fbpx
Kadis Kominfo Papua Barat, Frans Instia FOTO: Antara/Toyiban./papuadalamberita.com. PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Pemerintah Provinsi Papua Barat mengajak provider atau penyedia jasa telekomunikasi berinvestasi di daerah tersebut... Pemprov Ajak Provider Telekomunikasi Berinvestasi di Papua Barat

Kadis Kominfo Papua Barat, Frans Instia FOTO: Antara/Toyiban./papuadalamberita.com.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Pemerintah Provinsi Papua Barat mengajak provider atau penyedia jasa telekomunikasi berinvestasi di daerah tersebut dengan memanfaatkan jaringan fiber optik yang telah dibangun Kementerian Komunikasi dan Informasi.

“Kabel fiber optik sudah terpasang di seluruh kabupaten dan kota. Apa yang sudah ada ini harus dioptimalkan pemanfaatanya,”kata Kepala Dinas Kominfo Papua Barat Frans Instia di Manokwari, Selasa.

Frans mengutarakan, satu-satunya operator yang saat ini beroperasi di Papua Barat baru Telkomsel. Ia berharap provinder lain, seperti Indosat, XL, TRI, Smarfrans serta operator lain bisa masuk memanfaatkan jaringan yang sudah dibangun pada program Palapa Ring Timur.

Menurutnya peran swasta sangat diharapkan untuk mendorong percepatan layanan telekomunikasi di daerah tersebut. Pemerintah daerah membuka diri agar mereka bisa segera berinvestasi di provinsi yang kaya akan potensi pariwisata tersebut.

“Sisi lain kami ingin masyarakat punya banyak alternatif dalam memilih layanan. Tentu masing-masing punya kelebihan antara satu dengan yang lain,” sebut Frans.

Ia mengemukakan, peluang investasi pada sektor telekomunikasi masih cukup besar di Papua Barat. Program Palapa Ring Timur yang dilaksanakan pemerintah melalui Bakti pun semakin memperlebar peluang tersebut.

“Bagi provider yang berminat bisa langsung membangun kontrak kerja sama melalui Bakti. Kabarnya sudah ada beberapa provider yang akan menjajaki kerja sama dan mudah-mudahan segera terealisasi,” ucapnya.

Palapa Ring sudah diresmikan Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu. Untuk paket timur program ini didorong untuk menyambung jaringan tulang punggung di Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua Barat dan pedalaman Papua.

Proyek ini membentangkan kabel serat optik sepanjang 4.426 kilometer di laut dan 2.542 kilometer di darat. Selain itu, proyek itu pun mengintegrasikan jaringan yang sudah ada dengan jaringan baru di Indoesia Timur.(ant)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!