fbpx
Tri Susanti (dua kiri) di Mapolda Jatim untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus ujaran kebencian saat beraksi di Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan Surabaya,... Polda Jatim Periksa Susanti Terkait Ujaran Kebencian di Asrama Papua
Tri Susanti (dua kiri) di Mapolda Jatim untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus ujaran kebencian saat beraksi di Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan Surabaya, Senin (26/8/2019). FOTO:  willy irawan/antara/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM. SURABAYA – Polda Jawa Timur memeriksa mantan anggota Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (FKPPI) Tri Susanti terkait dugaan kasus ujaran kebencian saat beraksi di Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan Surabaya, pada 17 Agustus 2019.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya, Senin, mengatakan selain Tri Susanti pihaknya juga memanggil enam orang lain yang terdiri dari unsur organisasi masyarakat (ormas), masyarakat dan organisasi kepemudaan (OKP).

Baca juga: Gus Sholah Desak Polisi Hukum Provokator Insiden Papua

Baca juga: Dari Ambon Kapolda Maluku Doakan Personel Brimob BKO Polda Papua Barat

“Tujuh orang itu termasuk Tri Susanti hari ini dipanggil atas kasus ujaran kebencian untuk dilakukan pembuktian terkait video yang sudah beredar,” ujarnya kepada wartawan.

Tri Susanti atau akrab disapa Mak Susi datang ke Ditreskrimsus Polda Jatim sekitar pukul 13.41 WIB didampingi kuasa hukumnya, Sahid.

Susi mengaku tidak tahu kejelasan alasan dipanggil di Siber Polda Jatim dan menegaskan pemanggilannya bukan mewakili ormas yang kala itu menggelar aksi asrama mahasiswa Papua, melainkan atas nama individu.

“Saya tidak tahu (siapa saja yang dipanggil) karena saya tidak bisa komunikasi. Yang saya tahu hanya saya. Jumat malam (suratnya sampai) untuk (diperiksa) hari ini,” ucapnya.

Mengenai kasus apa dirinya diperiksa, Susi kembali mengaku kalau tidak mengetahui dan hanya memenuhi panggilan sebagai saksi. “Dimintai keterangan. Tidak tahu saya kalau secara hukum,” katanya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Susi, Sahid mengatakan dari surat yang diterimanya, Susi akan diperiksa menjadi saksi terkait kasus dugaan ujaran kebencian.

“Posisi kami dimintai keterangan sesuai pasal 28 ayat 2 dalam kasus ujaran kebencian. Tapi kami belum tahu (kasus yang mana),” katanya.(ant)

 

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!