokol kesehatan jangan dibuat main-main. Itu menjadi tugas kita untuk mengedukasi masyarakat,” ucap Pangdam.

Sebagai Panglima, Pangdam mengatakan, Kodam XVIII/Kasuari telah menyampaikan kepada komandan satuan jajarannya harus menjadi contoh teladan dalam menjalankan pendisiplinan protokol kesehatan dari prajurit terbawah.

’’Mudah-mudahan keluarganya juga disiplin, keluarganya disiplin lingkungannya disiplin masyarakat Papua Barat disiplin sehingga kita bisa selamat,’’ terang Mayjen TNI Cantiasa.

Jenderal bintang dua di Papua Barat menegaskan, jika ada anggotanya yang positif COVID-19 mungkin karena dari keluarga ada yang bekerja di rumah sakit sebagai medis Kodam segera ambil langkah dengan mengisolasi.

‘’Kalau memang anggota kita ada yang kenal kita sab tes, itu sudah aturan kesehatan, mulai dari rapid test kalau dia reaktif kita sawab tes, tidak bisa, dia kena penyakit tentara tidak boleh swab,  harus di  swa, kita sudah lakukan juga, di Sorong ada yang kena tetapi sudah sembuh, Puji  Tuhan sementara ini TNI di papua Barat aman,’’ ujar panglima.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *