fbpx
PAPUADALAMBERITA.COM. TUAL  – Pemerintah bertanggung jawab melindungi waragnya melalui penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman agar masyarakat mampu bertempat tinggal serta menghuni rumah layak dan... Pemkot Tual Gelontorkan Rp14 Miliar untuk Program Rumah Sederhana Sehat
Walikota Tual, Adam rahayaan, Waki Wali Kota Tual, Usman Tamnge Kepala Dinas Perumahan Kota Tual Fahri Rahayaan bersama Direktur PT Pacific Paint sebagai pemberi bantuan CSR kepada tiga kampung di Kelurahan Lodar El Kota Tual. FOTO ISTIMEWA/papua dalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM. TUAL  – Pemerintah bertanggung jawab melindungi waragnya melalui penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman agar masyarakat mampu bertempat tinggal serta menghuni rumah layak dan terjangkau di dalam lingkungan yang sehat, aman, harmonis.

Untuk itu pemerintah daerah Kota Tual mempunyai tanggung jawab untuk menjadi fasilitator, memberikan bantuan dan kemudahan kepada masyarakat.

Walikota Tual Walikota Tual Adam Rahayaan, S.Ag, M.si melalui Staf Ahli Bidang Pembangunan Jamal Renhoat, S.Pd telah mencanangkan program kampung kuning di kawasan Kampung Pisang, Kampung Pink di Desa Taar dan Kampung Biru Putih Fidabot sebanyak 290 unit rumah.

Pencanangan program Kampung Kuning di Kawasan Kampung Pisang, Kampung Pink di Desa Taar, dan Kampung Biru Putih di Fidabot dan untuk mempercantik tiga kawasan tersebut, mendapat bantuan dan dukungan CSR dari PT Pasific Paint berupa pengecatan mural dan pembangunan gapura pada masing-masing kawasan tersebut.

‘’Idealnya rumah harus dimiliki setiap keluarga, terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) dan bagi masyarakat yang tinggal di daerah padat penduduk di perkotaan,’’ujar wali kota melalui staf ahli..

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Perumahan Kota Tual, Fahry Rahayaan yang dihubunggi papuadalamberita.com mengatakan,  wali kota Tual juga telah menyampaikan pada pencangan program di tiga kampung dua pekan lalu bahwa, pemerintah Kota Tual dalam tahun 2019 ini, telah menyediakan anggaran yang cukup besar untuk menunjang program rumah sederhana sehat yaitu berupa program pilot project di beberapa desa yaitu Desa Lebetawi, Desa Ohoitahit, Desa Ohoitel, Desa Taar, serta Desa Tual total sebanyak 621 unit rumah yang direhab maupun pembangunan baru.

‘’Setidaknya tersedia dana Rp10 miliar dari APBD digelontorkan untuk membedah rumah warga belum termasuk dana APB desa sekitar Rp4 milyar serta dana yang berasal dari program pemerintah pusat yang akan digunakan untuk merehabilitasi rumah sebanyak 377 unit rumah dalam tahun ini yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK),’’ ujar Fahri mengutip pesan Wali Kota.

Kepala Dinas Perumahan Kota Tual H Fahri Rahayaan, FOTO: ISTIMEA/papuadalamberita.com

Bantuan perumahan ini terdiri dari tiga jenis yaitu pembangunan baru, peningkatan kualitas, dan pembangunan prasarana sarana utilitas. Pembangunan baru meliputi : pembangunan baru pengganti rumah tidak layak huni, atau pembangunan rumah baru.

Peningkatan kualitas meliputi perbaikan rumah tidak layak huni dengan tingkat kerusakan: rusak ringan; rusak sedang; atau rusak berat.

Pemerintah kota Tual dan masyarakat Kota Tual memberi apresiasi kepada Suryanto Direktur PT Pasific Paint dan Riky sebagai manajer marketing yang telah mempercayakan CSR-nya kepada Kota Tual.

Berangkat dari angka kemiskinan kota tual cukup tinggi, pemerintah Kota Tual melakukan inovasi program dalam melakukan percepatan penangangan di kawasan kumuh perkotaan melalui program triti yang telah dicanangkan tahun lalu.

Program ini akan menuntaskan kawasan kumuh, pengangguran, dan kemiskinan. Ada tiga aspek yang disentuh, yakni aspek infrastruktur dasar dan lingkungan, aspek ekonomi, dan aspek sosial, yang melibatkan kolaborasi antar opd, dan stakeholder terkait.

Semua impian ini bisa terwujud bilamana mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Mari kita menjaga persatuan dan kesatuan sesama kita demi keutuhan dan kenyamanan sebagai masyarakat Kota Tual.

Wali Kota mengatakan, memang diakui, masih banyak permasalahan pembangunan yang dihadapi diantaranya masih tingginya angka kemiskinan, dan pengangguran, terbatasnya akses masyarakat terhadap pelayanan kebutuhan dasar yang berkualitas.

‘’Namun pada sisi lain, Kota Tual juga sudah menampakkan geliat pembangunan yang dapat dilihat yang kesemuanya itu mengarah pada peningkatkan kesejahteraan masyarakat,’’ kata Walikota.

Dengan kondisi obyektif tersebut, menjadi dasar bagi pemerintah Kota Tual ke depan dengan mempercepat prioritas terhadap pelayanan kebutuhan dasar dan meningkatkan jumlah dan kualitas infrastruktur.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!