Papua Barat

Polda Akan Evaluasi Penanganan Permasalahan yang Terjadi di Maybrat

441
×

Polda Akan Evaluasi Penanganan Permasalahan yang Terjadi di Maybrat

Sebarkan artikel ini
Dari Kiri: Wakapolda Papua Barat dan Kapolda Papua Barat pada press reaelesse akhir tahun 2023 di Polda Papua Barat, Ahad (31/12/2023). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWRI – Kapolda Papua Barat Irjen Pol Johny Edizon Isir, serta Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Alfred Papare menyebut akan melakukan evaluasi terkait penanganan masalah di Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat Daya.

Baca juga: Terbaru, Daftar Lengkap Pejabat Polda Papua Barat Tahun 2024, Bangga, Kapolda dan Wakapoldanya Asli Papua

Hal ini ditegaskan Irjen Pol Johny Edizon Isir dalam kegiatan Rilis akhir tahun di Gedung Convention Hall Mapolda Minggu (31/12/2023). Polda Papua Barat sepanjang tahun 2023 menggelar operasi dengan sandi operasi petik bintang di Kabupaten Maybrat.

“Kita akan melakukan evaluasi penanganan kepolisian di wilayah Maybrat, tetapi metode penanganan yang akan dilakukan (Tahun 2024) tentu tidak jauh berbeda, meski beberapa hal yang di evaluasi seperti kegiatan operasi petik bintang,” jelas Kapolda Jhonny Edison Isir di Manokwari.

Sepanjang 2023 ada sejumlah peristiwa terjadi peristiwa penembakan terhadap Personel TNI yang bertugas di Maybrat, Anggota Yonif 133/YS, Pratu Yuda Bagus Kara terkena tembakan di bagian bahu di Pos Kampung Sory Distrik Aifat Selatan pada Jumat (15/12/2023).

Kemudian penembakan yang diduga dilakukan kelompok yang dipimpin Zeth Fatem dari Kodap IV Sorong Raya  terjadi pada Senin (25/12/2023) di Pos Kampung Bousha, dua prajurit TNI dari Yonif 133/YS terkena tembakan yang menyebabkan satu meninggal dunia atas nama Kopda Hendrianto sedangkan Pratu Frengky Gulo terkena peluru di bagian perut,

Dalam operasi petik Bintang Tahun 2023, disebut berhasil memulangkan sebanyak 55 Warga Kampung Ayata dari lokasi pengungsian. Warga mengungsi selama kurang lebih satu tahun 8 bulan akibat teror dari kelompok yang berseberangan dengan paham Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI.

Dalam operasi tersebut, tim juga berhasil menangkap sejumlah orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO dalam beberapa peristiwa di kawasan itu.

Pada tanggal 08 April 2023 dilakukan penangkapan terhadap terduga pelaku penembakan rombongan Pangdam Kasuari yang saat itu dijabat Mayjen TNI Gabriel Lema, pelaku atas nama Yermias Shabuku.

Pada 11 Mei 2023 Satgas menangkap pelaku lain yang juga diduga terlibat penyerangan pos koramil kisor yakni, Apolius Frabuku, Mei tanggal 12 tahun 2023, Satgas Petik bintang berhasil menangkap Apolos Aimingging salah satu pelaku penyerangan Pos Koramil di Maybrat. tanggal 14 Mei 2023 Satgas juga mengamankan Karel Fatem terduga pelaku penyerangan pos koramil.

“Kita tetap bekerja sama dengan kawan-kawan di Kodam Kasuari, Pemerintah Provinsi Papua Barat daya dan pemerintah Kabupaten Maybrat  serta tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ada di Maybrat.(ad/tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!